Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Novak Djokovic Tantang Carlos Alcaraz di Final Australian Open

Cahya Mulyana
30/1/2026 23:14
Novak Djokovic Tantang Carlos Alcaraz di Final Australian Open
Petenis Novak Djokovic.((AFP))

Petenis Novak Djokovic kembali menunjukkan performa terbaiknya di semifinal Australian Open, di mana ia mengakhiri rentetan lima kekalahan beruntunnya melawan Jannik Sinner dalam pertandingan lima set, Jumat (30/1), untuk kembali ke final.

Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4 untuk melangkah lebih dekat menuju gelar Grand Slam ke-25 yang akan memperpanjang catatannya, dan gelar ke-11 di Melbourne.

"Sejujurnya, saya kehabisan kata-kata saat ini," kata Djokovic, yang berada di final Grand Slam pertamanya sejak Wimbledon 2024, dikutip dari ATP.

"Rasanya seperti mimpi. Bermain selama lebih dari empat jam, sekarang hampir pukul 2 pagi. Mengingat kembali tahun 2012 ketika saya bermain melawan Rafa di final dan itu hampir enam jam."

Petenis berusia 38 tahun itu menolak untuk menyerah, menyelamatkan 16 dari 18 break point yang dihadapinya dalam pertandingan menegangkan selama empat jam sembilan menit tersebut.

"Tingkat intensitas dan kualitas tenisnya sangat tinggi dan saya tahu itu satu-satunya cara bagi saya untuk menang malam ini melawannya," kata Djokovic mengenai Sinner.

"Dia memenangi lima pertandingan terakhir melawan saya. Dia punya nomor ponsel saya, jadi saya harus mengganti nomor saya untuk malam ini."

"Selain bercanda, saya mengatakan kepadanya di net, terima kasih telah memberi saya setidaknya satu kemenangan. Saya sangat menghormatinya, pemain yang luar biasa," ujar petenis Serbia itu.

"Dia mendorong hingga batas maksimal, seperti yang dia lakukan malam ini kepada saya, jadi dia pantas mendapatkan tepuk tangan meriah."

Kemenangan tersebut menandai pertandingan lima set pertama Djokovic sejak Roland Garros 2024, ketika ia berhasil mengalahkan Francisco Cerundolo.

Menunggu Djokovic di final pada Minggu (1/2) adalah rivalnya Carlos Alcaraz, yang sebelumnya menjalani semifinal terpanjang dalam sejarah Australian Open, lima jam 27 menit, melawan Alexander Zverev, untuk mencapai babak final pertamanya di Melbourne.

"Saya menonton Alcaraz-Zverev. Saya sangat ingin turun ke lapangan. Pertandingan yang luar biasa. Kami mencoba untuk menyamai kualitas dan intensitas itu, tetapi salut untuk kedua pemain itu, yang berjuang habis-habisan," kata Djokovic.

"Saya bertemu Carlos setelah pertandingan dan dia berkata kepada saya, 'Maaf telah menunda dimulainya pertandingan Anda', dan saya mengatakan kepadanya bahwa saya sudah tua dan saya harus tidur lebih awal. Saya menantikan untuk bertemu dengannya dalam beberapa hari ke depan."

Djokovic belum mengangkat trofi turnamen major sejak US Open 2023, paceklik gelar yang ditandai dengan dominasi Sinner dan Alcaraz, yang berbagi delapan gelar major terakhir.

Petenis Italia dan Spanyol itu juga telah bertanding di tiga final Grand Slam sebelumnya, tetapi Djokovic mematahkan skenario itu, menggagalkan kesempatan mereka untuk menjadi rival kedua di era tenis modern atau Open yang bertemu di empat final major berturut-turut, setelah Djokovic dan Rafael Nadal antara Wimbledon 2011 dan Roland Garros 2012.

Dalam perjalanannya menuju final Australian Open, Djokovic memenangi tiga pertandingan pembukanya dalam straight set, mendapat keuntungan dari kemenangan walkover di babak keempat melawan Jakub Mensik, dan melaju lagi ketika Lorenzo Musetti mengundurkan diri saat unggul dua set di perempat final.

Melangkah ke final Grand Slam ke-38 setelah kemenangannya atas Sinner, Djokovic menjadi petenis putra tertua di tenis modern atau Open yang mencapai final Australian Open.

Menurut indeks menang/kalah ATP, petenis peringkat empat dunia itu kini telah meraih catatan 104 kemenangan di Grand Slam. Roger Federer berada di urutan kedua dalam daftar tersebut dengan 102 kemenangan. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya