Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
JORGE Martin (Pramac) memperpanjang keunggulan atas Francesco Bagnaia (Ducati) pada klasemen perebutan gelar MotoGP. Meski finis di posisi kedua pada GP Australia, Martin unggul 20 poin atas Bagnaia.
Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Philip Island, Minggu (20/10), Marc Marquez (Gresini) menang disusul Martin yang finis kedua. Sementara itu, Bagnaia harus puas menyelesaikan balapan di posisi ketiga.
Kemenangan di Australia membuat Marc Marquez kini mengemas 345 poin. Dia menghuni urutan ketiga klasemen pembalap terpaut 79 poin dari Martin serta unggul 14 poin dari Enea Bastianini di posisi empat.
Persaingan perebutan gelar kejuaraan dunia MotoGP musim ini bakal ketat antara Martin dan Bagnaia. Musim 2024 ini menyisakan tiga seri lagi.
Seri ke-18 akan berlanjut di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, pada 25-27 Oktober akhir pekan depan. (Dhk/P-3)
Tambahan 12 poin penuh dari kemenangan di Sirkuit Phillip Island membuat Bezzecchi kini mengoleksi 266 poin.
Marco Bezzecchi tampil impresif dengan menyalip rekan sesama pembalap Aprilia, Raul Fernandez, untuk memenangkan Sprint MotoGP Australia 2025.
Bezzecchi menjadi pembalap pertama yang menuntaskan balapan dengan keunggulan lebih dari dua detik atas Raul Fernandez di posisi kedua.
Marco Bezzecchi menyenggol Marc Marquez ketika memasuki tikungan tujuh pada lap pertama GP Indonesia yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB.
Hingga kini, Jorge Martin masih dalam masa pemulihan pascaoperasi bahu akibat insiden di Motegi, Jepang.
Pembalap Red Bull KTM Pol Espargaro, yang berperan sebagai pembalap cadangan, akan menggantikan Maverick Vinales di GP Australia dan GP Malaysia, karena Vinales mengalami cedera.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved