Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Britania Raya akhirnya memecahkan kutukan seabad di ajang Olimpiade Musim Dingin. Pasangan Charlotte Bankes dan Huw Nightingale berhasil meraih medali emas pertama bagi negaranya di nomor pertandingan atas salju (snow) dalam kurun waktu 102 tahun sejarah keikutsertaan mereka, Minggu (15/2) waktu setempat.
Turun di cabang olahraga ekstrem mixed snowboardcross, Bankes dan Nightingale melesat melintasi garis finis di Livigno untuk mengamankan podium tertinggi. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri dominasi atlet seluncur indah (figure skating) sebagai penyumbang emas tradisional Inggris Raya di ajang musim dingin.
Pencapaian ini tergolong fenomenal mengingat status keduanya yang bukan merupakan unggulan. Bankes dan Nightingale memasuki babak final sebagai tim unggulan ke-13 dari 16 tim yang terkualifikasi. Sebelumnya, di nomor perorangan, Bankes hanya mampu finis di posisi ke-13 sementara Nightingale di urutan ke-26.
"Nomor tunggal terasa sangat berat, tetapi sekarang yang ada hanyalah air mata bahagia," ujar Nightingale penuh emosi usai perlombaan.
Medali bertajuk "Cold Gold" ini juga mencatatkan rekor lain; untuk pertama kalinya Britania Raya memenangi lebih dari satu gelar juara dalam satu edisi Olimpiade Musim Dingin yang sama. Emas ini melengkapi kesuksesan Matt Weston yang memenangi gelar di nomor skeleton dua hari sebelumnya.
Hingga saat ini, Britania Raya baru mengoleksi total 15 medali emas sepanjang sejarah Olimpiade Musim Dingin. Lima di antaranya disumbangkan oleh cabang seluncur indah, termasuk legenda kenamaan Jayne Torvill dan Christopher Dean yang melegenda dengan tarian 'Bolero' pada 1984.
"Inggris Raya secara keseluruhan sedang melakukan hal luar biasa di cabang papan seluncur. Kami ingin terus melangkah dan menginspirasi anak-anak kecil untuk melakukannya juga," pungkas Nightingale. (ABC News/B-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved