Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS peringkat satu dunia Carlos Alcaraz menegaskan tidak dapat menganggap enteng Jannik Sinner. Setelah berhasil menundukkan rival utamanya itu di final AS Terbuka awal September lalu dalam empat set, Alcaraz kini menyadari petenis peringkat dua dunia itu akan datang dengan pendekatan baru.
"Saya tahu ia akan mengubah sesuatu dari pertandingan terakhir," kata Alcaraz, kemarin. "Hal sama seperti yang saya lakukan ketika kalah darinya beberapa kali, saya berusaha menjadi pemain yang lebih baik saat menghadapinya lagi. Saya harus fokus dan saya harus siap untuk perubahan itu," tambah petenis asal Spanyol tersebut.
Duel Alcaraz dan Sinner ke depan diprediksi menjadi era baru tenis dunia setelah masa the Big Four (Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Andy Murray). Rivalitas antara keduanya bahkan sudah mendapat julukan yakni Sincaraz yang merujuk nama kedua petenis.
Musim ini keduanya benar-benar mendominasi tenis putra. Semua final grand slam 2025 mempertemukan Alcaraz dan Sinner. Dari final itu, masing-masing petenis meraih dua gelar.
Dominasi ini diprediksi terus berlanjut mengingat usia mereka masih sangat muda. Alcaraz baru 22 tahun sedangkan Sinner dua tahun lebih senior.
"Rivalitas kami semakin berkembang. Menurut saya ini bagus, tidak hanya untuk kami berdua, tetapi juga untuk dunia tenis," ujar Alcaraz.
"Kita lihat saja nanti berapa kali saya akan bertanding melawannya dan dalam situasi apa kami akan bermain. Saat ini, semua berjalan dengan baik."
Pekan ini, Sinner akan tampil di Tiongkok Terbuka di Beijing yang menjadi turnamen pertamanya sejak final AS Terbuka. Dia sendiri mengakui kelemahannya usai tumbang di AS Terbuka dari Alcaraz.
Petenis Italia berusia 24 tahun itu menyebut gaya permainannya terlalu mudah ditebak, sehingga bertekad melakukan perombakan strategi. "Kami sudah banyak melakukan refleksi. Ada banyak hal kecil yang sedang saya ubah," ujar Sinner.
Juara Grand Slam empat kali itu mengatakan ia perlu lebih tidak terduga dalam permainannya jika ingin mengalahkan rivalnya itu. Meski demikian, Sinner mengakui proses adaptasi membawa risiko. Ia menyebut jumlah kesalahannya saat ini lebih banyak dari biasanya.
Namun ia optimistis hasil akhirnya akan positif. Pada laga perdana di Beijing, ia dijadwalkan bertemu petenis Kroasia Marin Cilic.
Sementara itu, Alcaraz akan tampil di Jepang Terbuka di Tokyo alih-alih mempertahankan gelar di Beijing. Turnamen ini menjadi pengalaman pertama bagi juara Prancis Terbuka dan AS Terbuka 2025 tersebut di Jepang.
"Saya ingin merasakan budaya, atmosfer, dan energi dari penonton di sini. Rasanya menyenangkan bermain di stadion yang berbeda," ujarnya.
Alcaraz datang ke Tokyo dengan modal kurang ideal setelah dikejutkan oleh Taylor Fritz di ajang Laver Cup pekan lalu. Fritz, yang kini menempati peringkat lima dunia, akan menjadi unggulan kedua di Tokyo. Selain Fritz, nama-nama lain seperti Holger Rune dari Denmark, Casper Ruud asal Norwegia, serta Tomas Machac dari Ceko turut meramaikan persaingan.
Meski sempat menelan kekalahan mengejutkan, Alcaraz menilai musim ini tetap menjadi periode terbaik sepanjang kariernya. "Saya merasa banyak berkembang sebagai pemain. Tentu saja masih ada ruang untuk perbaikan. Akan tetapi, saya tidak bisa mengeluh. Ini musim terbaik yang pernah saya jalani," ucapnya.
Soal persaingan Alcaraz dan Sinner, legenda tenis Roger Federer turut memberi catatan. Menurut Federer, turnamen saat ini kurang variatif karena mayoritas lapangan dibuat dengan karakter permukaan yang dirancang untuk mengurangi kecepatan permainan, sehingga menguntungkan gaya bermain Alcaraz dan Sinner. "Menurut saya seharusnya ada perubahan permukaan agar kompetisi lebih hidup," kata Federer.
Menanggapi hal itu, Sinner tak menampik homogenitas lapangan. "Situasi permainan di lapangan memang mirip-mirip, sudah terjadi sejak lama. Saya hanya bisa berusaha beradaptasi sebaik mungkin," ujarnya.
Mantan petenis nomor 1 dunia Djokovic diketahui akan kembali beraksi di Shanghai Masters pada Oktober. Ini diumumkan oleh penyelenggara turnamen pada 23 September.
"Dia kembali. Juara empat kali kami akan kembali ke Shanghai tahun ini," tulis penyelenggara di media sosial menjelang dimulainya acara tersebut pada 1 Oktober.
Juara Grand Slam 24 kali itu belum bermain dalam pertandingan resmi sejak kekalahannya di semifinal AS Terbuka dari Alcaraz pada awal September. Setelah kekalahan itu, petenis berusia 38 tahun itu masih belum memberikan keterangan yang jelas tentang jadwalnya untuk akhir musim, setelah memainkan lebih sedikit turnamen pada 2025 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Petenis nomor 4 dunia itu hanya berkomitmen untuk turnamen 250 di Athena yang akan berlangsung dari 2 hingga 8 November. Ini menggantikan turnamen Belgrade pada kalender 2025.
Keikutsertaannya di Paris Masters (27 Oktober hingga 2 November) dan ATP Finals di Turin (9 hingga 16 November)--dua turnamen terbesar yang dijadwalkan setelah Shanghai--belum dikonfirmasi. Djokovic memenangkan turnamen Shanghai pada 2012, 2013, 2015, dan 2018. (AFP/I-2)
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Flavio Cobolli menjadi penentu gelar setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Jaume Munar.
Meski tampil tanpa dua petenis utama, Jannik Sinner dan Lorenzo Musetti, tuan rumah tetap menunjukkan dominasi.
JANNIK Sinner menutup musim 2025 yang penuh gejolak dengan cara paling manis. Di hadapan publik Turin, Senin (17/11) WIB, petenis Italia itu mempertahankan gelar ATP Finals.
Jannik Sinner kembali menjuarai turnamen akhir musim tanpa kehilangan satu set pun dan memperkecil jarak rivalitasnya dengan Carlos Alcaraz.
Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner melaju ke final ATP Finals 2025 usai menang meyakinkan di semifinal Turin.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Novak Djokovic, awalnya, memproyeksikan Adelaide International sebagai ajang pemanasan utama sebelum bertarung di Australia Terbuka.
“Saya tidak pernah meremehkan lawan-lawan saya. Saya punya banyak hal untuk dipertaruhkan dan dia tidak, jadi saya harus berhati hati,”
NOVAK Djokovic menandai kembalinya ke lapangan setelah tiga pekan absen dengan kemenangan meyakinkan atas Alejandro Tabilo pada babak 16 besar turnamen ATP Athena, Selasa (4/11)
Novak Djokovic dipastikan lolos ke ATP Finals 2025 ketika undian untuk turnamen ATP 500 di Basel dan Wina dirilis, dikutip dari ATP, Minggu (19/10).
Novak Djokovic masih mengejar satu gelar lagi untuk menggeser petenis Australia Margaret Court dalam perebutan gelar tunggal Grand Slam terbanyak dalam sejarah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved