Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH unggulan keempat tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, masih belum terbendung pada babak pertama All England 2026. Berlaga di Utilita Arena Birmingham, Rabu (4/3), Jonatan sukses mengalahkan perlawanan wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-11, 10-21, dan 21-15.
Kemenangan itu membawa angin segar bagi skuat Merah Putih di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.
Kendati meraih kemenangan, Jonatan mengaku sempat terkejut dengan kondisi teknis di lapangan yang berbeda dari perkiraan awal.
Karakteristik shuttlecock yang terasa lebih berat dan minimnya embusan angin di dalam arena membuat laju bola menjadi lebih lambat dibandingkan edisi sebelumnya.
Kondisi tersebut memaksa Jonatan untuk menguras tenaga lebih besar guna menghasilkan pukulan yang mematikan.
Ia pun sempat kehilangan ritme pada gim kedua lantaran akurasi pukulan yang belum sepenuhnya pas saat menghadapi perlambatan laju bola di udara.
"Jadi memang lebih banyak menggunakan tenaga, banyak menggunakan power. Harus lebih sabar lagi dan lebih tenang. Beberapa kali pukulan-pukulannya tidak pas, ketika smash misalnya bolanya agak berhenti," ujar Jonatan dikutip dari kemenangan.
Jonatan menyadari bahwa statusnya sebagai unggulan tidak menjamin jalan mudah, terutama melihat banyaknya kejutan yang terjadi pada sektor tunggal putra di hari pertama.
Kekuatan yang semakin merata di antara pemain senior dan talenta muda membuat setiap laga terasa seperti partai puncak. Tekanan besar di babak pembuka menjadi tantangan yang harus dikelola dengan baik untuk kembali menemukan sentuhan terbaik di atas lapangan.
"Banyak kejutan terjadi kemarin di tunggal putra, ya inilah maksudnya big event, pressure-nya itu pasti ada apalagi di pertandingan pembuka, selalu tidak mudah," ujarnya.
"Saya melihatnya sih cukup baik banyak pemain bagus dan juga pemain muda jadi siapapun bisa menang. Tapi memang harus menganggap setiap partai itu adalah partai final," imbuhnya. (H-3)
AJANG bulu tangkis tertua dan paling prestisius di dunia, All England 2026, berakhir dengan catatan kelam bagi tim Merah Putih
Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin membuat kejutan pada All England 2026 dengan menembus babak semifinal.
OPTIMISME membumbung di kubu PBSI seiring dengan performa menjanjikan para pemain muda dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026.
Putri mengakui masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki ketika menghadapi pemain elite dunia.
PASANGAN ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, berhasil mengamankan tiket perempat final All England 2026.
GANDA putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melangkah ke perempat final All England 2026 setelah menaklukkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri pada babak 16 besar.
Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, terhenti di babak semifinal setelah takluk dari wakil Tiongkok, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi dengan skor 19-21 dan 10-21.
Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menyerah dua gim langsung dari pasangan Jepang, Sumire Nakade/Miyu Takahashi, dengan skor 10-21 dan 20-22 di Orleans Masters.
Di semifinal Orleans Masters, Rachel/Febi akan berhadapan dengan pasangan Jepang Sumire Nakade/Miyu Takahashi.
Di babak semifinal Orleans Masters, Leo/Bagas akan berhadapan dengan pasangan asal Tiongkok, Hu Ke Yuan/Li Xiang Yi.
Amri/Nita tampil solid sejak awal laga untuk menyudahi perlawanan Wassink/Jille melalui permainan dua gim langsung dengan skor meyakinkan, 21-13 dan 21-12.
Rachel/Febi yang menempati posisi unggulan kedelapan berhasil menundukkan wakil Taiwan, Chen Su Yu/Lee Yu-Hsuan, dengan skor akhir 14-21, 21-6, dan 21-13.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved