Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo Francesco Bagnaia meraih kemenangan sprint secara berturut-turut (back-to-back) di GP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Sabtu (17/8).
Kemenangan sprint dengan total waktu 20 menit 59,768 detik itu menyempurnakan pencapaiannya tahun lalu ketika menjadi yang tercepat pada balapan pendek di Austria.
Posisi kedua ditempati polesitter Jorge Martin (Prima Pramac Racing) yang hanya terpaut 4,673 detik dari sang juara bertahan.
Baca juga : Francesco Bagnaia Bertekad Ulangi Dominasi Musim Lalu di GP Austria
Juara dunia delapan kali Marc Marquez dari Gresini Racing, tersingkir dari balapan setelah terjatuh di lima lap terakhir, ketika dia menjadi penantang Bagnaia dan Martin.
Pembalap Aprilia Racing Aleix Espargaro melengkapi podium sprint GP Austria dengan margin waktu 7,584 detik dari si pemimpin balapan.
Ini merupakan podium sprint kedua Espargaro berturut-turut setelah penampilan mengesankan di sesi yang sama di GP Inggris.
Baca juga : Bos Ducati Puji Performa Sempurna Francesco Bagnaia
Sempat terlibat kontak dengan Franco Morbidelli (Prima Pramac Racing), Enea Bastianini (Ducati Lenovo) dapat mempertahankan posisinya pada posisi keempat.
Bastianini berada tepat di depan Jack Miller dari Red Bull KTM dan Morbidelli yang masing-masing finis di posisi kelima dan keenam.
Melengkapi daftar 10 besar Sprint GP Austria tahun ini adalah Brad Binder (Red Bull KTM), Marco Bezzecchi (Pertamina Enduro VR46), wildcard Red Bull KTM Pol Espargaro, dan pembalap muda Pedro Acosta (GASGAS Tech3).
Rangkaian GP Austria 2024 berlanjut dengan balapan utama pada hari ini, Minggu (18/8) pukul 19.00 WIB. (Ant/Z-1)
Bagnaia mengaku mulai kehilangan kesabaran menunggu solusi dari Ducati atas kesulitannya dengan motor GP25.
Sejauh ini, finis terbaik Martin bersama Aprilia adalah posisi ketujuh di GP Ceko di Brno.
Marco Bezzecchi memimpin 19 lap pertama balapan di depan Marc Marquez, tetapi turun ke posisi kedua, lalu ketiga setelah gagal bersaing dengan Marquez dan Fermin Aldeguer.
Francesco Bagnaia kesulitan menemukan performa terbaiknya di motor GP25 yang memiliki karakteristik pengereman yang bertolak belakang dengan gaya balapnya.
Pada tujuh kali balapan GP Austria sebelumnya, Marc Marquez selalu gagal finis terdepan pada balapan utama di Spielberg.
Enea Bastianini memulai balapan dari posisi start kelima musim ini, sebelum akhirnya mampu mengamankan finis lima besar di balapan kandang tim KTM.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved