Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Lenovo Francesco Bagnaia mengaku merasakan 'feeling' berkendara yang sangat baik saat menutup tahun 2025 dengan hasil Tes Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, yang berakhir memuaskan.
Bagnaia menyelesaikan sesi tes ini dengan berada di posisi 10 dalam waktu 1 menit 29,731 atau selisih 0,358 dari pembalap Trackhouse Raul Fernandez yang menyelesaikan sesi sebagai yang tercepat.
"Saya menyelesaikan putaran terakhir tahun 2025 dengan perasaan yang sangat baik," kata pembalap asal Italia itu, dikutip dari laman resmi Ducati Corse, Rabu (19/11).
Kendati hanya berada di posisi 10, Bagnaia menyebut selama tes berlangsung, ia tidak mengalami kesulitan apa pun, seperti yang ia alami pada seri terakhir MotoGP 2025 di sirkuit yang sama dua hari sebelumnya.
Di seri terakhir ini, juara dunia 2022 dan 2023 itu hanya finis posisi 14 di Sprint dan dilanjutkan dengan gagal finis pada balapan utama setelah terjatuh pada tahap awal balapan.
"Dibandingkan dengan akhir pekan balapan, saya langsung merasa nyaman dengan prototipe 2026 dan kami bekerja keras. Kecepatan dan waktu putarannya bagus sejak sesi pertama, dan saya tidak mengalami kesulitan apa pun. Saya senang; itu adalah tes dengan waktu yang sangat cepat," ungkap Bagnaia.
Bagnaia hanya menyayangkan satu hal di sesi tes ini, yaitu dia tidak melakukan time attack terakhir dengan ban lunak. Namun, meski demikian, ia merasa masih tetap puas.
"Sayang sekali, saya tidak melakukan time attack terakhir dengan ban lunak, tetapi saya puas. Saya akan berlibur dengan sikap positif," ujarnya.
Bagnaia menjalani musim 2025 yang buruk setelah dia hanya meraih dua kemenangan dalam 22 balapan yang dimainkan. Jumlah ini menurun drastis jika dibandingkan musim sebelumnya, ketika ia memenangkan 11 balapan.
Penampilan buruknya ini membuatnya mengakhiri musim 2025 di peringkat kelima dengan 288 poin, di belakang Pedro Acosta (307 poin), Marco Bezzecchi (353 poin), Alex Marqeuz (467 poin), dan sang juara Marc Marquez (545 poin). (Ant/Z-1)
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Saat ini, Marc Marquez masih terikat kontrak hingga akhir 2027 bersama Ducati Lenovo. Namun, dinamika bursa transfer pembalap yang sering bergerak lebih cepat memicu berbagai spekulasi.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Masalah utama Francesco Bagnaia sepanjang musim MotoGP 2025 lalu berakar pada ketidakcocokan antara gaya balapnya dengan karakteristik Desmosedici GP25.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Berbeda dengan Formula 1 yang memiliki serikat resmi pebalap, MotoGP hingga kini belum memiliki wadah tersebut.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved