Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JANNIK Sinner menggusur Novak Djokovic sebagai petenis nomor satu dunia dan menjadi petenis Italia pertama yang mencapai posisi tersebut.
Petenis berusia 22 tahun itu memulai tahun ini dengan menduduki peringkat empat dunia. Namun, dengan lonjakan yang luar biasa di awal 2024, yang ditandai dengan gelar Grand Slam pertamanya di Australia Terbuka, gelar ATP Masters 1000 di Miami dan semifinal di Indian Wells, Monte-Carlo dan Roland Garros, Sinner kini menjadi petenis ke-29 yang berdiri di puncak tenis profesional putra.
"Ini mewakili hasil etos kerja yang luar biasa. Ini adalah salah satu tujuan saya untuk diri saya sendiri dan tim saya tahun ini," kata Sinner, dikutip dari ATP, Selasa (11/6).
Baca juga : Jannik Sinner belum Ingin Disejajarkan dengan Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz
"Tujuan terpentingnya adalah selalu berkembang sebagai pemain dan sebagai pribadi, mengelilingi diri saya dengan orang-orang hebat."
Instagram @djokernole--Petenis Serbia Novak Djokovic
"Saya pikir saya bisa sangat bahagia dan gembira dengan apa yang saya lakukan dan juga dengan tim saya."
Baca juga : Novak Djokovic dan Jannik Sinner ke Perempat Final Monte Carlo
"Dalam periode terakhir, saya telah memainkan permainan yang sangat bagus. Saya sangat senang berada di posisi ini," lanjutnya.
Ketua ATP Andrea Gaudenzi mengatakan naiknya Sinner ke peringkat satu dunia merupakan bukti bahwa tenis adalah olahraga yang paling menantang yang membutuhkan dedikasi, tekad, dan kepercayaan diri yang besar.
"Hal ini tercermin dari daftar eksklusif petenis hebat yang menduduki posisi teratas, dengan Jannik menjadi pemain ke-29 yang mencapai peringkat No 1 dalam lebih dari 50 tahun sejarah," kata Gaudenzi.
Baca juga : Asa Novak Djokovic Raih Grand Slam ke-25 Kandas di Semifinal Australia Terbuka
"Atas nama ATP, kami sangat senang bisa bergabung dengan banyak penggemar dalam merayakan momen ini. Di usianya yang baru 22 tahun, ia memiliki jalan yang luar biasa ke depan. Akan sangat menarik untuk menyaksikan perjalanannya berlanjut," imbuhnya.
Sinner pertama kali memasuki Peringkat ATP pada 12 Februari 2018 di usia 16 tahun dan kurang dari dua tahun kemudian, pada 28 Oktober 2019, ia menembus 100 besar dunia. Tidak lama kemudian, Sinner memenangi Final ATP Next Gen di usia 18 tahun.
Selama 52 pekan terakhir, ketika Sinner mendapatkan poin yang membantunya menjadi peringkat satu dunia, ia telah mencatatkan menang kalah 15-4 melawan 10 lawan teratas.
Baca juga : Kalahkan Rublev, Sinner Bertemu Djokovic di Semifinal Australia Terbuka
Sembilan dari kemenangannya selama rentang waktu tersebut terjadi saat melawan petenis peringkat satu dunia saat ini atau sebelumnya, yakni Novak Djokovic (3 kali), Carlos Alcaraz (1 kali), dan Daniil Medvedev (5 kali).
Pada Agustus lalu, Sinner belum pernah mengangkat satu pun trofi ATP Masters 1000 atau turnamen major. Namun, sejak saat itu, ia kemudian meraih enam gelar, termasuk kemenangan Masters 1000 di Toronto dan Miami, serta kemenangan perdananya di Grand Slam di Melbourne Park.
Gelar lainnya diraih di ajang ATP 500 Beijing, Wina, dan Rotterdam.
Salah satu sorotan terbesar Sinner terjadi di ATP Finals tahun lalu, ketika ia berkompetisi untuk kedua kalinya. Ia memimpin grupnya dengan catatan tak terkalahkan -- sebelum akhirnya kalah dari Djokovic di final -- yang membuat ia semakin populer.
Segera setelah pencapaian tersebut, Sinner membawa Italia meraih gelar Piala Davis setelah puasa gelar sejak 1976. Ini merupakan gelar kedua bagi Italia di ajang tersebut.
Naiknya Sinner ke No.1 dunia mengakhiri dominasi Djokovic di puncak. Petenis Serbia itu telah menghabiskan rekor total 428 pekan di No.1.
Sinner bergabung dengan daftar enam petenis aktif yang naik ke peringkat 1 dunia, yakni Djokovic, Rafael Nadal, Andy Murray, Medvedev, dan Alcaraz. (Ant/Z-1)
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Flavio Cobolli menjadi penentu gelar setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Jaume Munar.
Meski tampil tanpa dua petenis utama, Jannik Sinner dan Lorenzo Musetti, tuan rumah tetap menunjukkan dominasi.
JANNIK Sinner menutup musim 2025 yang penuh gejolak dengan cara paling manis. Di hadapan publik Turin, Senin (17/11) WIB, petenis Italia itu mempertahankan gelar ATP Finals.
Jannik Sinner kembali menjuarai turnamen akhir musim tanpa kehilangan satu set pun dan memperkecil jarak rivalitasnya dengan Carlos Alcaraz.
Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner melaju ke final ATP Finals 2025 usai menang meyakinkan di semifinal Turin.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Novak Djokovic, awalnya, memproyeksikan Adelaide International sebagai ajang pemanasan utama sebelum bertarung di Australia Terbuka.
“Saya tidak pernah meremehkan lawan-lawan saya. Saya punya banyak hal untuk dipertaruhkan dan dia tidak, jadi saya harus berhati hati,”
NOVAK Djokovic menandai kembalinya ke lapangan setelah tiga pekan absen dengan kemenangan meyakinkan atas Alejandro Tabilo pada babak 16 besar turnamen ATP Athena, Selasa (4/11)
Novak Djokovic dipastikan lolos ke ATP Finals 2025 ketika undian untuk turnamen ATP 500 di Basel dan Wina dirilis, dikutip dari ATP, Minggu (19/10).
Novak Djokovic masih mengejar satu gelar lagi untuk menggeser petenis Australia Margaret Court dalam perebutan gelar tunggal Grand Slam terbanyak dalam sejarah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved