Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
Manajer Tim Ducati Corse Luigi Dall'Igna mengaku puas dengan penampilan Francesco Bagnaia di Red Bull Ring, Austria, akhir pekan lalu. Ia melihat pembalap asal Italia itu tidak melakukan kesalahan mulai dari sesi latihan bebas, sprint race hingga balapan utama.
"Pecco (Bagnaia) luar biasa di sini. Dia tidak melakukan kesalahan apa pun," ujar Dall'Igna melalui keterangan resmi, Minggu (20/8).
Sedangkan, untuk satu pembalap lainnya yakni Enea Bastianini, dinilai masih membutuhkan waktu lebih banyak untuk bisa mengendalikan tunggangannya dan memberi penampilan hebat seperti musim lalu.
Baca juga: Bagnaia: Strategi yang Tepat Jadi Kunci Dominasi di Moto GP Austria
"Jelas bahwa dia masih membutuhkan lebih banyak waktu dan lebih banyak balapan untuk kembali ke performa yang dia tunjukkan musim lalu," tuturnya.
Dall'Igna menyebut perjalanan masih sangat panjang. Masih ada 10 seri tersisa yang harus diperjuangkan. Semua hal masih bisa terjadi.
Baca juga: Mir Akui 2023 Sebagai Tahun Terburuk dalam Kariernya
"Jalan masih sangat panjang hingga akhir musim. Kami baru saja menyelesaikan 10 dari 20 balapan. Seperti yang ditunjukkan tahun lalu, kami harus maju sampai akhir," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Bagnaia menyapu bersih semua juara di GP Austria, mulai dari pole position, sprint race hingga balapan utama.
Sementara itu, Enea Bastianini hanya finis di posisi 10. Ia mengakui ada beberapa pengaturan yang membuat performanya tidak maksimal.
"Saya merasa kami berada di jalur yang benar. Potensinya pun ada. Namun, ada saja hal-hal kecil yang terjadi dan mengarah pada hasil yang buruk," ucap Bastianini. (Ant/Z-11)
Masa depan pembalap Marc Marquez bersama Ducati mulai menemui titik terang setelah sang juara bertahan menyatakan telah menyepakati sebagian besar poin dalam kontrak barunya.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Marco Bezzecchi menjuarai MotoGP Brasil 2026 di tengah masalah lintasan. Kemenangan ini membawa pembalap Aprilia ke puncak klasemen sementara.
Pembalap Honda Team Asia Veda Ega Pratma berhasil mengamankan posisi start keempat di Moto3 GP Brasil setelah mencatatkan waktu terbaik 1 menit 26,506 detik.
Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio memimpin sesi Kualifikasi 2 (Q2) dengan catatan waktu tajam 1 menit 17,410 detik.
Marc Marquez keluar sebagai pemenang dalam sesi Sprint Race GP Brasil 2026 yang berlangsung dramatis di Sirkuit Goiania, Sabtu (21/3).
Masa depan pembalap Marc Marquez bersama Ducati mulai menemui titik terang setelah sang juara bertahan menyatakan telah menyepakati sebagian besar poin dalam kontrak barunya.
Kejuaraan World Endurance Championship (WEC) menjadi seri motorsport besar pertama yang menunda balapan akibat eskalasi konflik tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved