Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
JANNIK Sinner tampil gemilang di perempat final Internazionali BNL d'Italia (Roma Terbuka), Jumat (16/5) WIB, saat ia mengalahkan Casper Ruud dengan skor 6-0 dan 6-1.
Petenis tuan rumah unggulan teratas itu memukul bola dengan kuat dari kedua sisi lapangan dari poin pertama di Campo Centrale dan terus menekan Ruud, yang kurang dari dua pekan lalu memenangi gelar ATP Masters 1000 pertamanya di Madrid.
"Sulit untuk mengatakannya," kata Sinner, saat ditanya seberapa dekat dengan 'kesempurnaan' penampilannya seusai kemenangan dalam tempo 64 menit.
"Saya merasa hebat di lapangan hari ini. Saya rasa kita semua melihatnya. Sasaran saya adalah mencoba memahami di mana level saya di turnamen ini."
"Level saya meningkat dari hari ke hari, jadi saya sangat senang karenanya. Hasilnya tidak terlalu penting, tetapi saya merasa hari ini merupakan tanda yang sangat positif bagi saya," lanjut petenis Italia itu.
Dengan kemenangannya yang ke-25 berturut-turut di level tur, Sinner melaju ke semifinal untuk menghadapi Tommy Paul, yang sebelumnya mengalahkan Hubert Hurkacz 7-6 (4) dan 6-3.
Sinner, yang bermain di turnamen pertamanya sejak Australia Terbuka pada Januari, berusaha menjadi juara tunggal putra Italia kedua di Roma setelah Adriano Panatta menang pada 1976.
"Semuanya bisa berubah dalam satu hari. Bukan berarti satu penampilan bisa menggambarkan segalanya tentang bentuk permainan saya sekarang, tetapi saya sangat senang. Saya rasa hari ini semuanya berjalan dengan sangat baik," kata Sinner.
"Saya melakukan servis dengan baik, juga melakukan pengembalian bola dengan baik, dan bergerak dengan hebat di lapangan. Saya sangat senang karenanya dan sekarang mari kita lihat apa yang akan terjadi di semifinal," imbuhnya
Dengan Lorenzo Musetti juga masuk ke semifinal, kemenangan Sinner menandai pertama kalinya di era Open beberapa petenis putra Italia mencapai empat besar di Roma, dan pertama kalinya dalam sejarah Masters 1000 (sejak 1990) dua petenis Italia mencapai semifinal di ajang yang sama.
Berdasarkan cara dia mengakhiri sembilan kemenangan beruntun Ruud dengan kejam, Sinner yakin dia dapat terus maju untuk mengakhiri penantian Italia selama 49 tahun untuk mendapatkan juara tunggal putra di Roma.
"Kami saling berhadapan, mungkin saya melihatnya," kata Sinner, saat diminta menjelaskan bagaimana ia dengan tegas meningkatkan skornya menjadi 4-0 dalam head to head dengan Ruud.
"Setiap dari kami memiliki satu atau dua lawan yang sedikit lebih sulit. Saya mencoba meniru apa yang saya lakukan sebelumnya hari ini di permukaan yang berbeda."
"Saya memukul bola dengan sangat baik. Kondisi ini, bermain di malam hari melawan Casper sedikit lebih baik dari sudut pandang saya, karena ia tidak dapat membuat bola memantul terlalu banyak," tambah petenis berusia 23 tahun itu.
Dengan Ruud melakukan servis, Sinner mengalahkan unggulan keenam itu dalam dua pertukaran baseline yang melelahkan sebelum memperoleh tiga break point dengan pukulan winner dari net.
Sinner terus melakukan break dan kemudian mengambil alih kendali penuh pertandingan, mengklaim set pertamanya 6-0 melawan lawan Top 10 dengan groundstroke yang tajam.
Serangkaian pukulan petenis nomor satu dunia itu membuat Ruud tidak punya banyak peluang untuk mendapatkan pijakan dalam pertandingan, dan petenis Norwegia itu tidak melakukan pukulan winner pertamanya hingga 33 menit berlalu dan set kedua telah dimulai.
Set kedua dengan cepat mulai berjalan dengan cara yang mirip dengan set pertama, meskipun Ruud berhasil mendapatkan jeda singkat dari dominasi Sinner ketika ia menyelamatkan dua break point untuk bertahan pada kedudukan 1-2.
Namun, setelah itu Sinner memenangi empat gim berturut-turut untuk meraih kemenangan di mana ia mengonversi enam dari sembilan break point yang diperolehnya, menurut Statistik ATP. (Ant/Z-1)
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
UNGGULAN Utama Aryna Sabalenka mengawali kampanye perburuan gelar Australia Terbuka 2026 dengan hasil positif.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
PETENIS asal Indonesia Janice Tjen bersama pasangannya asal Polandia Katarzyna Piter sukses ke babak final Hobart International 2026 mengalahkan unggulan ketiga ajang WTA 250
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Fokus studi Casper Ruud tertuju pada nama-nama seperti petenis 19 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, dan talenta Rep Ceko, Jakub Mensik.
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Flavio Cobolli menjadi penentu gelar setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Jaume Munar.
Meski tampil tanpa dua petenis utama, Jannik Sinner dan Lorenzo Musetti, tuan rumah tetap menunjukkan dominasi.
JANNIK Sinner menutup musim 2025 yang penuh gejolak dengan cara paling manis. Di hadapan publik Turin, Senin (17/11) WIB, petenis Italia itu mempertahankan gelar ATP Finals.
Jannik Sinner kembali menjuarai turnamen akhir musim tanpa kehilangan satu set pun dan memperkecil jarak rivalitasnya dengan Carlos Alcaraz.
Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner melaju ke final ATP Finals 2025 usai menang meyakinkan di semifinal Turin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved