Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putri bulu tangkis Indonesia Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti sukses mengamankan tiket ke babak 16 besar turnamen Jerman Terbuka.
Bertanding di Westenergie Sporthalle, Mulheim, Kamis (24/2), Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Kemenangan ini diraih berkat konsistensi permainan sejak gim pertama. Tiwi menjelaskan bahwa mereka mampu menjalankan strategi sesuai rencana awal.
"Alhamdulillah, pada pertandingan hari ini, kami bisa meraih kemenangan dengan baik. Di gim pertama, kami sudah menerapkan pola permainan seperti yang biasa kami mainkan dan itu berjalan cukup lancar sehingga bisa menang dengan cukup meyakinkan," ujar Tiwi dalam keterangannya.
Memasuki gim kedua, tantangan sempat datang dari pasangan Denmark yang berusaha mengubah ritme dengan reli-reli panjang. Tiwi/Fadia bahkan sempat tertinggal perolehan poin sebelum akhirnya kembali menemukan pola permainan terbaik mereka.
"Kami mencoba tetap mengikuti tempo lebih dulu, lalu ketika ada celah untuk mengubah pola, kami langsung melakukan penyesuaian dan kembali ke permainan yang kami inginkan," ungkap Tiwi.
Selain tekanan dari lawan, Fadia mengakui adanya kendala teknis terkait kondisi lapangan. Menurutnya, hembusan angin di arena pertandingan cukup berpengaruh dibandingkan saat sesi latihan.
Meski begitu, komunikasi yang baik antara dirinya, Tiwi, serta arahan dari pelatih menjadi kunci untuk mengatasi situasi tersebut.
"Hari ini di lapangan kami bertanding, terasa ada angin yang cukup berpengaruh. Tapi kami segera berkomunikasi lagi di lapangan, dan juga sempat berdiskusi dengan Coach Titin untuk menenangkan diri dan menyesuaikan permainan supaya lebih nyaman," ungkap Fadia.
Fadia juga menyoroti atmosfer pertandingan yang terasa berbeda dari biasanya lantaran jumlah delegasi Indonesia yang tidak sebanyak turnamen lain.
Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi fokus mereka untuk terus mengejar poin peringkat dunia.
"Secara keseluruhan, feel pertandingan kali ini juga cukup berbeda karena jumlah pemain Indonesia yang bertanding tidak sebanyak biasanya, jadi suasananya tidak terlalu ramai. Tapi kami tetap berusaha fokus, apalagi saat ini kami juga sedang mengejar poin ranking. Jadi kami ingin memberikan yang terbaik di setiap kesempatan," imbuhnya.
Menyongsong babak 16 besar, Tiwi/Fadia dijadwalkan akan menghadapi pasangan Taiwan, Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun. Tiwi menegaskan bahwa mereka akan segera melakukan evaluasi dan persiapan teknis bersama tim pelatih.
"Kami akan melakukan evaluasi bersama, berdiskusi dengan pelatih, serta menonton analisis video untuk mempersiapkan strategi yang terbaik menghadapi pertandingan babak 16 besar besok," tutup Tiwi. (Z-1)
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Indonesia Terbuka level Super 1000 kini berdurasi 11 hari. PBSI sebut ini investasi strategis untuk prestise turnamen, peluang atlet, dan pengalaman sportainment bagi penonton.
BWF mengumumkan transformasi besar World Tour 2027-2030. Denmark Open naik ke level Super 1000, total 36 turnamen setahun, format baru, dan hadiah hingga USD 26,9 juta.
PP PBSI menjadikan capaian di Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 sebagai bahan evaluasi krusial untuk mematangkan skuad menuju Piala Thomas dan Uber 2026.
Memasuki gim kedua dan ketiga, Amallia/Fadia tampil lebih tenang dan mampu membalikkan keadaan hingga memastikan gelar juara.
Tiwi/Fadia gagal melaju ke semifinal Indonesia Masters setelah ditundukkan wakil Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, dengan skor 21-16, 11-21, dan 14-21.
Apriyani/Lanny sukses mengamankan tiket perempat final Indonesia Masters usai mengalahkan wakil Hong Kong, Tsaing Hiu Yan/Yeung Piu Lam 21-17 dan 21-18.
Keputusan ini diambilPBSI lantaran performa kedua pasangan ganda putri tersebut dinilai stagnan dan tidak memenuhi target yang ditetapkan oleh tim pelatih.
Dua andalan tenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen, harus saling berhadapan untuk memperebutkan tiket ke semifinal sektor ganda putri ASB Classic, Rabu (7/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved