Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Novak Djokovic mengakui bahwa kondisi fisik yang kurang prima menjadi salah satu faktor utama kekalahannya dari Jannik Sinner di semifinal Wimbledon 2025. Petenis Serbia berusia 38 tahun itu harus menyerah dalam tiga set langsung pada pertandingan yang berlangsung Sabtu dini hari WIB.
Djokovic menyebut dirinya masih merasakan dampak dari cedera akibat jatuh keras di laga perempat final melawan Flavio Cobolli. Meski enggan menjelaskan secara rinci, ia mengakui gangguan tersebut cukup memengaruhi performanya.
“Cukup banyak pengaruhnya. Jujur saja, saya tidak merasa nyaman di lapangan. Saya tidak ingin terlalu banyak mengeluh soal cedera, jadi lebih baik saya beri selamat kepada Jannik. Dia bermain sangat baik dan pantas ke final,” kata Djokovic saat ditanya soal kondisi fisiknya.
Djokovic sebenarnya tampil cukup solid di lima laga awal turnamen. Namun, sejak cedera di babak perempat final, kondisinya terus menurun, dan ia mengaku tak mampu bergerak sebaik biasanya.
“Saya kecewa karena gerakan saya tidak sebagus yang saya harapkan. Ini memang bagian dari realitas bertambahnya usia. Saya menjaga kondisi tubuh sebisa mungkin, tapi satu setengah tahun terakhir benar-benar penuh tantangan.”
Petenis peraih 24 gelar Grand Slam itu sebelumnya membidik gelar ke-25 sekaligus trofi Wimbledon kedelapan yang akan menyamai rekor Roger Federer. Namun, musim ini justru menjadi ujian berat bagi Djokovic, yang tersingkir di semifinal di ketiga turnamen major yang ia ikuti.
Di Australian Open, ia mundur saat menghadapi Alexander Zverev karena masalah cedera. Di Roland Garros, ia juga kalah dari Sinner, dan kini kembali takluk dari lawan yang sama di London.
“Bermain sistem best-of-five (tiga set kemenangan) tahun ini benar-benar berat secara fisik. Semakin jauh saya melangkah, semakin menurun kondisi tubuh saya,” katanya.
Djokovic mengakui bahwa melawan petenis muda seperti Sinner atau Alcaraz membuatnya merasa tertinggal. “Mereka bugar, cepat, dan sangat tajam. Saya seperti masuk lapangan dengan energi setengah penuh. Mustahil menang dengan kondisi seperti itu.”
Meski gagal mencapai final untuk pertama kalinya sejak 2017, Djokovic belum berniat pensiun dari Wimbledon. “Saya akan sedih jika ini adalah pertandingan terakhir saya di Centre Court. Tapi saya belum berencana mengakhiri karier Wimbledon saya sekarang. Saya ingin kembali bermain di sini setidaknya sekali lagi.”
Dengan catatan 26 kemenangan dan delapan kekalahan musim ini, Djokovic menutup turnamen Wimbledon dengan satu gelar yang ia menangkan sebelumnya di Jenewa.
Saat ditanya soal final antara Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner, Djokovic menilai peluang keduanya seimbang, namun sedikit menjagokan Alcaraz. “Carlos mungkin sedikit di atas angin karena sudah dua kali juara di sini dan sedang percaya diri. Tapi Jannik juga memukul bola dengan sangat baik. Ini akan jadi pertandingan ketat seperti di Paris,” pungkasnya. (Ant/E-3)
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Flavio Cobolli menjadi penentu gelar setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Jaume Munar.
Meski tampil tanpa dua petenis utama, Jannik Sinner dan Lorenzo Musetti, tuan rumah tetap menunjukkan dominasi.
JANNIK Sinner menutup musim 2025 yang penuh gejolak dengan cara paling manis. Di hadapan publik Turin, Senin (17/11) WIB, petenis Italia itu mempertahankan gelar ATP Finals.
Jannik Sinner kembali menjuarai turnamen akhir musim tanpa kehilangan satu set pun dan memperkecil jarak rivalitasnya dengan Carlos Alcaraz.
Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner melaju ke final ATP Finals 2025 usai menang meyakinkan di semifinal Turin.
CARLOS Alcaraz menegaskan, rivalitas sengitnya dengan Jannik Sinner akan menjadi dorongan baginya untuk mencapai level yang lebih tinggi.
Petenis unggulan nomor 1 dunia, Jannik Sinner, berhasil mencatatkan kemenangan gemilang atas Novak Djokovic dalam babak semifinal Wimbledon 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved