Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Sejarah Seluncur Salju Slopestyle: Evolusi dari Gaya Jalanan ke Olimpiade

Media Indonesia
18/2/2026 20:08
Sejarah Seluncur Salju Slopestyle: Evolusi dari Gaya Jalanan ke Olimpiade
Ilustrasi(olympics.com)

 

Seluncur salju atau snowboarding disiplin slopestyle kini dikenal sebagai salah satu cabang olahraga musim dingin yang paling dinamis dan visual di dunia. Namun, sebelum mencapai kemegahan panggung Olimpiade, slopestyle lahir dari semangat kebebasan para rider yang ingin membawa gaya jalanan ke lereng pegunungan yang kaku.

Akar Budaya: Dari Aspal ke Salju

Sejarah slopestyle tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kuat skateboard dan BMX. Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, pionir seperti Jake Burton Carpenter dan Tom Sims mulai bereksperimen dengan papan yang memungkinkan mereka melakukan trik, bukan sekadar meluncur lurus.

Jika disiplin halfpipe meniru bentuk kolam renang kosong, slopestyle lahir dari keinginan untuk menaklukkan rintangan apa pun yang ada di lintasan. Pada awalnya, para rider menggunakan rintangan alami seperti batang pohon tumbang atau gundukan salju. Seiring berjalannya waktu, resor ski mulai membangun terrain park yang dilengkapi dengan rails, boxes, dan lompatan buatan manusia (jumps).

Info Menarik: Istilah "Slopestyle" merujuk pada gaya (style) yang ditunjukkan atlet saat menuruni lereng (slope) yang penuh rintangan.

Era X Games dan Ledakan Popularitas

Tahun 1997 menjadi titik balik penting ketika slopestyle secara resmi dipertandingkan dalam ajang Winter X Games pertama. Kompetisi ini memberikan platform bagi para atlet untuk menunjukkan orisinalitas, dua elemen kunci yang membedakan slopestyle dari disiplin balap salju tradisional.

Di era ini, nama-nama legendaris mulai bermunculan. Mereka tidak hanya dinilai dari seberapa tinggi mereka melompat, tetapi juga bagaimana mereka mengombinasikan trik di atas rel (grinds) dengan putaran udara yang kompleks (spins dan flips).

Gebrakan Olimpiade Sochi 2014

Meskipun snowboarding sudah masuk Olimpiade sejak 1998 melalui nomor Halfpipe dan Giant Slalom, disiplin slopestyle baru mendapatkan pengakuan resmi pada Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi, Rusia. Keputusan ini diambil karena tingginya minat penonton muda terhadap olahraga ekstrem.

Dunia menyaksikan sejarah tercipta saat Sage Kotsenburg (AS) meraih medali emas pertama untuk kategori pria, dan Jamie Anderson (AS) memenangkan kategori wanita. Kemenangan Kotsenburg dengan trik "Holy Crail" yang kreatif membuktikan bahwa dalam slopestyle, estetika dan gaya tetap menjadi prioritas utama.

Evolusi Teknis dan Masa Depan

Kini, lintasan slopestyle modern adalah karya seni teknik yang rumit. Sebuah lintasan standar biasanya terdiri dari dua bagian utama:

Bagian Lintasan Deskripsi
Section Jibbing Rangkaian rel (rails), kotak (boxes), dan rintangan logam untuk trik keseimbangan.
Section Jump Lompatan raksasa (kickers) untuk melakukan rotasi udara yang kompleks.

Memasuki tahun 2026, slopestyle terus berkembang dengan trik-trik yang semakin ekstrem. Namun, intinya tetap sama: ekspresi diri tanpa batas di atas hamparan salju.

FAQ: People Also Ask

  • Apa perbedaan slopestyle dan big air? Slopestyle adalah rangkaian rintangan (rel dan beberapa lompatan), sedangkan Big Air hanya fokus pada satu lompatan raksasa untuk satu trik terbaik.
  • Bagaimana penilaian dalam slopestyle? Juri menilai berdasarkan Amplitude (ketinggian), Difficulty (kesulitan), Variety (variasi), dan Execution (kerapian).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya