Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

BMKG Cilacap Imbau Masyarakat Jawa Tengah Waspadai Hujan Lebat hingga Sabtu, 7 Februari

Media Indonesia
05/2/2026 23:50
BMKG Cilacap Imbau Masyarakat Jawa Tengah Waspadai Hujan Lebat hingga Sabtu, 7 Februari
Foto udara sejumlah kendaraan melaju perlahan melewati banjir di jalur utama pantura Semarang-Surabaya, Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah.(ANTARA FOTO/Aji Styawan)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan agar mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpeluang terjadi pada akhir pekan ini.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Kamis sore, mengatakan berdasarkan hasil pengamatan beberapa hari terakhir, wilayah Kabupaten Cilacap dan sekitarnya secara umum diguyur hujan ringan hingga sedang, terutama pada malam hari.

"Suhu udara berkisar antara 25-32 derajat Celcius dengan kelembapan udara 60 sampai 95 persen. Angin dominan bertiup dari arah barat dengan kecepatan 5 hingga 30 kilometer per jam," katanya.

Menurut dia, kondisi dinamika atmosfer pada Kamis pukul 07.00 WIB menunjukkan adanya Bibit Siklon Tropis 98P yang terpantau berada di daratan Australia bagian utara.

Selain itu, kata dia, juga terpantau Siklon Tropis Penha yang berada di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina.

"Keberadaan sistem atmosfer tersebut berpengaruh terhadap pola cuaca di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah bagian selatan, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan," katanya.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan wilayah Jateng selatan khususnya Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya dalam sepekan ke depan secara umum diprakirakan masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang yang terjadi pada sore hingga malam hari.

Akan tetapi, kata dia, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi pada Sabtu (7/2) atau akhir pekan ini.

Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.

Sementara itu, lanjut dia, angin diperkirakan bertiup dominan dari arah barat dengan kecepatan berkisar 5-45 kilometer per jam.

Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas akibat hujan lebat dan angin kencang.

"Masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini yang disampaikan BMKG melalui kanal resmi guna mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca tersebut," katanya. (Ant/Z-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik