Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Ambisi Gloria Emanuelle Widjaja Putus Kutukan Runner-Up di Jerman Terbuka 2026

Basuki Eka Purnama
28/2/2026 10:34
Ambisi Gloria Emanuelle Widjaja Putus Kutukan Runner-Up di Jerman Terbuka 2026
Ganda campuran Gloria Emanuelle Widjaja dan Hee Yong Kai Terry(X @INABadminton)

PEBULU tangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Gloria Emanuelle Widjaja, membawa misi besar di ajang Jerman Terbuka 2026. Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas hanya sebagai runner-up di edisi sebelumnya.

Langkah menuju gelar juara semakin terbuka setelah pasangan beda negara ini memastikan tiket ke babak semifinal. 

Bermain di Westenergie Sporthalle, Sabtu (28/2) dini hari WIB, Gloria/Terry sukses menumbangkan unggulan kelima asal Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, dalam permainan taktis dua gim langsung, 21-17 dan 21-13.

Kunci Kemenangan: Ketenangan dan Kontrol Tempo

Dalam laga perempat final tersebut, Gloria mengungkapkan bahwa aspek psikologis menjadi pembeda di lapangan. Ia memuji performa Terry yang dinilai tampil jauh lebih terkendali dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya.

“Kuncinya mungkin ketenangan. Hari ini kami benar-benar bisa lebih calm di lapangan. Kami juga tidak tergesa-gesa dan bisa mengontrol tempo dengan lebih baik,” ujar Gloria melalui keterangan resmi PP PBSI.

Senada dengan Gloria, Terry menegaskan bahwa menjaga aspek nonteknis adalah prioritas mereka untuk meredam perlawanan lawan yang lebih diunggulkan secara peringkat.

“Kalau bisa enjoy di lapangan dan mengontrol emosi, saya bisa lebih tenang di court. Itu faktor yang paling penting,” tegas Terry.

Memutus Rantai Final yang Kandas

Bagi Gloria, Jerman Terbuka memiliki histori yang cukup emosional. Tercatat, ia sudah dua kali mencapai partai puncak namun selalu gagal di langkah terakhir. 

Pada 2019, ia menjadi finalis saat berpasangan dengan Hafiz Faizal, dan kembali mengulang posisi yang sama pada 2025 bersama Rehan Naufal Kusharjanto.

Kemenangan di perempat final ini menjadi suntikan motivasi tambahan bagi pemain bertubuh jangkung tersebut untuk memutus tren negatif di turnamen level Super 300 ini.

“Kami ingin melangkah step by step. Tapi karena minggu ini sudah sampai di tahap ini, pasti ada keinginan untuk bisa ke final. Kalau bisa tentu ingin menjadi juara,” kata Gloria. 

“Apalagi saya sudah dua kali menjadi runner-up di Jerman Terbuka. Semoga tahun ini bersama Terry bisa mendapat hasil terbaik. Tapi kami tetap fokus satu pertandingan demi satu pertandingan,” lanjutnya.

Menuju Babak Semifinal

Di babak empat besar, Gloria/Terry akan ditantang oleh unggulan kedelapan asal Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch. 

Pasangan Denmark tersebut melaju ke semifinal usai menyingkirkan wakil Skotlandia, Alexander Dunn/Julie Macpherson, dengan skor 21-11 dan 21-18.

Menghadapi laga krusial tersebut, Terry memilih untuk tetap membumi dan fokus pada kualitas permainan daripada terbebani target juara.

“Untuk besok tentu harus lebih tenang lagi. Setiap masuk lapangan pasti ingin menang, tapi yang paling penting adalah menikmati dulu proses permainannya. Kalau prosesnya sudah benar, hasil biasanya akan mengikuti,” tutup Terry. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya