Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Waspadai Cuaca Ekstrem di 29 Daerah Berdampak Bencana Hidrometeorologi Selasa 10 Februari 2026

Akhmad Safuan
10/2/2026 09:37
Waspadai Cuaca Ekstrem di 29 Daerah Berdampak Bencana Hidrometeorologi Selasa 10 Februari 2026
Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

GELOMBANG tinggi di perairan Jawa Tengah sudah mereda Selasa (10/2), tetapi cuaca ekstrem masih berpotensi di 29 daerah sehingga diperingatkan kepada warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi yang masih mengintai.

Cuaca pagi umumnya berawan, tetapi sejumlah daerah di Jawa Tengah bagian timur sudah diguyur hujan ringan-sedang, memasuki siang, sore hingga malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur secara merata di Jawa Tengah, bahkan 29 daerah berpotensi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir.

Gelombang tinggi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah mereda berkisar 0,5-2,5 meter, namun air laut pasang (rob) di perairan utara kembali naik dengan ketinggian maksimum 0,9 meter pada pukul 16.00-20.00 WIB berdampak banjir di kawasan pesisir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati.

"Tetap waspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung, karena 29 daerah di Jawa Tengah masih berpotensi cuaca ekstrem," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa Selasa (10/2).

Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, lanjut Ferry Oktarisa, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, Solo Raya dan sebagian Jawa Tengah bagian tengah, sehingga dapat berdampak terjadinya bencana hidrometeorologi tersebut.

Daerah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Ferry Oktarisa, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Surakarta, Salatiga, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.

Selain itu daerah di Jawa Tengah diguyur hujan ringan-sedang, menurut Ferry Oktarisa, angin berhembus dari barat ke utara dengan kecepatan 10-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila mengatakan meskipun gelombang di perairan utara Jawa Tengah menurun menjadi 0,5-1,25 meter, namun air laut pasang (rob) kembali naik sehingga dapat mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah.

"Waspadai banjir akibat air laut pasang tersebut, katenavsrjunlah daerah yang masih dilanda banjir auan sulut untuk surut,"tambahnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya