Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH ganda putri bulu tangkis Indonesia, Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, harus terhenti di babak perempat final Indonesia Masters 2026.
Meski sempat mencuri gim pertama, Tiwi/Fadia gagal melaju ke semifinal setelah ditundukkan wakil Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, dengan skor 21-16, 11-21, dan 14-21 di Istora Senayan, Jumat (23/1).
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi pasangan debutan tersebut, terutama mengenai konsistensi pola permainan yang mendadak hilang setelah gim pembuka.
Penyebab utama kekalahan Tiwi/Fadia terletak pada ketidakmampuan mereka mempertahankan identitas permainan di gim kedua.
Setelah tampil menekan dan mengontrol tempo di gim pertama, mereka justru membiarkan Igarashi/Takahashi mendikte jalannya pertandingan.
“Pada gim kedua, kami benar-benar terbawa pola permainan mereka. Di gim awal, kami sudah pegang pola permainan, tapi di gim kedua kami malah ikut permainan lawan dan jadi melambat,” ujar Tiwi menjelaskan penurunan performa mereka.
Perubahan ritme yang melambat ini menjadi bumerang. Pasangan Jepang yang dikenal ulet justru mendapatkan ruang untuk mengembangkan strategi mereka, sementara Tiwi/Fadia kehilangan agresivitas yang menjadi senjata utama mereka di awal laga.
Memasuki gim penentu, Tiwi/Fadia sebenarnya sempat menyadari kesalahan taktis tersebut dan berupaya mengambil alih kendali. Namun, kendala psikologis muncul saat sejumlah kesalahan sendiri (unforced errors) mulai mengganggu fokus mereka.
Fadia mengungkapkan kegagalan mereka bukan disebabkan oleh beban mental bermain di depan publik sendiri, melainkan kesulitan untuk lepas dari bayang-bayang kesalahan sebelumnya.
“Sebenarnya di awal gim ketiga kita sempat memimpin dan sudah sadar kalau di gim kedua terlalu mengikuti pola mereka. Tapi ada kesalahan-kesalahan kecil yang bikin kepikiran terus, jadi tidak cepat lepas,” aku Fadia.
Sebagai unit baru di sektor ganda putri, faktor adaptasi dan pengenalan karakter satu sama lain di momen krusial menjadi PR besar. Fadia mengakui bahwa membangun sinkronisasi pola permainan di bawah tekanan turnamen besar bukanlah perkara mudah.
“Banyak pelajaran dan PR untuk kami, terutama cari pola permainan sendiri dan kebiasaan masing-masing partner, karena itu tidak mudah,” tambahnya.
Meski perjalanan mereka di Istora berakhir prematur, Tiwi/Fadia tetap bersyukur atas pengalaman di turnamen pertama mereka ini. Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi mendalam untuk mematangkan transisi pola permainan agar tidak mudah terbawa arus strategi lawan di turnamen mendatang. (Ant/Z-1)
Meski secara umum performanya meningkat, Indra menyoroti beberapa aspek krusial yang harus segera dibenahi Alwi Farhan.
Kepala Pelatih Tunggal Putri PP PBSI, Imam Tohari, menekankan pentingnya peningkatan kepercayaan diri dan kematangan permainan bagi Putri Kusuma Wardani (Putri KW).
Meski menunjukkan potensi besar, konsistensi Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di level elite dinilai masih perlu dipoles melalui perbaikan komunikasi dan ketajaman analisis di lapangan.
Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, terhenti di babak semifinal setelah takluk dari wakil Tiongkok, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi dengan skor 19-21 dan 10-21.
Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menyerah dua gim langsung dari pasangan Jepang, Sumire Nakade/Miyu Takahashi, dengan skor 10-21 dan 20-22 di Orleans Masters.
Di semifinal Orleans Masters, Rachel/Febi akan berhadapan dengan pasangan Jepang Sumire Nakade/Miyu Takahashi.
Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum menyerah dua gim langsung dari pasangan Jepang, Sumire Nakade/Miyu Takahashi, dengan skor 10-21 dan 20-22 di Orleans Masters.
Di semifinal Orleans Masters, Rachel/Febi akan berhadapan dengan pasangan Jepang Sumire Nakade/Miyu Takahashi.
Rachel/Febi yang menempati posisi unggulan kedelapan berhasil menundukkan wakil Taiwan, Chen Su Yu/Lee Yu-Hsuan, dengan skor akhir 14-21, 21-6, dan 21-13.
Rachel/Febi menyerah di tangan pasangan Tiongkok Bao Li Jing/Luo Xu Min di putaran pertama Swiss Terbuka dengan skor 9-21 dan 19-21.
Pasangan ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari berhasil melaju ke babak 16 besar All England 2026
PASANGAN ganda putri Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi, sukses melangkah ke babak kedua All England 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved