Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putra bulu tangkis Indonesia, Fajar Alfian/Moh. Shohibul Fikri, menegaskan ambisi besar mereka untuk mengamankan takhta juara di ajang Indonesia Masters 2026.
Tampil di hadapan publik sendiri, pasangan ini mengusung misi mengakhiri paceklik gelar ganda putra tuan rumah yang telah berlangsung selama tiga tahun di turnamen level Super 500 tersebut.
Indonesia terakhir kali mencicipi gelar juara sektor ganda putra di turnamen ini pada edisi 2023, melalui pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Sejak saat itu, podium tertinggi Istora Senayan seolah sulit ditembus oleh wakil tuan rumah di sektor ini.
Fajar Alfian mengungkapkan bahwa kepercayaan diri mereka tengah memuncak berkat performa impresif yang mereka tunjukkan sepanjang 2025.
Bagi Fajar, gelar juara bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan tanggung jawab untuk mengembalikan kejayaan Indonesia di rumah sendiri.
“Kami juga target pribadi dan target dari pelatih ingin kami memberikan yang terbaik, yaitu juara di sini. Sudah lama juga tidak juara di Indonesia ini jadi memang sudah tiga tahun lamanya tidak juara di Istora dan sekarang saya ingin bersama Fikri menjadi juara di sini,” ujar Fajar dalam konferensi pers di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (20/1).
Ambisi tersebut dibuktikan dengan performa solid di lapangan. Di babak 32 besar, Fajar/Fikri sukses mengandaskan perlawanan wakil Taiwan, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh.
Mereka hanya membutuhkan dua gim langsung dengan skor meyakinkan 21-16 dan 21-10 untuk mengunci kemenangan.
Meski menang telak, Fajar mengakui bahwa lawan memberikan perlawanan yang cukup merepotkan lewat kecepatan dan strategi yang dinamis. Namun, berbekal analisis performa yang matang sebelum bertanding, Fajar/Fikri mampu mematikan langkah lawan dan mendominasi jalannya pertandingan.
Turnamen ini juga menjadi momen spesial bagi Moh. Shohibul Fikri. Ini merupakan kali pertama ia berduet dengan Fajar Alfian di arena legendaris Istora Senayan. Fikri tidak menampik adanya perbedaan nuansa yang ia rasakan dibandingkan saat berpasangan dengan rekan sebelumnya.
“Ya untuk saya pribadi, dengan ini pertama kali berpasangan dengan Aa Fajar main di Istora, ya memang cukup berbeda dengan pasangan-pasangan sebelumnya. Tapi untuk dalam situasi di dalam lapangan sih ya tetap sama aja sih sebetulnya,” ungkap Fikri mengenai adaptasinya.
Kemenangan ini membawa Fajar/Fikri melangkah ke babak 16 besar. Mereka menyusul juniornya, pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang sebelumnya telah lebih dulu mengamankan tiket ke fase selanjutnya.
Publik bulu tangkis tanah air kini menaruh harapan besar pada pundak Fajar/Fikri untuk terus melaju hingga partai puncak. (Ant/Z-1)
Indonesia Terbuka level Super 1000 kini berdurasi 11 hari. PBSI sebut ini investasi strategis untuk prestise turnamen, peluang atlet, dan pengalaman sportainment bagi penonton.
BWF mengumumkan transformasi besar World Tour 2027-2030. Denmark Open naik ke level Super 1000, total 36 turnamen setahun, format baru, dan hadiah hingga USD 26,9 juta.
PP PBSI menjadikan capaian di Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 sebagai bahan evaluasi krusial untuk mematangkan skuad menuju Piala Thomas dan Uber 2026.
Indonesia mengalahkan Tailan dengan skor 3-2 di laga perempat final BATC 2026
Bagi Muhammad Rian Ardianto, BATC 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat kemitraannya dengan Rahmat Hidayat dalam format turnamen beregu.
Tim bulu tangkis putra Indonesia menang telak 5-0 atas Myanmar di laga pembuka Grup D BATCH 2026, dominasi penuh jadi modal jelang lawan Malaysia.
Bagi Muhammad Rian Ardianto, BATC 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat kemitraannya dengan Rahmat Hidayat dalam format turnamen beregu.
Leo Rolly Carnando tidak dapat menyembunyikan rasa emosionalnya sesaat setelah poin terakhir diraih.
Di babak perempat final Indonesia Masters, Raymond/Joaquin akan berhadapan dengan sesama ganda putra Indonesia, Fajar/Fikri.
Di India Terbuka, Sabar/Reza harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pasangan Indonesia menyerah dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 13-21.
Menatap laga semifinal, Fikri menyadari tantangan tidak akan mudah. Mereka akan menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved