Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA pertandingan di GOR Orom Sungailiat, Kabupaten Bangka, terasa ramai sejak babak awal Bupati Bangka Cup 2026. Sebanyak 338 atlet dari berbagai daerah datang membawa target yang sama, menembus final dan membawa pulang gelar.
Di tengah persaingan itu, dua nama ikut mencuri perhatian. Reigan Chenartha dan Nadia berhasil menutup turnamen dengan gelar juara di kategori berbeda.
Panitia membagi 12 kategori pembinaan mulai dari usia dini hingga taruna. Empat kategori lain masuk kelompok dewasa, termasuk kategori Open Nasional yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah dan klub.
Di kategori Ganda Putra Umum Open Nasional, Reigan tampil stabil sejak babak awal. Ia menghadapi pasangan dari sejumlah klub besar. Permainan cepat dan konsistensi menjadi kunci hingga laga final.
“Saya senang bisa menutup turnamen ini dengan hasil terbaik. Persaingan di kategori open cukup ketat karena banyak pemain dari klub besar. Saya fokus menjaga ritme permainan dari awal sampai final. Latihan rutin dan dukungan dari tim sangat membantu,” kata Reigan.
Di sektor berbeda, Nadia tampil kuat di kategori Ganda Campuran Open Bangka Belitung. Ia bermain aktif di area depan net dan menjaga komunikasi dengan pasangan mainnya sepanjang pertandingan.

“Setiap pertandingan punya tekanan yang berbeda. Di nomor ganda campuran, komunikasi dengan pasangan sangat penting. Kami mencoba tetap tenang dan bermain konsisten di setiap poin. Gelar ini jadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan,” ujar Nadia.
Bupati Bangka Cup dikenal sebagai salah satu turnamen daerah yang rutin menarik peserta dari berbagai provinsi. Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan, setiap pertandingan berlangsung kompetitif sejak babak penyisihan.
Prestasi Reigan dan Nadia menunjukkan mahasiswa mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan olahraga kompetitif. Bagi mahasiswa yang aktif berlatih, turnamen seperti ini menjadi ruang untuk menguji kemampuan di level yang lebih luas.
Rektor Universitas Pembangunan Jaya, Elisabeth Rukmini, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi mahasiswa di bidang olahraga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.
“Kami mengapresiasi capaian Reigan dan Nadia. Prestasi seperti ini menunjukkan mahasiswa mampu mengelola waktu antara studi dan aktivitas kompetitif. Kampus akan terus mendukung mahasiswa yang ingin mengembangkan potensi di berbagai bidang, termasuk olahraga,” ujar Rektor Universitas Pembangunan Jaya.
Bagi banyak mahasiswa, dunia kampus sering kali menjadi tempat pertama untuk menyeimbangkan banyak peran sekaligus. Studi, latihan, dan kompetisi berjalan beriringan. Kisah Reigan dan Nadia menunjukkan bahwa konsistensi latihan dan manajemen waktu bisa membawa hasil di arena pertandingan. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved