Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Masa Depan di MotoGP 2027: Francesco Bagnaia Sepakat dengan Teori Jorge Lorenzo

Khoerun Nadif Rahmat
10/2/2026 12:14
Masa Depan di MotoGP 2027: Francesco Bagnaia Sepakat dengan Teori Jorge Lorenzo
Ilustrasi(motorsport)

FRANCESCO Bagnaia mengakui nilai seorang pebalap MotoGP sangat ditentukan hasil balapan terakhir, membuat posisinya di bursa pebalap menuju regulasi baru 2027 belum sepenuhnya aman meski berstatus juara dunia ganda.

Pebalap utama Ducati, Francesco Bagnaia, menyadari dinamika pasar pebalap MotoGP semakin kejam menjelang era mesin 850cc pada 2027. Ia menilai pencapaian terbaru lebih menentukan dibanding reputasi masa lalu, bahkan bagi rider bergelar juara dunia.

Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot. Saat rekan setim barunya, Marc Marquez, melaju konsisten hingga merebut gelar juara dunia, Bagnaia justru finis di peringkat kelima klasemen akhir setelah kesulitan mengendalikan motor GP25.

Ia pun sejalan dengan pandangan legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, terkait cara publik dan tim menilai pebalap.

"Jorge Lorenzo mengatakan hal yang benar, bahwa Anda selalu diingat karena balapan terakhir yang Anda jalani. Jadi wajar jika situasinya seperti ini," ujar Bagnaia dikutip dari Crash.

Menurutnya, tren penentuan kontrak jauh sebelum musim berjalan kini menjadi realitas baru di paddock MotoGP.

"Dunia yang kita tinggali bergerak super cepat. Jadi, Anda harus cepat bereaksi," imbuhnya.

Meski diterpa isu kedatangan bintang muda KTM, Pedro Acosta, ke Ducati pada era 2027, Bagnaia mulai menunjukkan respons positif. Dalam tes pramusim di Sepang pekan lalu, pebalap Italia itu tampil lebih kompetitif dengan motor spesifikasi terbaru GP26.

Pada simulasi Sprint, catatan waktunya bahkan lebih tajam dibanding Marquez. Namun, tekanan pasar pebalap tetap tinggi seiring berbagai spekulasi yang beredar. Acosta disebut kuat sebagai kandidat pengganti Bagnaia di Ducati. Fabio Quartararo dilaporkan mendekat ke Honda. Jorge Martin disebut berpeluang mengisi kursi yang ditinggalkan Quartararo di Yamaha. Aprilia juga muncul sebagai alternatif tujuan Bagnaia jika harus berpisah dengan Ducati.

Bagnaia menegaskan negosiasi kontrak masih berlangsung dan ia merasa masih memiliki sejumlah opsi untuk kelanjutan kariernya. Seri pembuka MotoGP 2026 akan menjadi momen penting untuk memulihkan citranya.

Balapan pembuka musim dijadwalkan berlangsung di Thailand pada 27 Februari hingga 1 Maret. Ajang tersebut menjadi panggung awal bagi Bagnaia untuk membuktikan bahwa penurunan performa musim lalu hanyalah anomali, sekaligus mengangkat kembali nilai tawarnya di meja kontrak. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya