Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH awal tim bulu tangkis Indonesia di ajang BWF World Tour Super 1000 Malaysia Terbuka 2026 dipastikan tidak akan mudah. Berdasarkan hasil undian yang dirilis, ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu langsung dipertemukan dengan lawan tangguh di laga pembuka.
Jafar/Felisha dijadwalkan menantang unggulan keempat asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei.
Duel ini menjadi tantangan mental sekaligus pembuktian bagi pasangan muda Indonesia tersebut. Pasalnya, rekor pertemuan berpihak mutlak kepada wakil tuan rumah.
Dalam enam pertemuan sepanjang kalender kompetisi 2025, Jafar/Felisha belum pernah sekalipun memetik kemenangan atas Chen/Toh.
Statistik menunjukkan betapa dominannya pasangan Malaysia tersebut. Di Indonesia Masters 2025, Jafar/Felisha takluk dua gim langsung.
Perlawanan sengit sempat diberikan di Jepang Terbuka, Kejuaraan Dunia, Tiongkok Masters, hingga BWF World Tour Finals 2025 dengan memaksa terjadinya rubber game, namun kemenangan tetap gagal diraih.
Meski memiliki catatan minor 0-6 secara head-to-head, peluang bagi Jafar/Felisha tetap terbuka mengingat dinamika turnamen pembuka musim seringkali menghadirkan kejutan di lapangan.
Selain Jafar/Felisha, sektor ganda campuran juga menurunkan pasangan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata.
Berbeda nasib dengan kompatriotnya, Marwan/Aisyah akan menghadapi wakil Prancis, Julien Maio/Lea Palermo. Laga ini diprediksi akan berlangsung menarik mengingat kedua pasangan belum pernah bertemu sebelumnya di turnamen resmi.
Secara keseluruhan, Indonesia mengirimkan sembilan wakil terbaiknya untuk berlaga di Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
Di sektor tunggal putra, tumpuan harapan berada di pundak Jonatan Christie dan pemain muda Alwi Farhan. Sementara di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya wakil Merah Putih.
Sektor ganda putra mengirimkan amunisi terbanyak dengan tiga pasangan, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, serta pasangan non-pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.
Sedangkan di sektor ganda putri, Indonesia hanya mengandalkan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Turnamen ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi Indonesia untuk mengakhiri puasa gelar di Malaysia Terbuka. Terakhir kali lagu Indonesia Raya berkumandang di ajang ini adalah pada edisi 2023, saat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil naik ke podium tertinggi setelah menumbangkan wakil Tiongkok. (Ant/Z-1)
OPTIMISME membumbung di kubu PBSI seiring dengan performa menjanjikan para pemain muda dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026.
Putri mengakui masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki ketika menghadapi pemain elite dunia.
PBSI pastikan tim nasional bulu tangkis Indonesia tetap berangkat ke Swiss Terbuka 2026 via Istanbul guna hindari dampak konflik Iran. Simak jadwal keberangkatannya.
LANGKAH tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, belum terbendung pada ajang All England 2026. Pemain unggulan keenam tersebut sukses mengamankan tiket perempat final.
LANGKAH unggulan keempat tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, masih belum terbendung pada babak pertama All England 2026.
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, berhasil mengamankan tiket perempat final All England 2026 setelah memenangi laga derbi kontra rekan senegara
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Pasangan ganda campuran, Terry Hee Yong Kai/Gloria Emanuelle Widjaja, mengamankan tiket semifinal turnamen bulu tangkis Jerman Terbuka 2026
Langkah mulus dicatatkan duet ganda campuran beda negara, Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia) dan Hee Yong Kai Terry (Singapura)
Ia mengakui bahwa Bobby/Melati sempat mendominasi di awal laga, namun dirinya dan Adnan berhasil merebut ritme permainan pada saat-saat krusial.
Kondisi tersebut membuat Adnan/Indah kehilangan ritme dan harus merelakan gim pembuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved