Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putra bulu tangkis Indonesia, Fajar Alfian/Moh. Shohibul Fikri, menegaskan ambisi besar mereka untuk mengamankan takhta juara di ajang Indonesia Masters 2026.
Tampil di hadapan publik sendiri, pasangan ini mengusung misi mengakhiri paceklik gelar ganda putra tuan rumah yang telah berlangsung selama tiga tahun di turnamen level Super 500 tersebut.
Indonesia terakhir kali mencicipi gelar juara sektor ganda putra di turnamen ini pada edisi 2023, melalui pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Sejak saat itu, podium tertinggi Istora Senayan seolah sulit ditembus oleh wakil tuan rumah di sektor ini.
Fajar Alfian mengungkapkan bahwa kepercayaan diri mereka tengah memuncak berkat performa impresif yang mereka tunjukkan sepanjang 2025.
Bagi Fajar, gelar juara bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan tanggung jawab untuk mengembalikan kejayaan Indonesia di rumah sendiri.
“Kami juga target pribadi dan target dari pelatih ingin kami memberikan yang terbaik, yaitu juara di sini. Sudah lama juga tidak juara di Indonesia ini jadi memang sudah tiga tahun lamanya tidak juara di Istora dan sekarang saya ingin bersama Fikri menjadi juara di sini,” ujar Fajar dalam konferensi pers di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (20/1).
Ambisi tersebut dibuktikan dengan performa solid di lapangan. Di babak 32 besar, Fajar/Fikri sukses mengandaskan perlawanan wakil Taiwan, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh.
Mereka hanya membutuhkan dua gim langsung dengan skor meyakinkan 21-16 dan 21-10 untuk mengunci kemenangan.
Meski menang telak, Fajar mengakui bahwa lawan memberikan perlawanan yang cukup merepotkan lewat kecepatan dan strategi yang dinamis. Namun, berbekal analisis performa yang matang sebelum bertanding, Fajar/Fikri mampu mematikan langkah lawan dan mendominasi jalannya pertandingan.
Turnamen ini juga menjadi momen spesial bagi Moh. Shohibul Fikri. Ini merupakan kali pertama ia berduet dengan Fajar Alfian di arena legendaris Istora Senayan. Fikri tidak menampik adanya perbedaan nuansa yang ia rasakan dibandingkan saat berpasangan dengan rekan sebelumnya.
“Ya untuk saya pribadi, dengan ini pertama kali berpasangan dengan Aa Fajar main di Istora, ya memang cukup berbeda dengan pasangan-pasangan sebelumnya. Tapi untuk dalam situasi di dalam lapangan sih ya tetap sama aja sih sebetulnya,” ungkap Fikri mengenai adaptasinya.
Kemenangan ini membawa Fajar/Fikri melangkah ke babak 16 besar. Mereka menyusul juniornya, pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang sebelumnya telah lebih dulu mengamankan tiket ke fase selanjutnya.
Publik bulu tangkis tanah air kini menaruh harapan besar pada pundak Fajar/Fikri untuk terus melaju hingga partai puncak. (Ant/Z-1)
Momentum kebangkitan Putri di awal tahun ini bertepatan dengan apresiasi yang diterimanya dari instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Kemenangan ini sekaligus menjadi revans untuk Adnan/Indah setelah takluk dalam pertemuan terakhir menghadapi Goh/Lai di Korea Open 2025 pada September lalu.
Di babak kualifikasi Indonesia Masters 2026, Anthony Sinisuka Ginting mengalahkan tunggal Tailand Kantaphon Wangcharoen 21-12 dan 21-7.
Pada babak 32 besar, Fajar/Fikri mengandaskan perlawanan ganda Taiwan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh lewat dua gim langsung 21-16, 21-10.
Dukungan masif dari suporter di Istora diakui menjadi suntikan energi tambahan bagi Fikri. Baginya, atmosfer legendaris arena ini memberikan dampak positif yang luar biasa.
Di India Terbuka, Sabar/Reza harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pasangan Indonesia menyerah dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 13-21.
Menatap laga semifinal, Fikri menyadari tantangan tidak akan mudah. Mereka akan menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).
Sabar/Reza dijadwalkan menantang wakil tuan rumah sekaligus unggulan kedua, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di perempat final Malaysia Terbuka.
Di partai ketiga fase grup BWF World Tour Finals, Fajar/Fikri akan berhadapan dengan Liang Weikeng/Wang Chang.
PASANGAN Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani memastikan medali emas ganda putra bulu tangkis SEA Games 2025 setelah menundukkan unggulan pertama Malaysia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved