Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Gotong Royong Menanam Mangrove demi Masa Depan Pesisir Indonesia

Naufal Zuhdi
05/12/2025 12:36
Gotong Royong Menanam Mangrove demi Masa Depan Pesisir Indonesia
Penanaman mangrove di Cilacap.(dok Blibli)

AKSI kolektif untuk menjaga lingkungan kembali menunjukkan dampak nyata melalui inisiatif Blibli Tiket Action. Bertepatan dengan momentum Hari Menanam Pohon Indonesia, perusahaan mempertegas komitmen keberlanjutannya dengan menghadirkan donasi sebanyak 16.000 mangrove yang akan ditanam secara bertahap di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

Pendorong utama dari capaian tersebut berasal dari penyelenggaraan Langkah Membumi Ecoground 2025, yang merupakan festival keberlanjutan tahunan yang telah memasuki tahun keempat. Dari acara ini, Blibli Tiket Action berhasil mengumpulkan 10.500 mangrove, sedangkan 5.500 sisanya berasal dari partisipasi pelanggan sepanjang tahun melalui program Tukar Tambah, Misi Tanam Pohon, dan take back packaging.

Mangrove yang terkumpul dari Ecoground berasal dari berbagai aktivitas partisipatif pengunjung. Sebanyak 6.000 pohon merupakan konversi pembelian tiket dengan dukungan Jejakin, 1.000 pohon dari community run bersama Brodo Active, 1.000 pohon dari komunitas pesepeda WCC Seli, dan 2.500 pohon daripara pelari Fresh Track dalam rangka perayaan ulang tahunRanch Market.

Dalam pernyataannya, Lisa Widodo, COO dan Co-Founder Blibli, menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

“Pencapaian 16.000 mangrove ini adalah buah nyata dari gotong royong. Aksi kecil ketika dilakukan secara kolektif dapat menghadirkan dampak besar bagi bumi. Semangat inilah yang mendorong Blibli Tiket Action untuk terus membangun ekosistem berkelanjutan yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Jumat (5/12).

Tahap pertama penanaman mangrove dilaksanakan di Desa Ujung Alang, Kawasan Segara Anakan, Cilacap, yang merupakan wilayah pesisir dengan tekanan lingkungan tinggi. Selama bertahun-tahun, kawasan ini mengalami degradasi ekosistem mangrove yang mengancam sumber penghidupan masyarakat, terutama nelayan. Pasalnya, mangrove memikiki peran dalam menyerap karbon, melindungi pesisir dari abrasi, serta meningkatkan biodiversitas dan hasil laut seperti ikan, udang, dan kepiting.
 
Dampak Ecoground tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan mangrove. Festival tersebut juga menjalankan pengukuran Life Cycle Assessment (LCA) oleh lembaga independen Life Cycle Indonesia berdasarkan standar ISO 14040/44 untuk memastikan acara berjalan dengan prinsip ramah lingkungan. Selain itu, kehadiran booth keberlanjutan menjadi sarana edukasi bagi pengunjung mengenai eco-packaging, fasilitas daur ulang, serta berbagai inisiatif pengurangan jejak karbon.

Gerakan Langkah Membumi turut diperluas ke lingkungan kampus melalui program 'Goes to University yang telah menjangkau lebih dari 800 mahasiswa di beberapa perguruan tinggi, termasuk Universitas Multimedia Nusantara, President University, dan Universitas Indonesia. Pendekatan edukatif ini menunjukkan pentingnya menyasar generasi muda sebagai garda terdepan perubahan untuk masa depan bumi.

Penutup acara Ecoground tahun ini kembali menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk menghadirkan dampak nyata terhadap lingkungan. Lisa menyampaikan rasa terima kasih kepada mitra pemerintah, pemimpin bisnis, komunitas, serta seluruh changemaker yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini.

“KolaborAction for the Earth telah menciptakan ruang hijau yang penuh energi dan berdampak. Mari terus melangkah lebih jauh demi menjaga bumi kita bersama,” tandasnya. (Fal)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya