Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEBULU tangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Gloria Emanuelle Widjaja, membawa misi besar di ajang Jerman Terbuka 2026. Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas hanya sebagai runner-up di edisi sebelumnya.
Langkah menuju gelar juara semakin terbuka setelah pasangan beda negara ini memastikan tiket ke babak semifinal.
Bermain di Westenergie Sporthalle, Sabtu (28/2) dini hari WIB, Gloria/Terry sukses menumbangkan unggulan kelima asal Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, dalam permainan taktis dua gim langsung, 21-17 dan 21-13.
Dalam laga perempat final tersebut, Gloria mengungkapkan bahwa aspek psikologis menjadi pembeda di lapangan. Ia memuji performa Terry yang dinilai tampil jauh lebih terkendali dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya.
“Kuncinya mungkin ketenangan. Hari ini kami benar-benar bisa lebih calm di lapangan. Kami juga tidak tergesa-gesa dan bisa mengontrol tempo dengan lebih baik,” ujar Gloria melalui keterangan resmi PP PBSI.
Senada dengan Gloria, Terry menegaskan bahwa menjaga aspek nonteknis adalah prioritas mereka untuk meredam perlawanan lawan yang lebih diunggulkan secara peringkat.
“Kalau bisa enjoy di lapangan dan mengontrol emosi, saya bisa lebih tenang di court. Itu faktor yang paling penting,” tegas Terry.
Bagi Gloria, Jerman Terbuka memiliki histori yang cukup emosional. Tercatat, ia sudah dua kali mencapai partai puncak namun selalu gagal di langkah terakhir.
Pada 2019, ia menjadi finalis saat berpasangan dengan Hafiz Faizal, dan kembali mengulang posisi yang sama pada 2025 bersama Rehan Naufal Kusharjanto.
Kemenangan di perempat final ini menjadi suntikan motivasi tambahan bagi pemain bertubuh jangkung tersebut untuk memutus tren negatif di turnamen level Super 300 ini.
“Kami ingin melangkah step by step. Tapi karena minggu ini sudah sampai di tahap ini, pasti ada keinginan untuk bisa ke final. Kalau bisa tentu ingin menjadi juara,” kata Gloria.
“Apalagi saya sudah dua kali menjadi runner-up di Jerman Terbuka. Semoga tahun ini bersama Terry bisa mendapat hasil terbaik. Tapi kami tetap fokus satu pertandingan demi satu pertandingan,” lanjutnya.
Di babak empat besar, Gloria/Terry akan ditantang oleh unggulan kedelapan asal Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch.
Pasangan Denmark tersebut melaju ke semifinal usai menyingkirkan wakil Skotlandia, Alexander Dunn/Julie Macpherson, dengan skor 21-11 dan 21-18.
Menghadapi laga krusial tersebut, Terry memilih untuk tetap membumi dan fokus pada kualitas permainan daripada terbebani target juara.
“Untuk besok tentu harus lebih tenang lagi. Setiap masuk lapangan pasti ingin menang, tapi yang paling penting adalah menikmati dulu proses permainannya. Kalau prosesnya sudah benar, hasil biasanya akan mengikuti,” tutup Terry. (Ant/Z-1)
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Pasangan ganda campuran, Terry Hee Yong Kai/Gloria Emanuelle Widjaja, mengamankan tiket semifinal turnamen bulu tangkis Jerman Terbuka 2026
Langkah mulus dicatatkan duet ganda campuran beda negara, Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia) dan Hee Yong Kai Terry (Singapura)
Ia mengakui bahwa Bobby/Melati sempat mendominasi di awal laga, namun dirinya dan Adnan berhasil merebut ritme permainan pada saat-saat krusial.
Kondisi tersebut membuat Adnan/Indah kehilangan ritme dan harus merelakan gim pembuka.
Kemenangan itu diraih melalui drama tiga gim yang berakhir dengan skor 15-21, 21-17, dan 21-15. Keberhasilan itu sekaligus mengukuhkan ketangguhan mental Chen/Toh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved