Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG tinggi 4 meter dan air laut pasang (rob) berlangsung di perairan Jawa Tengah Kamis (29/1), waspadai bencana hidrometeorologi karena cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 25 daerah.
Pada pagi cuaca umumnya berawan, namun memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang mengguyur secara merata di Jawa Tengah, bahkan cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 25 daerah baik itu di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jateng bagian selatan, Pantura dan Solo Raya.
Gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan selatan Jawa Tengah dan di perairan utara 1,25-2,5 meter dibarengi air laut pasang (rob) masih berlangsung cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran dan berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati.
"Waspadai gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah terutana saat kecepatan angin diatas 15 knot, karena berisiko terhadap aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang, kapal barang dan orang," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Retna Swasti Karini.
Selain itu air laut pasang (rob), lanjut Retna Swasti Karini, juga kembali datang pada pukul 16.00-20.00 WIB di perairan utara dengan ketinggian maksimum 1 meter sehingga selain berdampak banjir di daerah Pantura, juga menyebabkan banjir yang saat ini masih merendam akan semakin sulit untuk surut.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Farita Rachmawati mengatakan dinamika cuaca di Jawa Tengah Kamis 29 Januari belum menunjukan perubahan yang berarti, selain hujan ringan-sedang masih berpeluang mengguyur secara merata, bahkan cuaca ekstrem berpotensi di 25 daerah.
"Waspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung sebagai dampak dari cuaca ekstrem tersebut," ujar Farita Rachmawati.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Farita Rachmawati, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Surakarta, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa.
Sedangkan daerah lain, menurut Farita Rachmawati, berpeluang diguyur hujan ringan-sedang, angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen.(H-2)
Prakiraan cuaca Jabodetabek 29 Januari 2026. BMKG peringatkan potensi hujan lebat di Bogor dan Depok sore ini. Waspada banjir kiriman.
Banjir Jakarta hari ini, Kamis 29 Januari 2026, merendam 18 RT di Jakarta Timur dan Selatan. Ketinggian air capai 150 cm di Bidara Cina akibat luapan Ciliwung.
BMKG menjelaskan, teknik penyemaian awan dalam OMC tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.
Kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir dinilai turut memengaruhi mobilitas masyarakat.
BPBD DKI Jakarta juga meminta masyarakat untuk secara aktif memantau perkembangan informasi kondisi gelombang dan pasang air laut melalui laman resmi.
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi di 17 daerah, sehingga diminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Cuaca ekstrem menyebabkan gelombang tinggi di perairan selatan mencapai 2,5-4 meter dan di perairan utara Jawa Tengah 1,25-2,5 meter sehingga berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved