Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tumbang di Tangan Djokovic di Australia Terbuka, Jannik Sinner: Ini Menyakitkan

Andhika Prasetyo
31/1/2026 01:48
Tumbang di Tangan Djokovic di Australia Terbuka, Jannik Sinner: Ini Menyakitkan
Jannik Sinner(Terra Wortmann Open)

Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya. Sinner takluk dalam laga lima set pada Jumat malam setelah sempat unggul dua set berbanding satu.

Kekecewaan Sinner terlihat jelas seusai pertandingan. Ia menyebut kekalahan tersebut terasa sangat berat, mengingat arti penting turnamen ini baginya.

“Sangat menyakitkan. Ini adalah Grand Slam yang sangat penting bagi saya. Dengan mengetahui latar belakangnya, hal seperti ini bisa terjadi,” kata Sinner dalam konferensi pers pascapertandingan.

Petenis berusia 24 tahun itu menilai pertandingan berjalan ketat dan berkualitas tinggi dari kedua pihak. Namun, ia mengakui gagal memanfaatkan peluang krusial.

“Itu pertandingan yang bagus dari kami berdua. Saya punya banyak peluang. Tidak bisa memanfaatkannya dan itulah hasilnya. Tentu saja ini menyakitkan.”

Secara statistik, Sinner hanya mampu mengonversi dua dari 18 break point melawan Djokovic. Ia menyoroti momen di set kelima sebagai titik penentu.

“Saya punya peluang di set kelima. Banyak break point, saya tidak bisa memanfaatkannya. Dia melakukan beberapa pukulan hebat. Hari ini tidak berhasil, tapi begitulah tenis. Rasanya seperti naik roller coaster," tuturnya.

Sinner datang ke laga ini dengan misi meraih gelar Australian Open ketiga berturut-turut dan memiliki catatan positif dalam pertemuan sebelumnya melawan Djokovic. Namun di Rod Laver Arena, ia gagal menutup pertandingan.

Meski kalah, Sinner tetap memuji level permainan lawannya. Ia menilai performa Djokovic tidak mengejutkan mengingat rekam jejaknya.

“Dia telah memenangi 24 Grand Slam. Kami saling mengenal dengan baik. Anda tidak boleh terkejut, karena dia adalah pemain terhebat selama bertahun-tahun,” kata Sinner.

Ia juga menyinggung bahwa Grand Slam selalu memberi motivasi tambahan bagi para pemain top.

“Kami tahu betapa pentingnya Grand Slam bagi saya, baginya, bagi Carlos, dan semua orang. Ada sedikit motivasi ekstra dan dia bermain hebat.”

Sinner bertekad menjadikan kekalahan ini sebagai pelajaran.

“Mudah-mudahan saya bisa mengambilnya sebagai pelajaran untuk melihat apa yang bisa saya tingkatkan.”

Meski gagal melaju ke final, Sinner tetap meninggalkan Melbourne dengan peringkat dunia No. 2 ATP, posisi yang sama seperti saat ia datang ke turnamen. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya