Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Indonesia Masters 2026: Fajar/Fikri Melaju Mulus ke Babak 16 Besar

Khoerun Nadif Rahmat
20/1/2026 17:10
Indonesia Masters 2026: Fajar/Fikri Melaju Mulus ke Babak 16 Besar
Fajar/Fikri(dok.PBSI)

PASANGAN ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengawali petualangan mereka di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2026 dengan hasil gemilang.

Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (20/1), duet unggulan tuan rumah ini sukses melumat wakil Taiwan, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh, melalui kemenangan dua gim langsung 21-16, 21-10.

Hanya membutuhkan waktu 30 menit, Fajar/Fikri tampil sangat dominan. Kemenangan ini sekaligus mempertegas keunggulan mereka atas lawan yang sama setelah sebelumnya juga menang di Malaysia Terbuka, dua pekan lalu. Strategi mempelajari video pertandingan lawan terbukti ampuh membuat Chen/Lin tak berkutik di hadapan publik Jakarta.

"Alhamdulillah diberikan kelancaran dan kemenangan bisa kembali bermain di Istora yang luar biasa. Kami terus mempelajari permainan mereka lewat video karena di Malaysia sempat bermain ketat," ungkap Fajar seusai laga.

Dukungan masif dari suporter di Istora diakui menjadi suntikan energi tambahan bagi Fikri. Baginya, atmosfer legendaris arena ini memberikan dampak positif yang luar biasa dalam menjaga motivasi bertanding. "Berkat tepukan mereka, kami jadi lebih semangat lagi, capek pun jadi tidak terasa," tambah Fikri.

Tampil sebagai salah satu tumpuan Merah Putih, Fajar/Fikri membawa misi besar untuk naik ke podium tertinggi. Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memang mematok target juara, mengingat ganda putra Indonesia sudah cukup lama tidak merayakan gelar di rumah sendiri.

Bagi Fajar pribadi, ambisi ini sangat besar mengingat dirinya terakhir kali mencicipi gelar juara di Istora pada 2023 silam. "Target dari pelatih dan pribadi adalah juara di sini. Sudah lama kami tidak mendapatkan gelar sejak China Open tahun lalu. Sekarang saya ingin bersama Fikri menjadi juara di sini," tegasnya.

Selain performa teknis, laga ini juga menjadi ajang adaptasi terhadap aturan baru BWF mengenai batas waktu interval 25 detik. Meski sempat merasa canggung dengan adanya penghitung waktu di lapangan, Fajar menilai aturan tersebut belum memberikan dampak besar bagi sektor ganda putra yang cenderung memiliki tempo permainan cepat.

Langkah Fajar/Fikri di babak selanjutnya kini berpotensi menghadirkan "perang saudara". Mereka berpeluang bertemu rekan senegara, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, jika pasangan tersebut mampu melewati putaran pertama.

"Kalau bertemu teman sendiri ada untung dan ruginya. Ruginya pasti salah satu harus gugur, tapi untungnya sudah pasti ada wakil Indonesia di babak delapan besar," pungkas Fajar. (Ndf/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya