Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Bappenas Tuangkan Kisah Sukses RI di World Expo 2025 Osaka dalam Buku

Ihfa Firdausya
17/12/2025 21:02
Bappenas Tuangkan Kisah Sukses RI di World Expo 2025 Osaka dalam Buku
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) resmi meluncurkan Buku Partisipasi Indonesia dalam Expo 2025 Osaka, Rabu (17/12). Buku tersebut memuat berbagai pencapaian dan pelajaran selama keikutserta(MI/Ihfa Firdausya)

KEMENTERIAN Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) resmi meluncurkan Buku Partisipasi Indonesia dalam Expo 2025 Osaka, Rabu (17/12). Buku tersebut memuat berbagai pencapaian dan pelajaran selama keikutsertaan Indonesia dalam World Expo 2025 Osaka, Jepang, 13 April hingga 13 Oktober 2025.

"Kita mencoba membuat dokumentasi. Ada beberapa catatan yang perlu terus kita perbaiki, ada lesson learned, ada pelajaran yang bagus, dan pelajaran ini kita bukukan. Pelajaran yang menyangkut kesulitan sampai menjadi keberhasilan," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam acara peluncuran buku tersebut di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (17/12).

"Ini adalah karya kita bersama yang bisa menjadi pelajaran kita semua bahwa ternyata Indonesia itu kaya raya, bahwa Indonesia itu ternyata punya potensi yang besar, dan potensi itu harus terus menerus ditampilkan," imbuhnya.

Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka mengusung tema 'Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future'. Maknanya adalah membangun budaya hidup seimbang, berdampingan dengan alam, demi kemajuan dan keberlangsungan bumi.

Paviliun Indonesia tidak hanya menyajikan kekayaan alam dan keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga memperkenalkan potensi ekonomi, peluang investasi, dan kerja sama di panggung global.

Sepanjang penyelenggaraan, Paviliun Indonesia berhasil menyelenggarakan lebih dari 104 kegiatan business forum dan one on one meeting dengan komitmen investasi senilai lebih dari US$28,9 miliar. Capaian tersebut berasal dari beberapa kesepakatan, seperti 20 Nota Kesepahaman (MoU), 9 Letter of Intent, 2 Joint Venture Agreement, 1 Joint Statement, dan 11 kesepakatan jual beli paket wisata.

Sepanjang 6 bulan penyelenggaraan, Paviliun Indonesia telah mencatat lebih dari 3,5 juta pengunjung. Angka itu melampaui target awal sebanyak 2,8 juta pengunjung.

Di penghujung penyelenggaraannya, paviliun Indonesia juga turut memperoleh penghargaan perak kategori Exhibition Design untuk Self-built Pavilion dengan luas lahan berukuran lebih dari 1.500m2 dari Bureau Internasional des Expositions. 

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo AA Teguh Sambodo menambahkan, Paviliun Indonesia termasuk salah satu dari paviliun yang paling banyak melaksanakan kegiatan. Selain 104 kegiatan business forum dan one on one meeting, lebih dari 100 kegiatan mengenai penampilan budaya juga dihadirkan.

"Sehingga kita dianggap sebagai yang paling aktif. Hasil dari keaktifan itu adalah bisa menggaet komitmen investasi US$28,9 miliar dan juga pengunjung 3,5 juta," kata Teguh usai acara peluncuran buku.

Capaian-capaian itu juga, katanya, tidak hanya berfokus kepada kegiatan tetapi dari segi kualitas. Banyak jejaring yang bisa dibangun dari para peserta.

"Buktinya kemarin terakhir ada peserta dari UMKM yang menjadi binaannya Kowani, itu sudah bisa kemudian melakukan ekspor. Ada follow up produknya bisa tampil di salah satu mal besar di Tokyo. Hal-hal seperti ini menjadi satu indikasi positif bahwa sebenarnya partisipasi Indonesia di Osaka ini memang memiliki manfaat yang signifikan," ungkap Teguh.

Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati menyampaikan, pihaknya saat ini sedang menyusun evaluasi dampak keikutsertaan Indonesia di Osaka Expo 2025.

"Selain yang disebutkan oleh Pak Teguh, tentunya akan ada tambahan dampak juga selain ekonomi tadi, ada berapa emisi yang kita kontribusikan, kemudian dampak sosialnya seperti apa, dampak kepariwisataan, semua akan bisa dikuantifikasi. Mungkin akhir tahun (2025) insya Allah bisa keluar," tutupnya. (Ifa/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik