Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Serbia, Novak Djokovic pantang menyerah untuk mengejar gelar juara Grand Slam ke-25 meskipun kalah pada babak final Australian Open, Minggu (1/2).
Djokovic mengalahkan Jannik Sinner dalam semifinal lima set pada semifinal, tapi tidak mampu mengalahkan Carlos Alcaraz, yang menjadi petenis putra termuda yang menyelesaikan "Career Grand Slam" dengan mengangkat trofi dalam keempat turnamen Grand Slam.
"Saya selalu percaya saya bisa. Jika tidak, saya tidak akan berkompetisi, dan saya telah mengatakan ini berkali-kali," kata Djokovic ketika ditanya tentang apakah ia merasa bisa memenangi Grand Slam ke-25, seperti dikutip ATP.
"Ya sudahlah. Itulah olahraga, tetapi tentu saja, ketika Anda menarik garis dan membuat penilaian tentang apa yang terjadi selama beberapa minggu terakhir, merupakan pencapaian luar biasa bagi saya untuk dapat bermain di final, mungkin hanya beberapa set lagi untuk memenangi turnamen," ujar petenis berusia 38 tahun itu.
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023. Juara Grand Slam 24 kali itu mencapai semifinal di keempat Grand Slam pada 2025 tapi gagal melangkah ke babak selanjutnya.
Dia menjelaskan bagaimana penyesuaian pola pikirnya dalam beberapa tahun terakhir telah membantunya mengelola tekanan kompetisi elit.
"Saya menurunkan ekspektasi saya dalam beberapa tahun terakhir, yang juga, menurut saya, memungkinkan saya untuk melepaskan beberapa stres tambahan yang tidak perlu," kata Djokovic.
Mantan petenis nomor satu dunia dan unggulan keempat Australian Open itu memenangi mengimbangi Alcaraz di sebagian besar set keempat sebelum kalah dalam tempo tiga jam dua menit di final.
Alcaraz kini menyamakan kedudukan 5-5 secara head to head, setelah memenangi tiga final Grand Slam yang mereka mainkan.
"Set pertama adalah salah satu set terbaik yang pernah saya mainkan dalam beberapa tahun terakhir," kata Djokovic.
"Forehand saya melemah di momen-momen penting. Itulah yang terjadi," ujar petenis yang sudah 10 kali menjuarai Australian Open itu.
Djokovic telah memenangkan semua 10 final Australian Open sebelumnya.
Djokovic, yang meraih 101 gelar di level tur, akan naik ke peringkat tiga dunia.
Dia menikmati jalur unik ke semifinal setelah menang WO pada babak keempat dari Jakub Mensik dan diuntungkan dengan mundurnya Lorenzo Musetti dalam perempat final ketika unggul dua set.
Dengan kemenangan di Melbourne, Alcaraz menjuarai turnamen Grand Slam ketujuh kalinya dan menyelesaikan Career Grand Slam. Djokovic memuji petenis Spanyol berusia 22 tahun itu.
"Dia pantas mendapatkan semua pujian yang dia terima dari rekan-rekannya, tetapi juga dari seluruh komunitas tenis," ujar Djokovic.
"Dia pemuda yang sangat baik. Memiliki nilai-nilai yang baik, keluarga yang baik." (Ant/P-3)
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
CARLOS Alcaraz melanjutkan awal musim yang sempurna sekaligus membalas kekalahan dari Cameron Norrie untuk memastikan tempat di semifinal turnamen ATP Masters 1000 Indian Wells 2026.
Carlos Alcaraz sempat kehilangan set pertama dan tertinggal break di awal set kedua sebelum akhirnya membalikkan keadaan dengan skor akhir 6-7 (6), 6-3, dan 6-2.
Carlos Alcaraz memperpanjang rekor tak terkalahkan di 2026, sementara Novak Djokovic harus bermain tiga set untuk melaju ke babak ketiga Indian Wells Masters.
Carlos Alcaraz mengincar gelar ketiga di Indian Wells 2026 dengan modal 12 kemenangan beruntun. Simak pengakuan sang petenis nomor 1 dunia tentang ambisi mengejar rekor Novak Djokovic
Petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz melaju ke final Qatar Terbuka 2026 setelah menyingkirkan juara bertahan Andrey Rublev dengan skor 7-6(3), 6-4 pada babak semifinal.
CARLOS Alcaraz memastikan tiket semifinal Qatar Terbuka usai bangkit menundukkan Karen Khachanov, sementara Jannik Sinner harus angkat koper setelah dikalahkan Jakub Mensik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved