Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA wajah berbeda mewarnai babak kedua turnamen Indian Wells Masters pada Sabtu (7/3) waktu setempat. Petenis nomor satu dunia, Carlos Alcaraz, tampil tanpa celah untuk menumbangkan Grigor Dimitrov, sementara sang legenda Novak Djokovic harus menguras keringat lebih dalam untuk mengamankan tiket babak ketiga.
Alcaraz hanya membutuhkan waktu 66 menit untuk menyapu bersih kemenangan 6-2, 6-3 atas Dimitrov. Hasil ini memperpanjang rekor sempurna petenis Spanyol tersebut di musim 2026 menjadi 13-0.
Meski bermain di bawah hembusan angin kencang di Stadium Court, Alcaraz tetap memegang kendali penuh dengan pukulan baseline yang bertenaga dan akurat. Ia bahkan sempat bertukar high-five dengan lawannya dalam suasana pertandingan yang cair.
"Saya pikir saya bermain luar biasa," ujar petenis berusia 22 tahun tersebut, yang baru saja mencatatkan sejarah sebagai pria termuda yang meraih Career Grand Slam usai menjuarai Australian Open lalu.
"Kondisinya tidak mudah, banyak angin hari ini. Saya benar-benar senang bisa mencapai setiap target yang saya tetapkan sebelum pertandingan," tambah Alcaraz yang datang ke California dengan modal gelar juara dari Melbourne dan Doha.
Berbeda dengan Alcaraz yang melaju mulus, peraih lima gelar Indian Wells, Novak Djokovic, harus berjuang selama 2 jam 12 menit untuk menundukkan petenis peringkat 57 dunia asal Polandia, Kamil Majchrzak. Djokovic sempat tertinggal di set pertama sebelum akhirnya membalikkan keadaan dengan skor akhir 4-6, 6-1, 6-2.
Ini merupakan penampilan perdana petenis berusia 38 tahun tersebut sejak kekalahannya dari Alcaraz di final Australian Open Januari lalu. Djokovic mengakui bahwa absen bertanding selama lima pekan membuatnya sedikit kaku di awal laga.
"Lima minggu tanpa pertandingan resmi, saya tahu pertandingan pertama setelah sekian lama akan sedikit rumit," ungkap Djokovic. "Saya merasa harus menemukan permainan terbaik saya saat paling dibutuhkan, terutama di awal set ketiga."
Pertandingan ini juga diwarnai reli-reli panjang yang menghibur penonton, termasuk pertukaran 40 pukulan di gim pembuka set ketiga. Kemenangan ini terasa krusial bagi Djokovic, mengingat dalam beberapa tahun terakhir ia kerap terjungkal di babak-babak awal turnamen ini, termasuk kekalahan mengejutkan pada edisi 2024 dan 2025.
Dengan hasil ini, kedua bintang tenis beda generasi tersebut melangkah ke babak ketiga dan menjaga peluang untuk saling berhadapan di babak-babak selanjutnya. (AFP/Z-2)
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Rod Laver Arena akan menjadi ruang sidang sejarah pada Minggu (1/2). Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz tidak sekadar memperebutkan trofi Australia Terbuka
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
Mirra Andreeva menjadi juara termuda Indian Wells Masters sejak Serena Williams pada 1999 dan termuda ketiga dalam sejarah turnamen itu.
Kemenangan Belinda Bencic atas Coco Gauff di Indian Wells Masters adalah kemenangan Top 5 keduanya selama 2025, setelah mengalahkan Elena Rybakina di semifinal Abu Dhabi.
Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka mengakhiri rentetan perjalanan lucky loser Sonay Kartal di ajang Indian Wells Masters, Kamis (13/3) WIB.
Petenis Denmark Holger Rune bermain dengan agresif dan dominan sepanjang pertandingan selama 90 menit untuk meredam penampilan Stefanos Tsitsipas yang membara, akhir-akhir ini.
Elina Svitolina mencapai perempat final Indian Wells Masters dengan mengalahkan unggulan keempat asal Amerika Serikat (AS) Jessica Pegula dengan skor 5-7, 6-1, 6-2.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved