Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Kualitas Medali Olimpiade Musim Dingin 2026 Disorot, Penyelenggara Janji Lakukan Investigasi

Basuki Eka Purnama
10/2/2026 09:49
Kualitas Medali Olimpiade Musim Dingin 2026 Disorot, Penyelenggara Janji Lakukan Investigasi
Atlet ski downhill Amerika Serikat Breezy Johnson, Johnson merupakan salah satu atlet yang melaporkan medali Olimpiade Musim Dingin 2026 yang diterima rusak.(AFP/STEFANO RELLANDINI)

PENYELENGGARA Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 kini tengah memberikan "perhatian maksimal" terhadap masalah teknis yang menimpa medali para pemenang. Langkah ini diambil setelah sejumlah atlet melaporkan bahwa medali emas dan perunggu yang mereka raih rusak tak lama setelah upacara penyerahan.

Dua atlet andalan Amerika Serikat, Breezy Johnson dan Alysa Liu, menjadi pihak pertama yang mengungkap masalah ini ke publik. Keduanya mendapati pita medali mereka terlepas dari kepingan logam berharga tersebut dalam waktu singkat.

Breezy Johnson, peraih medali emas dari cabang downhill alpine skiing putri, menunjukkan kerusakannya secara langsung dalam konferensi pers usai pertandingan.

"Jadi, ini medalinya. Dan ini pitanya," ujar Johnson kepada para jurnalis. "Lalu ini adalah bagian kecil yang seharusnya masuk ke dalam pita untuk menahan medali, dan ya, bagian itu lepas."

Kondisi serupa dialami atlet seluncur indah, Alysa Liu. Melalui sebuah unggahan di media sosial setelah memenangkan emas di nomor beregu, Liu menunjukkan medali dan pita yang sudah terpisah di kedua tangannya. 

Dalam unggahannya, ia menyematkan keterangan singkat: "Medaliku tidak butuh pita."

Masalah ini ternyata tidak hanya menimpa kontingen Amerika Serikat. Tim biathlon Jerman yang meraih medali perunggu juga mengalami insiden serupa. 

Dalam sebuah video yang beredar, medali milik salah satu atlet Jerman tampak terjatuh dari pitanya saat mereka sedang merayakan kemenangan dengan melompat kegirangan di hotel tim.

Menanggapi rentetan insiden ini, Andrea Francisi selaku Chief Games Operations Officer Milan-Cortina 2026, menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi menyeluruh.

"Kami menyadari sepenuhnya situasi ini," kata Francisi. "Kami tengah menyelidiki apa sebenarnya masalah yang terjadi. Kami akan memberikan perhatian maksimal pada medali-medali ini. Tentunya, ini adalah sesuatu yang kami inginkan agar sempurna saat diserahkan, karena ini adalah salah satu momen terpenting bagi para atlet."

Hingga saat ini, Komite Olimpiade dan Paralimpiade Amerika Serikat (USOPC) menyatakan masih menunggu solusi dari pihak penyelenggara. Belum ada konfirmasi resmi apakah para atlet yang terdampak akan mendapatkan medali pengganti.

Kasus kerusakan medali ini menambah panjang catatan buruk kualitas medali Olimpiade dalam beberapa tahun terakhir. 

Sebagai perbandingan, hingga Februari 2025, tercatat sebanyak 220 permintaan penggantian medali telah diajukan oleh para peraih medali Olimpiade Paris 2024.

Pada ajang tersebut, para atlet—termasuk atlet loncat indah Britania Raya, Yasmin Harper—mengeluhkan adanya "noda" dan degradasi warna pada medali mereka hanya beberapa minggu setelah kompetisi berakhir. 

Pihak penyelenggara Paris 2024 sebelumnya telah menjanjikan penggantian bagi setiap medali yang mengalami kerusakan fisik. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya