Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo Francesco Bagnaia mengatakan tidak menghiraukan dan ambil pusing terkait 'ancaman' pembalap Red Bull KTM Brad Binder menjelang GP Austria, akhir pekan ini.
"Kali ini tidak akan mudah karena kita tahu langkah yang telah dilakukan KTM dalam berbagai hal teknis seperti pengereman dan akselerasi. Tim lain seperti Aprilia juga menunjukkan peningkatan yang hebat. Mereka naik podium dan memenangkan balapan terakhir (di GP Inggris)," kata Bagnaia, dikutip dari keterangan resmi MotoGP, Sabtu (19/8).
"Selain itu, banyak pembalap lain yang menunjukkan kemampuan mereka dan peningkatan, mereka bisa bersaing ketat untuk balapan ini, termasuk tujuh (wakil) Ducati lainnya," imbuhnya.
Baca juga : Bos Ducati Puji Performa Sempurna Francesco Bagnaia
Lebih lanjut, Bagnaia mengaku hanya ingin fokus untuk mengumpulkan poin demi mempertahankan tempatnya di puncak klasemen MotoGP musim 2023.
AFP/Jure Makovec--Pembalap Red Bull KTM Brad Binder
"Penting bagi kami untuk mengambil poin sebanyak yang kami bisa. Saya pikir kami bisa mendapatkan keuntungan di trek ini. Jika kami memulainya dengan baik, maka kami memiliki potensi itu (kemenangan) dan mengumpulkan poin maksimal," ujar pembalap yang akrab disapa Pecco tersebut.
Baca juga : Bagnaia: Strategi yang Tepat Jadi Kunci Dominasi di Moto GP Austria
Sebelumnya, Binder mengatakan bertekad mengakhiri dominasi Ducati pada balapan di markas tim pabrikan KTM itu.
"Ini adalah rumah bagi KTM dan saya selalu ingin memiliki akhir pekan yang kuat nanti," kata Binder.
Sementara itu, pemenang GP Inggris, dua pekan lalu, Aleix Espargaro (Aprilia Racing) menambahkan, Sirkuit Red Bull Ring di Spielberg merupakan trek yang menantang baik secara pengaturan teknis motor hingga gaya berkendara.
Menurut Espargaro, kekuatannya dan Aprilia adalah menjalani balapan panjang seperti di sirkuit-sirkuit di Qatar, Argentina, dan Inggris.
"Saya akan melakukan yang terbaik untuk mencoba dan menjaga momentum, berjuang untuk podium dan (menjaga) konsistensi di putaran terakhir. Penting untuk melihat bagaimana kami meningkat dari musim lalu di trek yang sulit," kata Espargaro. (Ant/Z-1)
Bagnaia mengaku mulai kehilangan kesabaran menunggu solusi dari Ducati atas kesulitannya dengan motor GP25.
Sejauh ini, finis terbaik Martin bersama Aprilia adalah posisi ketujuh di GP Ceko di Brno.
Marco Bezzecchi memimpin 19 lap pertama balapan di depan Marc Marquez, tetapi turun ke posisi kedua, lalu ketiga setelah gagal bersaing dengan Marquez dan Fermin Aldeguer.
Francesco Bagnaia kesulitan menemukan performa terbaiknya di motor GP25 yang memiliki karakteristik pengereman yang bertolak belakang dengan gaya balapnya.
Pada tujuh kali balapan GP Austria sebelumnya, Marc Marquez selalu gagal finis terdepan pada balapan utama di Spielberg.
Enea Bastianini memulai balapan dari posisi start kelima musim ini, sebelum akhirnya mampu mengamankan finis lima besar di balapan kandang tim KTM.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved