Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Jafar/Felisha Melenggang ke Putaran Kedua Swiss Terbuka 2026

Khoerun Nadif Rahmat
12/3/2026 04:23
Jafar/Felisha Melenggang ke Putaran Kedua Swiss Terbuka 2026
Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu(MI/Dok PBSI)

GANDA campuran bulu tangkis Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, melaju ke putaran kedua turnamen bulu tangkis Swiss Terbuka 2026 setelah menumbangkan wakil Inggris, Callum Hemming/Estelle Van Leeuwen, dalam pertandingan di St. Jakobshalle, Basel, Rabu (11/3) waktu setempat.

Jafar/Felisha, yang datang sebagai unggulan ketiga, tampil dominan untuk menyegel kemenangan dua gim langsung 21-17 dan 21-7.

Meski menang telak, Jafar mengaku performa lawan tidak keluar secara maksimal akibat tekanan pertandingan. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi saat kedua pasangan melakukan latih tanding, dua pekan sebelum turnamen dimulai.

"Tadi juga saya di awal expect-nya mereka akan ngasih perlawanan yang lebih. Cuma mungkin namanya pertandingan tekanannnya berbeda. Mungkin hal inin yang bikin berubah dan keuntungannya buat kami," kata Felisha.

Ia menambahkan bahwa pada gim pertama dirinya masih harus melakukan adaptasi dengan kondisi lapangan. Namun, memasuki gim kedua, perubahan strategi dilakukan untuk memastikan dominasi permainan atas pasangan Inggris tersebut.

"Puji Tuhan menjalankan pertandingan dengan baik. Tidak ada cedera, menang juga dan juga bermain cukup dominan. Catatan di gim pertama, saya masih ada adaptasi, masih ada kagok-kagoknya tapi setelah itu coba difokuskan, langsung diubah lah sesuai sama lawan untuk lebih dominan di gim kedua," sambungnya.

Senada dengan rekannya, Jafar menilai lawan banyak melakukan kesalahan sendiri yang menguntungkan posisi mereka. Jafar memilih untuk bermain lebih aman dengan memastikan bola masuk terlebih dahulu guna membangun ritme permainan yang nyaman.

"Mereka tidak terlalu in mainnya, banyak melakukan kesalahan sendiri tapi kami juga begitu. Masih banyak salahnya. Tadi coba masuk dulu saja bolanya, dienak-in mainnya," ujar Jafar.

Di sisi lain, Jafar menyayangkan hasil undian dalam turnamen tersebut. Menurutnya, posisi tersebut sangat merugikan karena menutup peluang terjadinya All Indonesian Final di turnamen level World Tour Super 300 ini.

"Memang cukup merugikan ketika semua ganda campuran Indonesia berada di pool bawah. Harusnya ada yang di atas juga daripada numpuk di bawah, sayang kan. Jadi siapa tau bisa all final, tapi ini cuma satu yang bisa masuk final," pungkas Jafar. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya