Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Yamaha, Fabio Quartararo, melontarkan penilaian jujur sekaligus bernada pesimistis terhadap progres mesin V4 terbaru miliknya usai menjalani rangkaian tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia.
Meski sempat turun selama dua hari pada sesi shakedown dan hari pertama tes resmi, Quartararo merasa pengembangan kuda besi teranyarnya masih sangat jauh untuk bisa menandingi dominasi pabrikan pesaing.
Kekecewaan Quartararo kian bertambah setelah kendala teknis memaksa garasi Yamaha tertutup rapat pada hari kedua tes, di saat dirinya juga harus bergelut dengan cedera patah jari.
Hingga hari pembuka berakhir, pembalap asal Prancis itu tertahan di posisi kesembilan dengan selisih 0,851 detik dari Marc Marquez yang memimpin catatan waktu. Realitas di lintasan tersebut membuat Quartararo sulit untuk memupuk optimisme tinggi menyongsong musim baru.
"Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya percaya diri karena kita melihat betapa besarnya kami menderita, kita melihat bahwa catatan waktu kami tidak terlalu bagus,” ujar Quartararo dikutip dari Crash.
Ia menegaskan bahwa satu-satunya fokus saat ini adalah memberikan kemampuan maksimal terlepas dari posisi apa pun yang akan ia tempati di grid nanti.
Meski sepanjang kariernya di MotoGP terbiasa dengan mesin Inline4, Quartararo membantah jika performa buruk itu disebabkan oleh proses adaptasi gaya balap.
Menurutnya, ia sudah memahami perubahan gaya yang diperlukan, namun mesin V4 milik Yamaha memang belum setara dengan milik pabrikan lain. Ia memaparkan daftar panjang kekurangan teknis yang harus segera dibenahi oleh tim mekanik.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, terutama pada saat menikung, traksi, elektronik, daya cengkeram, hingga tenaga. Jadi ada banyak hal yang harus disesuaikan," tuturnya.
Ia pun tak menampik kekagumannya terhadap kecepatan para rival yang langsung tancap gas sejak hari pertama. Menurutnya, catatan waktu yang dihasilkan para pesaing sangat luar biasa cepat, sementara Yamaha masih tertatih mencari sentuhan terbaik.
Ketertinggalan Yamaha semakin nyata jika melihat performa rekan setimnya, Alex Rins, yang menutup tes di posisi ke-14 pada hari terakhir. Analisis sektor menunjukkan bahwa meskipun Quartararo sempat kompetitif di sektor awal, ia kehilangan banyak waktu di tiga sektor berikutnya.
"Jadi kami tahu di mana posisi kami, kami tahu bahwa kami sangat jauh, tetapi kami harus menerimanya dan bekerja keras adalah satu-satunya hal yang bisa kami lakukan," pungkas pembalap yang santer dikabarkan akan hengkang ke Honda pada 2027 tersebut.
Tugas berat kini menanti kru Yamaha sebelum mereka kembali menguji ketangguhan mesin V4 di Buriram, Thailand, pada 21-22 Februari mendatang.
Apakah pabrikan berlogo garpu tala itu mampu memangkas jarak yang disebut Quartararo "super jauh" tersebut, atau justru kian tenggelam di papan tengah persaingan MotoGP 2026. (H-2)
Performa Bagnaia sepanjang musim 2025 yang naik turun membuat posisinya di tim pabrikan Borgo Panigale mulai disorot.
Kemitraan sebagai sponsor tim BK8 Gresini Racing di kejuaraan dunia MotoGP sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan untuk menjadikan Chocolatos sebagai merek global.
Pembalap Honda HRC Castrol, Joan Mir, menilai prototipe RC213V versi 2026 sebagai paket motor terbaik yang pernah ia tunggangi sejak bergabung dengan pabrikan asal Jepang tersebut.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Bitget, Universal Exchange (UEX) resmi menutup rangkaian kemitraan regionalnya dengan MotoGP di seri Mandalika, Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved