Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
FRANCESCO Bagnaia meraih kemenangan di tiga balapan secara beruntun berkat penampilan sensasional di Grand Prix Austria, Minggu (21/8), di saat Fabio Quartararo mengganggu pesta podium Ducati di Red Bull Ring.
Itu merupakan kemenangan Ducati untuk ketujuh kalinya dari sembilan balapan di Spielberg sejak sirkuit Austria itu masuk kalender MotoGP pada 2016.
Bagnaia juga menjadi pembalap Ducati kedua setelah Casey Stoner yang merasakan tiga kemenangan beruntun mengendarai Desmosedici.
Hasil itu juga menyaksikan untuk pertama kalinya Ducati menang delapan kali dalam satu musim setelah 2007.
Sang pembalap Italia tak terkejar rival-rivalnya setelah mencuri posisi pimpinan lomba dari Enea Bastianini setelah lap pertama.
Lima putaran menjelang finis menjadi pertarungan antara Jack Miller, Quartararo, dan Jorge Martin dalam perebutan dua tempat podium.
Di chicane baru tikungan 2, Quartararo, yang harus menurunkan berat badan demi mendapat tambahan top speed Yamaha di sirkuit kandang Ducati itu, mendapat celah untuk menyalip Miller untuk tempat kedua setelah finis 0,495 detik di belakang Bagnaia, demikian laman resmi MotoGP.
Sedangkan Miller mengamankan satu tempat podium untuk Ducati setelah Martin, yang membayangi di lap terakhir, terjatuh di lintasan.
Baca juga: Start dari Baris Kedua MotoGP Austria Bikin Quartararo Meradang
"Balapan yang sangat panjang, saya berupaya lebih tenang dan hati-hati karena kami memakai ban depan soft, yang bukan pilihan terbaik
bagi saya jelang finis. Tapi saya sangat senang," kata Bagnaia, yang tampil dominan sejak di Assen dan Silverstone.
"Saat saya melihat gap, saya sangat ingin tampil konstan dengan lap time saya, dan saya yakin dengan kecepatan saya. Di akhir saya mencoba lebih tenang karena mereka semakin dekat. Saya sangat senang dan kami menuju ke Misano, tak sabar lagi ke sana," sambungnya.
Dengan hasil itu, Bagnaia memangkas jarak poin dari Quartararo yang masih memegang kendali klasemen dengan margin 44 poin.
Aleix Espargaro bertahan di peringkat kedua klasemen dengan jarak 32 poin dari Quartararo.
Sementara itu, polesitter Enea Bastianini harus kembali ke garasi dan menyudahi balapan lebih dini karena mendapati masalah teknis di motor
Ducatinya di lap keenam.
Reporter MotoGP Simon Crafar melaporkan terdapat penyok besar di velg depan motor Bastianini yang kemungkinan disebabkan hilangnya tekanan udara ban.
Luca Marini meraih finis terbaiknya untuk tim VR46 di P4, mengungguli Johann Zarco (Pramac) dan Aleix Espargaro, yang sempat terkendala dengan holeshot device saat start.
Brad Binder menjadi pebalap KTM terdepan di P7, mengungguli Alex Rins (Suzuki) dan Marco Bezzecchi (VR46).
Sirkus MotoGP akan menyambangi Sirkuit Misano di San Marino pada 4 September mendatang. (Ant/OL-16)
Mario Aji mengakui bahwa kegagalan menyelesaikan balapan di Moto2 GP Amerika Serikat merupakan murni kesalahan pribadinya.
Mario Aji kehilangan kendali atas motornya dan terjatuh saat balapan hanya menyisakan dua lap terakhir.
Berkat kemenangan di Sirkuit Austin, pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi kini mengantongi total 81 poin.
Saat berusaha keluar dari Tikungan 11, Veda kehilangan kendali motornya dan mengalami insiden highside sehingga gagal finis di Moto3 GP Amerika Serikat.
Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, meraih kemenangan pada Formula 1 Grand Prix (GP) di Sirkuit Sizuka, Jepang, Minggu (29/3).
Jorge Martin keluar sebagai yang tercepat di Sprint Race GP Amerika Serikat setelah memenangi duel sengit melawan Francesco Bagnaia.
Masa depan pembalap Marc Marquez bersama Ducati mulai menemui titik terang setelah sang juara bertahan menyatakan telah menyepakati sebagian besar poin dalam kontrak barunya.
MARC Marquez memanfaatkan metode visualisasi lintasan saat tes pramusim MotoGP untuk memastikan pilihan paket aerodinamika Ducati tetap kompetitif sepanjang musim.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved