Kamis 19 November 2020, 02:50 WIB

Para Srikandi NasDem di Belantara Pilkada

Akhmad Safuan | Pilkada
Para Srikandi NasDem di Belantara Pilkada

ANTARA FOTO/AJI SETYAWAN
Calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang Bintang Narsasi Mundjirin-Gunawan Wibisono berdialog dengan relawan pemenangan secara daring.

\SEBANYAK 18 perempuan bakal bertarung di pilkada di Jawa Tengah tahun ini, baik sebagai calon kepala daerah maupun calon wakil kepala daerah. Sebagian di antara mereka ialah srikandisrikandi Partai NasDem yang akan menguji keperkasaan para pria yang masih mendominasi sebagai pemimpin di daerah.

Meskipun pilkada saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19 sehingga harus digelar dengan protokol kesehatan ketat, pertarungan pilkada di 21 kabupaten/kota di Jateng tetap menarik perhatian. Daya pikat itu antara lain datang dari penampilan para perempuan yang ikut terjun ke gelanggang.

Daya tarik juga tampak dengan tampilnya para srikandi yang diusung Partai NasDem. Jumlahnya pun tak sedikit. Mereka ialah Umi Kulsum (Blora), Bintang Narsasi (Semarang), Balgis Diab (Kota Pekalongan), Kusdinar Untung Yuni (Sragen), Etik Suryani (Sukoharjo), Ristawati P (Kebumen), Yekti Handayani (Kendal), dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Kota Semarang).

Kedigdayaan perempuan dalam memimpin daerah di Jawa Tengah sudah teruji dan merebut simpati warga. Tak berlebihan jika ada di antara mereka yang maju kembali dan tanpa lawan tanding alias melawan kotak kosong kali ini. Sri Sumarni dan Hevearita Gunaryanti Rahayu ialah contohnya. Sejarah Tanah Jawa, khususnya Jawa Tengah, juga telah membuktikan ketangguhan pemimpin wanita. Sebut saja Ratu Shima (Kalingga), Pramodhawardhani (Medang), Ratu Kalinyamat (Jepara), dan RA Kartini (Jepara/Rembang)

Calon pemimpin wanita yang diusung Partai NasDem tidak hanya bermodal paras cantik, tetapi juga berbekal kecerdasan dan pengalaman. Dengan begitu, mereka diharapkan akan semakin menarik simpati warga untuk dapat memimpin daerah lima tahun mendatang.

Umi Kulsum dan Bintang Narsasi ialah istri yang mendampingi sang suami sebagai bupati yang sukses memimpin daerah masingmasing selama dua periode. ‘’Sebagai istri bupati, saya tahu persis bagaimana pemikiran Bapak dalam mengambil kebijakan dan strategi untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan warga,’’ kata Umi, istri Bupati Blora Djoko Nugroho.

Ada pula Balgis Diab. Selain berstatus mantan Ketua DPRD Kota Pekalongan, istri mantan Wali Kota Pekalongan dua periode, Basyir Ahmad, ini tidak kalah dalam pengalaman. Bersama sang suami, dia ikut meletakkan fondasi pembangunan dan mampu mengaplisiasikan berbagai program dan tatanan aturan di ‘Kota Batik’.

Pengalaman berorganisasi dan berkiprah di DPRD, demikian Balgis, akan menjadi bekal berharga untuk memimpin daerah. Dia ingin membawa Pekalongan tidak hanya terkenal sebagai kota batik, tetapi juga memberikan nilai lebih lagi bagi kesejahteraan warga. Penataan kota yang bersih sekaligus hijau pun menjadi target.

‘’Ekonomi daerah yang morat-marit akibat covid-19, dua per tiga kota yang porak-poranda diterjang banjir rob, dan peningkatan pelayanan umum menjadi target yang harus diprioritaskan,’’ ungkap Balgis.

Bagi Hevearita, pengalaman selama lima tahun mendampingi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah menempa dirinya. Tidak mengherankan jika dia kembali dipasangkan dengan Hendrar sebagai calon tunggal.

Demikian juga kader NasDem Yekti Handayani sebagai Calon Wakil Bupati Kendal mendampingi Ali Nurudin. Merintis karier dari bawah sebagai guru tidak tetap di SD dan SMP menjadi sumber pengalaman yang tidak terlupakan. ‘’Jika Allah mengehendaki, seluruh pengalaman akan saya tumpahkan untuk membangun dan menyejahterakan Kendal,’’ tandasnya.

MI/AKHMAD SAFUAN

Calon Bupati Semarang Bintang Narsasi (kedua dari kanan) saat mendaftarkan diri ke DPW Partai NasDem Jawa Tengah untuk maju ke Pilkada Kabupaten Semarang 2020, Minggu (1/3/2020).


Peluang sama

Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat mengatakan tampilnya perempuan di pilkada Jateng ini tidak dapat dipandang enteng. Menurutnya, sama dengan calon pria, mereka punya peluang sama untuk menang. Sebab, mereka diusung oleh parpol setelah melalui proses seleksi yang ketat. ''Itu membuktikan perempuan bukan sebagai pelengkap saja, melainkan juga berada layak di garis depan untuk mempimpin.''

Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang Yety Rochwulaningsih mengatakan, sejak adanya pilkada, tingkat partisipasi perempuan cenderung meningkat. Hal itu menjadi indikator bangkitnya kembali kesadaran berpolitik para wanita.

Kemampuan perempuan dalam memimpin, imbuhnya, juga bukan hal yang baru. ''Adanya kalangan perempuan sebagai calon kepala daerah atau wakil kepala daerah ini memosisikan perempuan tidak hanya sebagai konco wingking (teman di belakang),'' kata Yety. (X-8)

Sumber : KPU/Pemkab/Tim MI/Riset MI-NRC

 

Baca Juga

DOK. MI/PIUS ERLANGGA

90% Kepala Daerah Korupsi karena Utang ke Sponsor

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 23 Desember 2020, 01:55 WIB
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) sering dibuat gerah oleh ulah sejumlah kepala daerah, baik gubernur, wali kota, maupun bupati, yang...
Sumber: KPK/PP Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah/Riset MI-NRC

Berharap Langit Cerah di Daerah

👤THEOFILUS IFAN SUCIPTO 🕔Rabu 23 Desember 2020, 00:19 WIB
PASANGAN calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro, Provinsi Lampung, nomor urut 1, Wahdi Sirajudin dan Qomaru Zaman,...
Istimewa

Dinyatakan Tidak Bersalah, Muyadi: Allah Maha Adil

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 12 Desember 2020, 21:50 WIB
DUA hari setelah pemilihan gubernur Sumatera Barat 2020 Bareskrim baru menyatakan Mulyadi tidak bersalah, karena tidak cukup bukti. Hal itu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya