Rabu 05 Mei 2021, 07:43 WIB

Kemenpora Tunggu Proposal Anggaran Olimpiade dari KOI

Basuki Eka Purnama | Olahraga
Kemenpora Tunggu Proposal Anggaran Olimpiade dari KOI

AFP/Philip FONG
Logo Olimpiade Tokyo 2020

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), hingga saat ini, masih menunggu pengajuan proposal anggaran untuk Olimpiade Tokyo dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengingat pelaksanaan kejuaraan empat tahunan itu sudah dekat.

"Soal anggaran kami belum bisa sebut jumlahnya karena masih menunggu proposal dari KOI masuk. Tapi kembali lagi ketika proposal masuk akan ada review dan seleksi untuk melihat apa yang diajukan," kata Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Chandra Bhakti dalam diskusi Indonesia Menuju Olimpiade Tokyo 2021 di Jakarta, Selasa (4/5).

Terkait anggaran, sebelumnya, Seskemenpora Gatot S Dewa Broto menyatakan pihaknya menyiapkan anggaran kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo sebesar Rp30 miliar.

Baca juga: PB PASI Targetkan Zohri Lolos ke Semifinal di Olimpiade Tokyo

Chandra Bhakti memastikan atlet yang lolos ke Olimpiade Tokyo bakal mendapatkan pelayan maksimal termasuk urusan transportasi.

Mereka yang lolos bakal mendapatkan tiket pesawat kelas bisnis. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan untuk lolos ke Olimpiade.

"Untuk sampai di Olimpiade itu harus ada kualifikasi dan ini berbeda dengan SEA Games. Mereka harus kumpulkan poin dulu untuk bisa lolos.
Apalagi jarak ke Jepang cukup jauh dan sehingga dikhawatirkan mempengaruhi fisik atlet," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengakui pihaknya belum mengajukan proposal anggaran Olimpiade. Hal itu karena proses kualifikasi masih berjalan sehingga jumlah atlet yang lolos belum ditetapkan.

"Kualifikasi masih sampai Juni. Jadi kita belum bisa mengajukan sekarang karena per hari ini yang terkualifikasi baru lima atlet. Jadi kita menunggu semua sudah terkualifikasi dulu," kata Okto saat dikonfirmasi.

Atlet Indonesia yang sudah mendapatkan tiket ke Olimpiade Tokyo 23 Juli-8 Agustus sebanyak lima atlet yakni Lalu Muhammad Zohri dari atletik, Riau Ega Agatha dan Diananda Chairunisa dari panahan, Vidya Rafika Rahmatan Thayiba dari cabang olahraga menembak, serta Rifda Irfanaluthfi dari senam.

Jumlah ini dipastikan akan bertambah karena ada beberapa atlet yang sudah lolos namun belum ditetapkan seperti dua atlet angkat besi yakni Eko Yuli Irawan dan Windy Cantika.

Selain itu, dari bulu tangkis, yang merupakan cabang yang diharapkan mampu mempertahankan tradisi emas juga belum ditetapkan.

Bulu tangkis sendiri sudah mengamankan 11 atlet yakni tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonathan Christie, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, serta ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

"Mereka yang lolos juga akan mendapatkan uang pembinaan. Saat Olimpiade Rio masing-masing atlet mendapatkan Rp100 juta. Itu selain bonus medali. Untuk yang lolos Olimpiade Tokyo juga akan dapat. Untuk besarannya belum ditentukan," pungkas Okto. (Ant/OL-1)

Baca Juga

BIRO PERS ISTANA/SETPRES

Presiden Ucapkan Selamat Kepada Lifter Windy Cantika

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 24 Juli 2021, 18:40 WIB
Atlet angkat besi Indonesia Windy Cantika Aisah menjadi penyumbang medali pertama bagi tim Merah Putih saat bertanding di Tokyo...
MI/RAMDANI

Hendra/Ahsan Menang Mudah di Pertandingan Pertama

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 24 Juli 2021, 17:50 WIB
Dalam pertandingan yang berlangsung dalam 27 menit di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Hendra/Ahsan menang dua gim langsung 21-12,...
ADEK BERRY / AFP

Kalah dari Turki, Tim Panahan Beregu Campuran Gagal ke Semifinal

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 24 Juli 2021, 14:55 WIB
Meski demikian, kesempatan meraih medali Olimpiade Tokyo masih terbuka bagi tim panahan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengawasan Lemah karena Infrastruktur Terbatas

 Pasal 4 huruf j Permenkumham Nomor 6 Tahun 2013 menyebutkan tahanan dilarang memiliki, membawa, dan atau menggunakan alat elektronik

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya