Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

All England 2026 jadi Sinyal Positif Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia

Khoerun Nadif Rahmat
06/3/2026 23:18
All England 2026 jadi Sinyal Positif Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia
Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat.(Dok. Kemenpora)

OPTIMISME membumbung di kubu PBSI seiring dengan performa menjanjikan para pemain muda dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026.

Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat, melihat pencapaian tujuh debutan yang menembus babak perempat final di Utilita Arena, Birmingham, sebagai sinyal kuat keberhasilan regenerasi atlet tepok bulu Tanah Air.

Indonesia tercatat meloloskan sepuluh wakil ke fase delapan besar, di mana mayoritas merupakan wajah baru yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi level Super 1000 tersebut. 

Fenomena itu dianggap sebagai prestasi luar biasa mengingat beban mental yang kerap membayangi para pemain muda saat tampil di panggung sebesar All England.

Taufik menilai keberanian para debutan untuk melangkah jauh menjadi modal berharga bagi masa depan prestasi Indonesia di kancah internasional.

"Mereka menunjukkan keberanian, semangat bertanding, dan kualitas permainan yang membuat kita optimistis dengan masa depan bulu tangkis Indonesia. Bermain di turnamen sebesar All England bukan hal yang mudah, apalagi bagi pemain muda," ungkap Taufik dalam keterangannya.

Adapun deretan nama yang mencuri perhatian dalam debut mereka kali ini meliputi tunggal putra Alwi Farhan, ganda putra Rahmat Hidayat, serta pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Selain itu, ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan ganda putri Meilysa Trias Puspitasari turut melengkapi daftar kejutan tim Merah Putih di Birmingham.

Menghadapi lawan-lawan unggulan di babak perempat final, Taufik menekankan agar para pemain tidak merasa inferior meski kalah secara peringkat.

Ia berharap momentum ini dijadikan ajang uji nyali sekaligus menambah jam terbang di level elit dunia tanpa harus terbebani oleh target yang kaku.

"Saya ingin mereka tidak merasa gentar atau terbebani dengan hal tersebut. Justru ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk menguji diri, mengukur kemampuan, sekaligus menambah pengalaman berharga di level dunia," tegas Taufik.

Lebih lanjut, ia berpesan agar para atlet muda tetap menikmati setiap reli di lapangan dan fokus pada instruksi pelatih tanpa melihat nama besar lawan. 

"Jangan terlalu memikirkan siapa lawannya atau ranking yang dimiliki. Fokus saja pada permainan sendiri, keluarkan kemampuan terbaik, dan tunjukkan semangat juang di lapangan. Dengan mental seperti itu, saya yakin mereka bisa memberikan perlawanan terbaik dan terus berkembang ke depannya," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya