Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

PBSI Gelar Evaluasi Total Usai gagal Capai Target di All England 2026

Basuki Eka Purnama
10/3/2026 07:18
PBSI Gelar Evaluasi Total Usai gagal Capai Target di All England 2026
Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang mencapai semifinal All England(X @INABadminton)

PENGURUS Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) langsung bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa timnas. Langkah ini diambil menyusul kegagalan skuat Merah Putih memenuhi target satu gelar juara pada turnamen prestisius All England 2026 di Birmingham, Inggris.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk menemukan metode pembinaan yang lebih efektif. Hal ini menjadi prioritas utama setelah wakil Indonesia di lima sektor gagal mencapai podium tertinggi.

“Evaluasi ini akan kami lakukan secara komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas untuk melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar,” ujar Eng Hian dalam keterangan resmi yang dirilis pada Senin (9/3).

Capaian Tertinggi dan Catatan Sektor

Dalam turnamen level BWF Super 1000 tersebut, catatan terbaik Indonesia dibukukan oleh pasangan ganda putra muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Keduanya menjadi satu-satunya wakil yang mampu melangkah jauh hingga babak semifinal sebelum akhirnya terhenti.

Sementara itu, grafik performa di empat sektor lainnya, tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran, menjadi catatan merah bagi tim pelatih. Perjalanan para wakil di sektor tersebut sudah harus berakhir sejak memasuki babak perempat final.

Kesenjangan konsistensi ini menjadi salah satu poin krusial yang akan dibedah dalam rapat evaluasi di Pelatnas Cipayung. Eng Hian menegaskan bahwa inovasi dalam sistem pembinaan tidak bisa ditunda lagi demi menjaga daya saing atlet di level internasional.

“PBSI akan terus berupaya mencari metode pembinaan yang semakin efektif agar potensi para atlet dapat berkembang secara optimal dan mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi,” imbuhnya.

Permohonan Maaf kepada Publik

Menyadari bahwa bulu tangkis merupakan cabang olahraga yang menjadi tumpuan harapan bangsa, PBSI secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas hasil yang tidak memuaskan di Inggris. 

Tekanan dan ekspektasi tinggi dari masyarakat diakui menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab besar bagi federasi.

“Kami juga memahami bahwa harapan masyarakat Indonesia terhadap bulu tangkis sangat besar, terlebih di turnamen seperti All England. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memenuhi target yang telah ditetapkan,” tutur Eng Hian.

Menatap Swiss Terbuka

Meski menuai hasil minor di Birmingham, perjuangan tim Indonesia di daratan Eropa belum berakhir. Skuat Merah Putih dijadwalkan langsung bertolak menuju Basel untuk mengikuti turnamen Swiss Terbuka yang merupakan bagian dari kalender BWF World Tour.

Ajang ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi para atlet untuk memulihkan kepercayaan diri dan memperbaiki peringkat dunia. PBSI berharap para atlet dapat segera melupakan kegagalan di All England dan menunjukkan performa terbaik demi membawa pulang prestasi bagi Indonesia. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya