Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH ganda putra bulu tangkis Indonesia, Fajar Alfian/Moh Shohibul Fikri, di ajang BWF World Tour Finals 2025 kini berada di ujung tanduk. Menghadapi laga krusial di partai ketiga fase grup, mereka bertekad meningkatkan stamina dan kecepatan demi menumbangkan wakil tuan rumah, Liang Weikeng/Wang Chang.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Hangzhou Olympic Sports Expo Center, Jumat (20/12) ini, akan menjadi laga hidup-mati. Hasil dari pertandingan tersebut akan menjadi penentu tunggal apakah Fajar/Fikri akan melaju ke babak semifinal atau harus angkat koper lebih awal.
Ambisi untuk membenahi fisik muncul setelah Fajar/Fikri menelan kekalahan perdana mereka di fase grup.
Berhadapan dengan unggulan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, pasangan Indonesia harus menyerah melalui drama rubber gim dengan skor 11-21, 21-16, dan 11-21, Kamis (18/12).
Fajar mengakui bahwa intensitas persaingan di World Tour Finals sangat tinggi karena hanya diikuti oleh delapan pasangan terbaik dunia. Menurutnya, tidak ada ruang untuk kesalahan kecil jika ingin menang di level ini.
"Kami mau konsultasi dengan pelatih bagaimana kami bisa meningkatkan stamina dan kecepatan. Kami juga harus fokus dalam poin-poin kritis karena itu sangat penting," ujar Fajar, dikutip dari keterangan resmi PBSI.
Ia menambahkan bahwa turnamen ini memberikan pelajaran berharga bagi mereka.
"Kalau dari saya, memang semua pasangan yang lolos di delapan besar World Tour Finals ini, pasangan yang luar biasa. Perlu persiapan yang sangat bagus, sangat baik untuk kejuaraan sebesar ini. Kami juga mendapat pelajaran dari sini untuk menghadapi turnamen di 2026," kata Fajar.
Senada dengan rekannya, Fikri menyoroti aspek pertahanan yang menjadi kendala utama saat menghadapi serangan bertubi-tubi dari Rankireddy/Shetty. Ia menilai lawan tampil sangat rapat sehingga sulit untuk ditembus.
"Pasangan India bermain sangat baik, sangat bagus sekali dari segi pertahanan serta serangannya. Mereka sangat rapat sekali, susah dimatikan juga sedangkan serangannya malah mematikan. Akhirnya kami banyak dalam kondisi tertekan," ungkap Fikri.
Kini, fokus sepenuhnya dialihkan kepada Liang/Wang. Menghadapi ganda nomor satu Tiongkok di hadapan publik mereka sendiri tentu bukan perkara mudah. Selain aspek teknis seperti kecepatan, ketahanan mental di poin-poin kritis akan menjadi faktor pembeda dalam laga penentuan. (Ant/Z-1)
INDONESIA Masters 2026 akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 20-25 Januari.
Di perempat final India Terbuka, Putri KW harus mengakui keunggulan unggulan pertama asal Korea Selatan, An Se Young. Putri kalah dalam dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 8-21.
Putri KW sempat kehilangan gim pertama sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan mengalahkan Line Kjaersfeldt dengan skor akhir 15-21, 21-9, dan 21-18.
Anthony Sinisuka Ginting akan kembali tampil setelah absen lama karena cedera dan fokus ke urusan keluarga.
Di India Terbuka, Sabar/Reza harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pasangan Indonesia menyerah dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 13-21.
Meski berhasil menumbangkan wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh, Jonatan Christie sempat menyinggung adanya dugaan pelanggaran fair play terkait kondisi shuttlecock di lapangan.
Di India Terbuka, Sabar/Reza harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pasangan Indonesia menyerah dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 13-21.
Menatap laga semifinal, Fikri menyadari tantangan tidak akan mudah. Mereka akan menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).
Sabar/Reza dijadwalkan menantang wakil tuan rumah sekaligus unggulan kedua, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di perempat final Malaysia Terbuka.
PASANGAN Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani memastikan medali emas ganda putra bulu tangkis SEA Games 2025 setelah menundukkan unggulan pertama Malaysia.
Dua wakil terbaik Indonesia, Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah, akan saling berhadapan di partai puncak tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved