Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Buat Kejutan di Indonesia Masters: Raymond/Joaquin Minta tidak Dibebani dengan Ekspektasi Tinggi

Basuki Eka Purnama
23/1/2026 07:21
Buat Kejutan di Indonesia Masters: Raymond/Joaquin Minta tidak Dibebani dengan Ekspektasi Tinggi
Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin(X @INABadminton)

GANDA putra bulu tangkis Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, mendadak menjadi sorotan setelah tampil impresif di ajang Indonesia Masters 2026. 

Meski performa mereka tengah menanjak, pasangan ini justru meminta para penggemar bulu tangkis dan warganet untuk menurunkan ekspektasi mereka agar tidak menjadi beban mental di lapangan.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul keberhasilan mereka menembus babak perempat final. 

Joaquin menekankan bahwa sebagai pemain yang sedang berproses, konsistensi tidak bisa diraih secara instan. Ia berharap publik bisa lebih bersabar melihat perjalanan karier mereka.

“Sekarang memang lagi naik dan warganet kasih ekspektasi lebih tinggi. Tapi kami tidak selamanya menang dan main bagus,” ujar Joaquin saat ditemui pewarta di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/1).

Lebih lanjut, Joaquin meminta agar para pendukung lebih fokus menikmati setiap tahapan perkembangan yang mereka lalui daripada hanya menuntut hasil akhir yang selalu sempurna.

“Untuk warganet coba ekspektasinya diturunkan jangan terlalu ditinggikan. Nikmati proses kita dulu saja. Kami ingin menikmati perjalanan kami,” tambahnya.

Ujian Berat di Perempat Final

Raymond/Joaquin melakoni debut yang tergolong manis di Indonesia Masters tahun ini. Kepastian tiket delapan besar mereka dapatkan setelah melalui perjuangan gigih melawan wakil Taiwan, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuen. Kemenangan tersebut membuktikan bahwa pasangan muda ini memiliki potensi besar untuk bersaing di level senior.

Namun, tantangan sesungguhnya baru akan tersaji di babak perempat final, hari ini, Jumat (23/1). 

Mereka dijadwalkan bersua dengan senior mereka di pelatnas PBSI, Fajar Alfian/Mohamad Shohibul Fikri. Laga "perang saudara" ini diprediksi akan berlangsung sengit.

Faktor Cuaca dan Pengalaman

Menghadapi Fajar/Fikri, Raymond/Joaquin sebenarnya memiliki modal kepercayaan diri yang cukup baik. Mereka sempat menumbangkan ganda peringkat empat dunia tersebut pada ajang Australia Terbuka 2025. Kenangan manis itu ingin mereka ulang kembali di hadapan publik sendiri.

Meski demikian, Raymond menyadari bahwa kondisi lapangan di Istora Senayan memiliki karakteristik yang jauh berbeda dibandingkan di Australia. 

Faktor angin kencang di dalam arena legendaris ini dianggap sebagai tantangan teknis yang lebih menguntungkan pihak lawan yang lebih berpengalaman.

“Yang pasti ada berbeda, terutama arah angin. Kalau di sini kencang anginnya, kalau di Australia lebih minimal. Mereka lebih berpengalaman soal ini,” pungkas Raymond.

Laga besok bukan hanya soal adu teknik di lapangan, melainkan juga adu mental bagi Raymond/Joaquin dalam membuktikan bahwa mereka mampu tetap fokus di bawah tekanan publik Istora yang dikenal sangat riuh. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya