Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Italia Jannik Sinner menepis anggapan ia adalah pemain terbaik dunia saat ini dan menolak dibandingkan dengan rival-rivalnya yang berada di posisi tiga besar, Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz
Sinner dapat mendekati Djokovic, yang berada di posisi teratas dalam peringkat dunia, jika ia berhasil meraih kemenangan di Madrid dalam dua pekan ini.
"Saya pikir ini adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Kami selalu melihat hanya saat ini dan saya pikir terkadang itu bagus tapi juga tidak bagus. Saya masih percaya bahwa Anda tidak dapat membandingkan diri saya dengan Novak dengan semua yang telah ia lakukan. Hal yang sama berlaku untuk Carlos. Carlos juga menang lebih banyak dari saya," kata Sinner.
Baca juga : Novak Djokovic dan Jannik Sinner ke Perempat Final Monte Carlo
"Saya sangat menghormati mereka berdua. Saya hanya mencoba memainkan permainan saya, mencoba memahami apa yang terbaik untuk saya dan kemudian kita lihat apa yang bisa saya capai," imbuhnya.
AFP/Valery HACHE--Petenis Serbia Novak Djokovic
Sinner tidak pernah berhasil melewati babak ketiga dalam dua penampilan sebelumnya dan akan berusaha untuk mengubahnya kali ini.
Baca juga : Carlos Alcaraz Bertemu Daniil Medvedev untuk Gelar Indian Wells Setelah Menghentikan Jannik Sinner
Dengan absennya Djokovic, yang mengundurkan diri dari turnamen, Sinner merupakan unggulan teratas di Madrid, ketika ia akan menghadapi Richard Gasquet atau Lorenzo Sonego di putaran kedua.
"Saya cukup kesulitan di tahun-tahun sebelumnya, menemukan level saya di sini, jadi akan menarik untuk melihat bagaimana saya akan bermain tahun ini," tuturnya.
AFP/Frederic J. BROWN--Petenis Spanyol Carlos Alcaraz
Baca juga : Jannik Sinner 'Berterima Kasih' dan Siap Ambil Pelajaran dari Kekalahan Alcaraz
Sementara itu, Alcaraz tidak ragu untuk menggambarkan Sinner sebagai yang terbaik dalam permainan ini dan mengakui bahwa akan sulit menghentikan teman sekaligus rivalnya itu untuk mengambil alih posisi teratas dalam peringkat.
"Ia berbahaya, ia sangat berbahaya. Ia adalah pemain terbaik di dunia saat ini. Mungkin semua orang berpikir bahwa tenisnya tidak terlalu cocok untuk lapangan tanah liat, tetapi ia juga meraih hasil yang bagus di lapangan tanah liat, ia bisa memenangkan setiap turnamen yang ia ikuti, dan saya bertarung dengannya, dengan Novak, untuk berada di posisi pertama dan saya berusaha untuk tidak membiarkan mereka tetap di sana," kata Alcaraz.
Pemain berusia 20 tahun ini baru saja pulih dari cedera lengan kanan yang memaksanya melewatkan turnamen di Monte Carlo dan Barcelona.
Ia mengatakan telah berhasil meningkatkan intensitas latihannya sejak kedatangannya di Madrid dan berharap bisa 100 persen siap untuk pertandingan pembuka pada Sabtu (27/4) melawan Arthur Rinderknech atau Alexander Shevchenko. (AFP/Z-1)
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
Ia akan menghadapi Jannik Sinner atau Novak Djokovic pada Minggu (1/2) untuk memperebutkan trofi.
Langkah petenis berusia 38 tahun itu menuju semifinal Australia Terbuka tahun ini terbilang unik. Ia mendapatkan tiket empat besar setelah Lorenzo Musetti.
JUARA bertahan Jannik Sinner menegaskan kesiapannya menghadapi Novak Djokovic pada babak semifinal Australia Terbuka setelah menyingkirkan petenis Amerika Serikat, Ben Shelton.
Jika terus melaju, Sinner berpeluang menghadapi laga blockbuster melawan Novak Djokovic di babak semifinal.
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Rod Laver Arena akan menjadi ruang sidang sejarah pada Minggu (1/2). Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz tidak sekadar memperebutkan trofi Australia Terbuka
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
PETENIS Novak Djokovic mengalahkan Jannik Sinner dalam pertandingan lima set, Jumat (30/1) dan mengamankan tiket ke final Australian Open 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved