Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
\SEBANYAK 18 perempuan bakal bertarung di pilkada di Jawa Tengah tahun ini, baik sebagai calon kepala daerah maupun calon wakil kepala daerah. Sebagian di antara mereka ialah srikandisrikandi Partai NasDem yang akan menguji keperkasaan para pria yang masih mendominasi sebagai pemimpin di daerah.
Meskipun pilkada saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19 sehingga harus digelar dengan protokol kesehatan ketat, pertarungan pilkada di 21 kabupaten/kota di Jateng tetap menarik perhatian. Daya pikat itu antara lain datang dari penampilan para perempuan yang ikut terjun ke gelanggang.
Daya tarik juga tampak dengan tampilnya para srikandi yang diusung Partai NasDem. Jumlahnya pun tak sedikit. Mereka ialah Umi Kulsum (Blora), Bintang Narsasi (Semarang), Balgis Diab (Kota Pekalongan), Kusdinar Untung Yuni (Sragen), Etik Suryani (Sukoharjo), Ristawati P (Kebumen), Yekti Handayani (Kendal), dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Kota Semarang).
Kedigdayaan perempuan dalam memimpin daerah di Jawa Tengah sudah teruji dan merebut simpati warga. Tak berlebihan jika ada di antara mereka yang maju kembali dan tanpa lawan tanding alias melawan kotak kosong kali ini. Sri Sumarni dan Hevearita Gunaryanti Rahayu ialah contohnya. Sejarah Tanah Jawa, khususnya Jawa Tengah, juga telah membuktikan ketangguhan pemimpin wanita. Sebut saja Ratu Shima (Kalingga), Pramodhawardhani (Medang), Ratu Kalinyamat (Jepara), dan RA Kartini (Jepara/Rembang)
Calon pemimpin wanita yang diusung Partai NasDem tidak hanya bermodal paras cantik, tetapi juga berbekal kecerdasan dan pengalaman. Dengan begitu, mereka diharapkan akan semakin menarik simpati warga untuk dapat memimpin daerah lima tahun mendatang.
Umi Kulsum dan Bintang Narsasi ialah istri yang mendampingi sang suami sebagai bupati yang sukses memimpin daerah masingmasing selama dua periode. ‘’Sebagai istri bupati, saya tahu persis bagaimana pemikiran Bapak dalam mengambil kebijakan dan strategi untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan warga,’’ kata Umi, istri Bupati Blora Djoko Nugroho.
Ada pula Balgis Diab. Selain berstatus mantan Ketua DPRD Kota Pekalongan, istri mantan Wali Kota Pekalongan dua periode, Basyir Ahmad, ini tidak kalah dalam pengalaman. Bersama sang suami, dia ikut meletakkan fondasi pembangunan dan mampu mengaplisiasikan berbagai program dan tatanan aturan di ‘Kota Batik’.
Pengalaman berorganisasi dan berkiprah di DPRD, demikian Balgis, akan menjadi bekal berharga untuk memimpin daerah. Dia ingin membawa Pekalongan tidak hanya terkenal sebagai kota batik, tetapi juga memberikan nilai lebih lagi bagi kesejahteraan warga. Penataan kota yang bersih sekaligus hijau pun menjadi target.
‘’Ekonomi daerah yang morat-marit akibat covid-19, dua per tiga kota yang porak-poranda diterjang banjir rob, dan peningkatan pelayanan umum menjadi target yang harus diprioritaskan,’’ ungkap Balgis.
Bagi Hevearita, pengalaman selama lima tahun mendampingi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah menempa dirinya. Tidak mengherankan jika dia kembali dipasangkan dengan Hendrar sebagai calon tunggal.
Demikian juga kader NasDem Yekti Handayani sebagai Calon Wakil Bupati Kendal mendampingi Ali Nurudin. Merintis karier dari bawah sebagai guru tidak tetap di SD dan SMP menjadi sumber pengalaman yang tidak terlupakan. ‘’Jika Allah mengehendaki, seluruh pengalaman akan saya tumpahkan untuk membangun dan menyejahterakan Kendal,’’ tandasnya.

MI/AKHMAD SAFUAN
Calon Bupati Semarang Bintang Narsasi (kedua dari kanan) saat mendaftarkan diri ke DPW Partai NasDem Jawa Tengah untuk maju ke Pilkada Kabupaten Semarang 2020, Minggu (1/3/2020).
Peluang sama
Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat mengatakan tampilnya perempuan di pilkada Jateng ini tidak dapat dipandang enteng. Menurutnya, sama dengan calon pria, mereka punya peluang sama untuk menang. Sebab, mereka diusung oleh parpol setelah melalui proses seleksi yang ketat. ''Itu membuktikan perempuan bukan sebagai pelengkap saja, melainkan juga berada layak di garis depan untuk mempimpin.''
Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang Yety Rochwulaningsih mengatakan, sejak adanya pilkada, tingkat partisipasi perempuan cenderung meningkat. Hal itu menjadi indikator bangkitnya kembali kesadaran berpolitik para wanita.
Kemampuan perempuan dalam memimpin, imbuhnya, juga bukan hal yang baru. ''Adanya kalangan perempuan sebagai calon kepala daerah atau wakil kepala daerah ini memosisikan perempuan tidak hanya sebagai konco wingking (teman di belakang),'' kata Yety. (X-8)

Sumber : KPU/Pemkab/Tim MI/Riset MI-NRC
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya memperluas partisipasi perempuan di bidang STEM sebagai strategi meningkatkan inovasi, daya saing, dan pembangunan SDM Indonesia.
Pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan mentor berpengalaman di bidang UMKM mengenai permasalahan dalam bisnisnya
DI setiap situasi konflik dan bencana, perempuan kini dipersepsikan dominan sebagai aktivis pendorong keadilan dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Perjuangan untuk Palestina tidak hanya dilakukan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui doa, edukasi, dan penyadaran masyarakat.
Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menggelar program Amazon Girls’ Tech Day untuk menginspirasi dan mempersiapkan generasi perempuan menghadapi masa depan.
Abdul menjelaskan, penyidik belum menahan tersangka karena pemeriksaan akan dilanjutkan.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yalimo, Papua sebagai penyelenggara pemilu dituding telah melakukan pelanggaran etik.
PAGUYUBAN Nusantara Yalimo Bangkit meminta MK untuk tidak mematikan suara rakyat Yalimo, dengan putusan yang semestinya
DEWAN Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan dua anggota KPU Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari jabatannya.
Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah tercatat sukses, meski dalam kondisi pandemi COVID-19. Pengalaman itu menjadi rujukan untuk penyelenggaraan berbasis manajemen risiko Pemilu 2024.
Ppartai politik juga harus ambil bagian dalam mendinginkan suasana dan mengajak pendukungnya untuk bisa menerima putusan MK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved