Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ratusan Kabupaten dan Kota Adu Inovasi dan Kualitas Pelayanan Publik

Indrastuti
19/11/2025 15:58
Ratusan Kabupaten dan Kota Adu Inovasi dan Kualitas Pelayanan Publik
Ilustrasi(Dok ist)

SEBANYAK 105 kabupaten dan 77 kota turut berpartisipasi dalam program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025. Dari jumlah tersebut, sejumlah daerah resmi diundang mengikuti tahap seleksi dalam ajang penjurian akhir I-SIM 2025.

Untuk kategori kabupaten, daerah yang diundang meliputi Temanggung, Bogor, Tapanuli Selatan, Kepulauan Selayar, dan Karawang. Adapun untuk kategori kota, mencakup Semarang, Tegal, Madiun, Jambi, dan Probolinggo. Penjurian final ini menjadi tahap krusial dalam menentukan daerah terbaik yang akan melaju pada SDGs Action Awards 2025 yang digelar Kementerian PPN/Bappenas pada 19 November 2025.

"Ini menegaskan komitmen berbagai daerah dalam meningkatkan inovasi dan kualitas pelayanan publik tingkat regional dan nasional," ungkap Direktur Utama PT Surveyor Indonesia Sandry Pasambuna pada penjurian akhir Top 5 Kabupaten dan Kota I-SIM 2025 di Jakarta, Selasa (18/11).

Sandry mengatakan tahun 2025 menandai tahun keempat pelaksanaan I-SIM yang digelar PT Surveyor Indonesia. Ini adalah program penilaian dan pendampingan pembangunan berkelanjutan yang pertama kali diluncurkan pada 2022 untuk kategori kota. Program berlanjut dengan penilaian kategori kabupaten pada 2023 dan kembali menyasar kota pada 2024.

"Tahun ini menjadi momentum penting karena I-SIM 2025 untuk pertama kalinya diselenggarakan serentak bagi pemerintah kota dan kabupaten, sekaligus memperluas jangkauan dan memperkuat dampak implementasi ESG dan SDGs di tingkat daerah," kata Sandry.

Menurutnya, I-SIM sebagai gerakan nasional yang mendorong transformasi pembangunan daerah secara lebih terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan. “I-SIM 2025 tak hanya menghadirkan kompetisi, tapi membangun ekosistem keberlanjutan yang kuat. Melalui verifikasi data, kunjungan lapangan, dan penjurian kredibel, kami memastikan tiap daerah berkembang dengan standar sustainability yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Sandry.

Pada sesi penjurian, para kepala daerah atau yang mewakili langsung memaparkan program unggulan, inovasi daerah, strategi keberlanjutan, serta dampak program pada capaian SDGs.

Penilaian dilakukan panel ahli lintas sektor yang memiliki kompetensi dalam bidang keberlanjutan, perencanaan wilayah, kebijakan publik, dan praktik industri.

Mereka antara lain, Prof Zuzy Anna (Director SDGs Center Unpad), Gantjang Amanullah (Manajer Monitoring dan Evaluasi Sekretariat Nasional SDGs), Adriadi Dimastanto (Sekjen Indonesian Association of Urban and Regional Planners), Edison Siagian (Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah I Kemendagri), dan Rully Marinto (Vice President Sustainability and Environment PT Surveyor Indonesia).
Proses penjurian dipandu Muhrina Anggun Sari Hasibuan selaku Sustainability Expert PT Surveyor Indonesia. Para panelis menilai berdasarkan empat aspek utama yaitu inovasi, keberlanjutan, dampak, serta relevansi program terhadap target-target SDGs.

Dari penjurian akhir ini, panelis akan menentukan tiga daerah terbaik kategori kabupaten dan tiga daerah terbaik kategori kota yang akan diumumkan sekaligus menerima penghargaan pada SDGs Action Awards 2025 oleh Kementerian PPN/Bappenas.

"Melalui I-SIM 2025, kami ingin menegaskan peran sebagai entitas di bawah Danantara yang berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan berkelanjutan, inklusif, dan berbasis data," pungkas Sandry.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya