Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Tersingkir di Perempat Final Indonesia Masters. Tiwi/Fadia Akui Terbawa Ritme Permainan Lawan

Basuki Eka Purnama
24/1/2026 04:09
Tersingkir di Perempat Final Indonesia Masters. Tiwi/Fadia Akui Terbawa Ritme Permainan Lawan
Ganda putri Indonesia Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti(MI/RAMDANI)

LANGKAH ganda putri bulu tangkis Indonesia, Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, harus terhenti di babak perempat final Indonesia Masters 2026. 

Meski sempat mencuri gim pertama, Tiwi/Fadia gagal melaju ke semifinal setelah ditundukkan wakil Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, dengan skor 21-16, 11-21, dan 14-21 di Istora Senayan, Jumat (23/1).

Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi pasangan debutan tersebut, terutama mengenai konsistensi pola permainan yang mendadak hilang setelah gim pembuka.

Terjebak Permainan Lambat

Penyebab utama kekalahan Tiwi/Fadia terletak pada ketidakmampuan mereka mempertahankan identitas permainan di gim kedua. 

Setelah tampil menekan dan mengontrol tempo di gim pertama, mereka justru membiarkan Igarashi/Takahashi mendikte jalannya pertandingan.

“Pada gim kedua, kami benar-benar terbawa pola permainan mereka. Di gim awal, kami sudah pegang pola permainan, tapi di gim kedua kami malah ikut permainan lawan dan jadi melambat,” ujar Tiwi menjelaskan penurunan performa mereka.

Perubahan ritme yang melambat ini menjadi bumerang. Pasangan Jepang yang dikenal ulet justru mendapatkan ruang untuk mengembangkan strategi mereka, sementara Tiwi/Fadia kehilangan agresivitas yang menjadi senjata utama mereka di awal laga.

Kesalahan Kecil dan Kendala Komunikasi Lapangan

Memasuki gim penentu, Tiwi/Fadia sebenarnya sempat menyadari kesalahan taktis tersebut dan berupaya mengambil alih kendali. Namun, kendala psikologis muncul saat sejumlah kesalahan sendiri (unforced errors) mulai mengganggu fokus mereka.

Fadia mengungkapkan kegagalan mereka bukan disebabkan oleh beban mental bermain di depan publik sendiri, melainkan kesulitan untuk lepas dari bayang-bayang kesalahan sebelumnya.

“Sebenarnya di awal gim ketiga kita sempat memimpin dan sudah sadar kalau di gim kedua terlalu mengikuti pola mereka. Tapi ada kesalahan-kesalahan kecil yang bikin kepikiran terus, jadi tidak cepat lepas,” aku Fadia.

Tantangan Sebagai Pasangan Baru

Sebagai unit baru di sektor ganda putri, faktor adaptasi dan pengenalan karakter satu sama lain di momen krusial menjadi PR besar. Fadia mengakui bahwa membangun sinkronisasi pola permainan di bawah tekanan turnamen besar bukanlah perkara mudah.

“Banyak pelajaran dan PR untuk kami, terutama cari pola permainan sendiri dan kebiasaan masing-masing partner, karena itu tidak mudah,” tambahnya.

Meski perjalanan mereka di Istora berakhir prematur, Tiwi/Fadia tetap bersyukur atas pengalaman di turnamen pertama mereka ini. Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi mendalam untuk mematangkan transisi pola permainan agar tidak mudah terbawa arus strategi lawan di turnamen mendatang. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya