Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Jaga Asa Indonesia, Rachel/Febi Bidik Takhta Juara di Orleans Masters 2026

Basuki Eka Purnama
20/3/2026 08:18
Jaga Asa Indonesia, Rachel/Febi Bidik Takhta Juara di Orleans Masters 2026
Ganda putri Indonesia Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum(X @INABadminton)

GANDA putri bulu tangkis Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, sukses melaju ke babak perempat final turnamen BWF World Tour Super 300 Orleans Masters 2026. Kemenangan ini tidak hanya membuka peluang gelar juara, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan bagi ganda putri muda Merah Putih tersebut.

Bertanding di Palais des Sports, Orleans, Prancis, Kamis (19/3), Rachel/Febi yang menempati posisi unggulan kedelapan harus berjuang melalui laga sengit tiga gim. Mereka berhasil menundukkan wakil Taiwan, Chen Su Yu/Lee Yu-Hsuan, dengan skor akhir 14-21, 21-6, dan 21-13.

Momentum Kembalinya Kepercayaan Diri

Keberhasilan menembus babak delapan besar ini memiliki makna mendalam bagi Rachel/Febi. Pasalnya, dalam dua turnamen bergengsi sebelumnya, yaitu All England (Super 1000) dan Swiss Terbuka (Super 300), langkah mereka harus terhenti prematur di babak pertama.

Rachel mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil positif ini yang dianggap mampu memulihkan mentalitas bertanding mereka. 

“Puji Tuhan bersyukur hari ini bisa menang. Dua turnamen kemarin kami terhenti di babak pertama jadi cukup senang dengan hasilnya. Ini cukup untuk mengembalikan kepercayaan diri,” ujar Rachel.

Meski lawan yang dihadapi belum termasuk jajaran pasangan elite dunia, Rachel menegaskan bahwa setiap pertandingan di level ini tetap menuntut kewaspadaan tinggi.

Evaluasi Taktis dan Adaptasi Lapangan

Perjalanan Rachel/Febi di babak kedua tidaklah mulus sejak awal. Mereka sempat kehilangan gim pertama karena kendala teknis di lapangan. 

Febi Setianingrum mengakui bahwa adaptasi terhadap atmosfer pertandingan dan karakteristik shuttlecock menjadi tantangan utama di awal laga.

“Pada gim pertama kami masih adaptasi dengan lapangan pertandingan, pukulan-pukulan kami juga masih tidak enak,” ungkap Febi.

Beruntung, komunikasi yang solid membuat mereka mampu membalikkan keadaan pada gim kedua dan ketiga. Mereka mengubah strategi dengan meningkatkan intensitas serangan.

“Di gim kedua dan ketiga kami mencoba menaikkan hawa, mempercepat tempo dan akhirnya bisa ketemu ritme dan pola yang pas,” tambah Febi.

Ujian Berat di Perempat Final

Sebagai satu-satunya harapan tersisa bagi Indonesia di sektor ganda putri, Rachel/Febi kini memikul tanggung jawab besar. 

Harapan Indonesia lainnya, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspita, terpaksa angkat koper lebih awal setelah kalah dari wakil Jepang, Sumire Nakade/Miyu Takahashi, dengan skor 19-21 dan 13-21.

Di babak perempat final, Rachel/Febi akan menantang unggulan ketiga asal Taiwan, Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan. 

Menghadapi lawan yang lebih senior, Rachel menekankan pentingnya ketenangan dan ketelitian dalam mengambil keputusan di lapangan.

“Besok kami harus lebih tenang karena bolanya cepat. Dan fokusnya harus lebih jeli lagi,” tutup Rachel.

Optimisme tetap diusung oleh pasangan ini. Walaupun tetap ingin fokus pada tiap babak, target podium tertinggi sudah ada di depan mata. 

“Kami pastinya membidik gelar juara di sini tapi tetap fokusnya satu pertandingan ke satu pertandingan dulu,” tegas Febi. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik