Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo Francesco Bagnaia kembali ke puncak klasemen sementara MotoGP 2024 setelah menang di balapan utama GP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (18/8).
Sang juara dunia dua kali itu kini unggul 5 poin atas rival terdekatnya, Jorge Martin (Prima Pramac Racing), yang pada balapan kali ini mengamankan posisi kedua.
Kemenangan itu sekaligus menyempurnakan akhir pekan Bagnaia di Austria, setelah sehari sebelumnya mengklaim podium tertinggi di ajang sesi Sprint Race.
Baca juga : Menang di Sprint Race GP Austria, Francesco Bagnaia Optimistis Menang di GP Austria
Selain itu, ini juga merupakan kemenangan kedua berturut-turut bagi Bagnaia di Sirkuit Red Bull Ring, setelah tahun lalu meraih posisi pole, kemenangan di Sprint Race, dan balapan utama.
Lebih lanjut, ini juga sekaligus membuat Bagnaia mencatatkan sebanyak tujuh kemenangan balapan utama pada musim 2024, menyamai rekor yang sebelumnya ia bukukan pada tahun lalu.
Adapun Bagnaia unggul 3,232 detik dari Martin setelah pertarungan intens untuk memperebutkan posisi terdepan.
Baca juga : Francesco Bagnaia Menang di Sprint Race GP Austria
Di sisi lain, konsistensi yang kuat dari rekan satu tim Bagnaia, Enea Bastianini, mengantarkannya untuk melengkapi podium GP Austria, dengan margin waktu 7,357 detik dari sang pemimpin balapan.
Berada di posisi keempat adalah juara dunia delapan kali Marc Marquez (Gresini Racing) yang mengalami dinamika dalam balapan kali ini. Memulai balapan dari posisi ketiga, Marquez terlihat kesulitan saat start yang membuat posisinya terus merosot.
Ketidakseimbangan yang ditunjukkan Marquez membuatnya sempat berada di posisi ke-13, sebelum pada akhirnya ia menemukan cara untuk mengatasi masalah dan nyaris merebut tempat di podium terakhir.
Baca juga : Francesco Bagnaia Bertekad Ulangi Dominasi Musim Lalu di GP Austria
Posisi terakhir untuk mengisi daftar lima besar diamankan oleh Brad Binder (Red Bull KTM) yang juga tampil dengan dramatis.
Pembalap asal Afrika Selatan itu memulai balapan dari posisi ke-12, tapi penampilannya yang solid mengantarkannya untuk finis sebagai pembalap tercepat kelima kali ini.
Melengkapi daftar 10 besar ada Marco Bezzecchi (Pertamina Enduro VR46), Maverick Vinales (Aprilia Racing), Franco Morbidelli (Prima Pramac Racing), Aleix Espargaro (Aprilia Racing), dan Alex Marquez (Gresini Racing).
Sementara itu, lima pembalap terkuat pada klasemen sementara musim ini adalah Bagnaia (275 poin), Martin (270 poin), Bastianini (214 poin), Marc Marquez (192 poin), dan Vinales (139 poin).
Seri selanjutnya untuk MotoGP 2024 adalah GP Aragon, yang bergulir pada 30-31 Agustus dan 1 September. (Ant/Z-1)
Bagnaia mengaku mulai kehilangan kesabaran menunggu solusi dari Ducati atas kesulitannya dengan motor GP25.
Sejauh ini, finis terbaik Martin bersama Aprilia adalah posisi ketujuh di GP Ceko di Brno.
Marco Bezzecchi memimpin 19 lap pertama balapan di depan Marc Marquez, tetapi turun ke posisi kedua, lalu ketiga setelah gagal bersaing dengan Marquez dan Fermin Aldeguer.
Francesco Bagnaia kesulitan menemukan performa terbaiknya di motor GP25 yang memiliki karakteristik pengereman yang bertolak belakang dengan gaya balapnya.
Pada tujuh kali balapan GP Austria sebelumnya, Marc Marquez selalu gagal finis terdepan pada balapan utama di Spielberg.
Enea Bastianini memulai balapan dari posisi start kelima musim ini, sebelum akhirnya mampu mengamankan finis lima besar di balapan kandang tim KTM.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved