Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putra bulu tangkis Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, mendadak menjadi sorotan setelah tampil impresif di ajang Indonesia Masters 2026.
Meski performa mereka tengah menanjak, pasangan ini justru meminta para penggemar bulu tangkis dan warganet untuk menurunkan ekspektasi mereka agar tidak menjadi beban mental di lapangan.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul keberhasilan mereka menembus babak perempat final.
Joaquin menekankan bahwa sebagai pemain yang sedang berproses, konsistensi tidak bisa diraih secara instan. Ia berharap publik bisa lebih bersabar melihat perjalanan karier mereka.
“Sekarang memang lagi naik dan warganet kasih ekspektasi lebih tinggi. Tapi kami tidak selamanya menang dan main bagus,” ujar Joaquin saat ditemui pewarta di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/1).
Lebih lanjut, Joaquin meminta agar para pendukung lebih fokus menikmati setiap tahapan perkembangan yang mereka lalui daripada hanya menuntut hasil akhir yang selalu sempurna.
“Untuk warganet coba ekspektasinya diturunkan jangan terlalu ditinggikan. Nikmati proses kita dulu saja. Kami ingin menikmati perjalanan kami,” tambahnya.
Raymond/Joaquin melakoni debut yang tergolong manis di Indonesia Masters tahun ini. Kepastian tiket delapan besar mereka dapatkan setelah melalui perjuangan gigih melawan wakil Taiwan, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuen. Kemenangan tersebut membuktikan bahwa pasangan muda ini memiliki potensi besar untuk bersaing di level senior.
Namun, tantangan sesungguhnya baru akan tersaji di babak perempat final, hari ini, Jumat (23/1).
Mereka dijadwalkan bersua dengan senior mereka di pelatnas PBSI, Fajar Alfian/Mohamad Shohibul Fikri. Laga "perang saudara" ini diprediksi akan berlangsung sengit.
Menghadapi Fajar/Fikri, Raymond/Joaquin sebenarnya memiliki modal kepercayaan diri yang cukup baik. Mereka sempat menumbangkan ganda peringkat empat dunia tersebut pada ajang Australia Terbuka 2025. Kenangan manis itu ingin mereka ulang kembali di hadapan publik sendiri.
Meski demikian, Raymond menyadari bahwa kondisi lapangan di Istora Senayan memiliki karakteristik yang jauh berbeda dibandingkan di Australia.
Faktor angin kencang di dalam arena legendaris ini dianggap sebagai tantangan teknis yang lebih menguntungkan pihak lawan yang lebih berpengalaman.
“Yang pasti ada berbeda, terutama arah angin. Kalau di sini kencang anginnya, kalau di Australia lebih minimal. Mereka lebih berpengalaman soal ini,” pungkas Raymond.
Laga besok bukan hanya soal adu teknik di lapangan, melainkan juga adu mental bagi Raymond/Joaquin dalam membuktikan bahwa mereka mampu tetap fokus di bawah tekanan publik Istora yang dikenal sangat riuh. (Ant/Z-1)
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Bagi Muhammad Rian Ardianto, BATC 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat kemitraannya dengan Rahmat Hidayat dalam format turnamen beregu.
Leo Rolly Carnando tidak dapat menyembunyikan rasa emosionalnya sesaat setelah poin terakhir diraih.
Indonesia terakhir kali mencicipi gelar juara sektor ganda putra di Indonesia Masters pada edisi 2023, melalui pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Di India Terbuka, Sabar/Reza harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pasangan Indonesia menyerah dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 13-21.
Menatap laga semifinal, Fikri menyadari tantangan tidak akan mudah. Mereka akan menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved