Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil mencapai babak final pertama di turnamen level BWF World Tour Super 750. Tepatnya di ajang bulu tangkis Malaysia Open 2022.
Kesuksesan Fajar/Rian itu direbut usai mengandaskan pasangan tuan rumah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dua gim langsung 21-14 dan 21-12, dalam laga semifinal yang dihelat di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu (2/7) malam.
"Alhamdulillah bersyukur karena ini pertandingan tidak mudah melawan tuan rumah dengan dukungan penonton yang begitu banyak. Walau rekor pertemuan kami menang, kalau sudah di lapangan saya rasa tidak ada pengaruhnya, seperti 0-0 lagi," tutur Fajar dalam keterangan resmi PBSI, Sabtu (2/7).
"Hari ini kami berusaha mengendalikan permainan depan karena kalau sudah pegang bola depannya, akan sangat enak untuk menyerang. Di gim pertama dan kedua, terlihat sekali lawan tidak bisa keluar dari tekanan," lanjutnya.
Baca juga: Semangat Lolos ke Final, Apri/Fadia Janji Tampil All Out
Sudah tiba di partai final, Fajar/Rian mengaku belum puas. Mereka membidik gelar juara untuk menambah koleksi gelar BWF World Tour mereka tahun ini. Sebelumnya, Fajar/Rian sudah juara di level Super 300 (Swiss Open) dan Super 500 (Indonesia Masters).
"Rasanya senang dan bersyukur, tapi belum cukup sampai di sini, masih ada partai besok, partai final. Kami tetap mau menampilkan yang terbaik untuk Indonesia," aku Fajar.
"Besok kami akan menyiapkan fisik dan mental, full recovery yang utama. Turnamen kan sudah beruntun terus, stamina dan fokus pasti terkuras. Jadi harus lebih disiapkan lagi," kata Rian.
Pasangan nomor tujuh dunia itu masih menunggu lawan mereka di babak final, pemenang antara Aaron Chia/Soh Woi Yik (Malaysia) dan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang). (S-2)
Pelatih ganda campuran Rionny Mainaky menjelaskan Felisha mengeluhkan gangguan pada lengan kanannya setelah tampil pada semifinal Indonesia Masters 2026.
Bagi barisan pemain muda Indonesia, ajang Super 500 ini menjadi ujian mental yang sesungguhnya. Ainur menyoroti kiprah Joaquin/Raymond yang meski gagal meraih gelar.
BERHASIL melaju ke babak final Indonesia Masters 2026, rupanya tak membuat tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan tinggi hati. Ia mengaku tidak menyangka bisa memenangkan pertandingan.
TUNGGAL putra masa depan Indonesia, Alwi Farhan, memastikan diri melaju ke babak final turnamen bulu tangkis Indonesia Masters 2026 setelah memenangi laga semifinal.
Sebanyak enam wakil Indonesia akan kembali turun gelanggang di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu (24/1), untuk memperebutkan tiket menuju babak final.
Tiwi/Fadia gagal melaju ke semifinal Indonesia Masters setelah ditundukkan wakil Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, dengan skor 21-16, 11-21, dan 14-21.
Indonesia terakhir kali mencicipi gelar juara sektor ganda putra di Indonesia Masters pada edisi 2023, melalui pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Dukungan masif dari suporter di Istora diakui menjadi suntikan energi tambahan bagi Fikri. Baginya, atmosfer legendaris arena ini memberikan dampak positif yang luar biasa.
Di partai ketiga fase grup BWF World Tour Finals, Fajar/Fikri akan berhadapan dengan Liang Weikeng/Wang Chang.
FAJAR Alfian menatap peluang meraih hasil lebih baik pada BWF World Tour Finals 2025 dengan pasangan barunya, Muhammad Shohibul Fikri.
Fajar/Fikri menyebut performa Raymond/Joaquin sebagai harapan baru bagi keberlanjutan tradisi kuat sektor ganda putra bulu tangkis Indonesia di level dunia.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus absen dalam BWF World Tour Super 500 Kumamoto Masters karena terkendala visa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved