Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo Francesco Bagnaia bertekad mengulangi dominasinya musim lalu di GP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, akhir pekan ini.
Dominasi Bagnaia musim lalu di sirkuit ini tidak terbendung. Ia merebut posisi pole, mencetak rekor waktu baru, memenangkan balapan Sprint, serta balapan utama GP Austria.
"Sirkuit Spielberg adalah salah satu lintasan yang paling saya sukai, dan sebelumnya, kami selalu kompetitif. Secara umum, ini adalah lintasan tempat para pembalap Ducati selalu sangat cepat, oleh karena itu, saya berharap banyak pembalap yang mampu bersaing untuk posisi teratas," ungkap Bagnaia, dikutip dari laman resmi Ducati, Rabu (14/8).
Baca juga : Bos Ducati Puji Performa Sempurna Francesco Bagnaia
Lebih lanjut, juara dunia dua kali itu mengatakan pendekatan yang akan ia dan tim lakukan akhir pekan ini tidak akan jauh berbeda dengan balapan-balapan sebelumnya.
"Sekarang, tujuannya adalah untuk kembali ke puncak klasemen keseluruhan dan kemudian mencoba memperlebar jarak di klasemen kejuaraan
pada balapan berikutnya," ujarnya.
Rekan satu timnaia, Enea Bastianini, juga tiba di Austria untuk menjadi salah satu protagonis akhir pekan ini.
Baca juga : Bagnaia: Strategi yang Tepat Jadi Kunci Dominasi di Moto GP Austria
Setelah meraih kemenangan Sprint pertamanya dan kemenangan balapan pertama musim ini di Inggris, dua minggu lalu, Bastianini bertekad untuk tetap kompetitif di lintasan tempat ia meraih posisi pole MotoGP pertamanya pada 2022.
"Saya pikir saya bisa memulai seperti ini lagi di Austria dan menemukan kembali sensasi yang sama yang memungkinkan saya menjadi begitu kompetitif di Inggris," kata Bastianini.
"Perasaan dengan motor itu ada di sana dan kami bekerja dengan baik, jadi saya yakin bahwa saya bisa melakukannya dengan baik di
Spielberg juga," tambahnya.
Baca juga : Rebut Kemenangan di GP Austria, Bagnaia Cetak Hattrick
Hari pertama rangkaian GP Austria akan bergulir pada Jumat (16/8) dengan sesi latihan pada pukul 15.45 WIB dan 20.00 WIB.
Selanjutnya, pada Sabtu (17/8), ada sesi latihan bebas kedua pada pukul 15.10 WIB, kualifikasi pada 15.50 WIB, dan Sprint pada pukul 20.00 WIB.
Balapan utama GP Austria akan digelar pada Minggu (18/8) pukul 19.00 WIB. (Ant/Z-1)
Aprilia berhasil menutup MotoGP musim lalu dengan catatan sejarah baru, yakni menempati peringkat kedua klasemen akhir konstruktor dengan raihan 418 poin.
Fabio Quartararo mengakui bahwa kehadiran mesin V4 membawa tantangan teknis yang sangat berbeda dibandingkan mesin inline-4 yang selama ini ia kendarai.
Musim lalu, secara mengejutkan, Marco Bezzecchi berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat ketiga klasemen akhir dengan koleksi 353 poin.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved