Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Dugaan Sabotase Shuttlecock Warnai Kemenangan Jonatan Christie di India Terbuka 2026

Basuki Eka Purnama
15/1/2026 07:16
Dugaan Sabotase Shuttlecock Warnai Kemenangan Jonatan Christie di India Terbuka 2026
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie(X @INABadminton)

TUNGGAL putra bulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, mengawali langkahnya di turnamen BWF World Tour Super 750 India Terbuka 2026 dengan catatan impresif sekaligus kontroversial. 

Meski berhasil menumbangkan wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh, Jonatan sempat menyinggung adanya dugaan pelanggaran fair play terkait kondisi shuttlecock di lapangan.

Bertanding di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, Rabu (14/1), Jonatan, yang datang sebagai unggulan ketiga, tampil dominan. 

Ia menyudahi perlawanan Jason Teh dalam waktu 40 menit melalui permainan dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 21-10. Namun, di balik kemenangan telak tersebut, terselip keganjilan yang dirasakan Jonatan sejak gim pertama.

Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo ini mengaku mulai curiga ketika merasakan perbedaan drastis pada laju shuttlecock yang digunakan. Perubahan itu dirasakannya saat posisi bola berada di tangan lawan.

“Saat dia servis, saya buang, kok terasa kencang. Feeling dan touch-nya berbeda. Saya sempat berpikir apakah bolanya diganti,” ujar Jonatan dalam keterangan resmi PP PBSI seusai laga.

Kecurigaan Jonatan semakin menguat ketika ia mendapatkan kesempatan memegang bola tersebut secara langsung. Ia menemukan adanya kerusakan fisik yang tidak wajar pada bulu-bulu shuttlecock yang baru saja digunakan.

“Saat saya pegang, kelihatan seperti ada bekas dipetik. Kalau dipetik itu kadang bisa jadi cepat atau lambat. Kebetulan di gim pertama saya juga sedikit menang angin, jadi terasa tambah kencang,” jelas Jojo.

Meskipun merasa ada yang tidak beres, Jonatan mengaku tidak melihat secara langsung kapan tindakan manipulasi tersebut dilakukan. 

Ia pun sempat melayangkan protes dan bertanya kepada service judge yang bertugas. Namun, wasit menyatakan pertandingan tetap berjalan sesuai aturan dan dianggap bersih.

“Saya tanya ke service judge dan dinyatakan clean. Tapi di shuttlecock-nya memang ada bekas seperti petikan kuku yang tidak ada di shuttlecock baru,” kata Jonatan menekankan kejanggalan tersebut.

Hingga laga berakhir, pihak lawan tetap pada posisinya dan tidak mengakui adanya dugaan manipulasi bola tersebut. 

Enggan terjebak dalam drama lapangan, Jonatan memilih untuk bersikap dewasa dan segera mengakhiri polemik tersebut demi menjaga fokus di turnamen.

“Pertandingan sudah selesai dan tidak perlu dibahas lagi,” tegasnya singkat.

Kemenangan ini membawa Jonatan melaju ke putaran kedua India Terbuka 2026. Ia dijadwalkan akan menghadapi tantangan berat dari wakil Jepang, Yushi Tanaka. 

Laga mendatang akan menjadi ajang pembuktian bagi Jonatan, mengingat pada pertemuan terakhir di Australia Terbuka 2025, ia harus mengakui keunggulan Tanaka dengan skor cukup telak, 17-21 dan 7-21. (Ant/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya