Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, memetik pelajaran berharga dari perjalanan sulit di MotoGP musim 2025. Setelah sempat mendominasi di tahun-tahun sebelumnya, pembalap asal Italia ini harus menerima kenyataan pahit setelah gagal mempertahankan konsistensi dan terlempar dari persaingan gelar juara dunia.
Masalah utama Bagnaia sepanjang musim lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25. Kendala stabilitas motor menjadi persoalan kronis yang gagal dipecahkan oleh tim teknis Ducati Lenovo hingga akhir musim. Akibatnya, pembalap bernomor 63 ini sering kali tampil inkonsisten di lintasan.
Pecco menyudahi musim 2025 dengan bertengger di peringkat kelima klasemen akhir. Mengoleksi 288 poin, ia harus merelakan posisi puncak kepada para pesaing terkuatnya tahun itu, yakni Marc Marquez, Alex Marquez, Marco Bezzecchi, dan talenta muda Pedro Acosta.
Meski demikian, kegagalan tersebut tidak memadamkan semangat juara dunia dua kali ini. Bagnaia mengaku bahwa tekanan sepanjang musim lalu justru memberikan perspektif baru bagi karier balapnya.
"Saya meninggalkan tahun yang penuh tantangan, tetapi tahun yang telah banyak mengajarkan saya dan makin memperkuat keinginan saya untuk kembali ke lintasan sesegera mungkin dengan Desmosedici GP yang baru," ujar Bagnaia sebagaimana dikutip dari laman resmi MotoGP.
Ia menekankan bahwa ketangguhan mental adalah kunci utama dalam menghadapi pasang surut di dunia balap motor kasta tertinggi tersebut. "Penting untuk berjuang sampai akhir, tidak pernah menyerah, menghadapi setiap situasi, dan belajar dari setiap pengalaman," imbuhnya.
Menyongsong musim 2026, motivasi Bagnaia berlipat ganda. Pasalnya, tim pabrikan asal Italia tempatnya bernaung tengah memasuki tonggak sejarah penting, yakni perayaan tahun ke-100 Ducati. Ia berharap dapat kembali ke performa puncaknya dan menjadi penantang utama gelar juara dengan motor generasi terbaru.
"Saya sangat senang dapat bersatu kembali dengan seluruh Ducati Lenovo Team dan kembali bekerja untuk menjadi salah satu protagonis dan bersenang-senang," tegasnya dengan optimistis.
Langkah awal penebusan dosa Bagnaia akan dimulai di sirkuit. Ia dijadwalkan menjalani tes pramusim krusial di Sepang, Malaysia, yang berlangsung hingga 5 Februari mendatang.
Tes ini akan menjadi penentu sejauh mana Ducati telah memperbaiki masalah stabilitas pada motor mereka sebelum seri pembuka GP Thailand digelar pada 27 Februari 2026. (Ant/Z-1)
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved