Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH ganda campuran bulu tangkis Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati terhenti di babak 16 besar Jepang Terbuka 2024, Kamis (22/8), setelah kalah 21-17, 10-21, dan 12-21 dari unggulan keenam asal Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet.
Rehan/Lisa mengaku kecewa dengan kekalahan ketujuh mereka dari pasangan Tang/Tse itu dalam tujuh pertemuan terakhir antara keduanya.
"Kami sudah bermain baik dan mengambil gim pertama. Namun, di gim kedua dan ketiga, bola-bola yang seharusnya gampang banyak matinya," aku Rehan dalam keterangan singkat PP PBSI, Kamis (22/8).
Baca juga : Tersingkir dari All England, Rehan/Lisa Mengaku Sudah Berjuang Maksimal
"Saya juga sulit berkomentar dan ngomong apa lagi karena kekalahan selalu begini. Dan seperti ini lagi. Tetapi, kami ke depannya harus terus mencoba dan berusaha lagi," timpal Lisa.
Keduanya pun tidak menampik telah bermain terburu-buru karena ingin segera merebut angka dari lawan. Tapi, hal ini membuat lawan dengan mudah mengumpulkan poin dari kesalahan-kesalahan mereka.
"Bola yang gampang malah ingin cepat-cepat mematikan dan akhirnya mati sendiri. Bola-bola no lob-nya juga sering salah dan banyak membuang poin. Bola-bola bawah kami juga masih sering mati sendiri," ungkap Rehan.
"Sebenarnya, di gim kedua, lawan mulai mengubah pola permainan. Dari main satu-satu berubah bermain lebih cepat temponya. Kami kurang
mengantisipasi perubahan pola permainan lawan. Beberapa kali bola setengah saya juga kurang sabar," sambungnya.
Lisa menambahkan, "Sebenarnya, kami dan lawan sama saja. Sama-sama enggak enak dan dalam posisi menang dan kalah angin, ditambah dengan karakter shuttlecock yang berat. Cuma lawan lebih siap dan pintar untuk mengakali mencari poin."
Rehan dan Lisa menyatakan tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan dan ingin segera bangkit dari keterpurukan.
"Menang atau kalah, kami harus tetap berkomunikasi terus. Segera lupakan kekalahan ini," kata Rehan. (Ant/Z-1)
Momentum kebangkitan Putri di awal tahun ini bertepatan dengan apresiasi yang diterimanya dari instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Kemenangan ini sekaligus menjadi revans untuk Adnan/Indah setelah takluk dalam pertemuan terakhir menghadapi Goh/Lai di Korea Open 2025 pada September lalu.
Di babak kualifikasi Indonesia Masters 2026, Anthony Sinisuka Ginting mengalahkan tunggal Tailand Kantaphon Wangcharoen 21-12 dan 21-7.
Indonesia terakhir kali mencicipi gelar juara sektor ganda putra di Indonesia Masters pada edisi 2023, melalui pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Pada babak 32 besar, Fajar/Fikri mengandaskan perlawanan ganda Taiwan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh lewat dua gim langsung 21-16, 21-10.
Dukungan masif dari suporter di Istora diakui menjadi suntikan energi tambahan bagi Fikri. Baginya, atmosfer legendaris arena ini memberikan dampak positif yang luar biasa.
Setelah Malaysia Terbuka, penglihatan mata kanan Faza buram dan kabur.
Langkah pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, terhenti prematur di ajang Malaysia Open 2026.
Bagi Marwan/Aisyah, Malaysia Terbuka bukan sekadar turnamen pembuka musim, melainkan panggung elite pertama mereka sejak dipasangkan lebih dari setahun lalu.
Jafar/Felisha dijadwalkan menantang unggulan keempat asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei di putaran pertama Malaysia Terbuka.
Ganda campuran Indonesia tersebut mengalahkan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dua gim langsung 21-17, 21-17.
Jafar/Felisha harus mengakui keunggulan unggulan ketiga asal Malaysia itu melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-17, 14-21, 15-21.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved