Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan terancam cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta kepada pemkab dan masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana untuk waspada.
Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap, Rendi Krisnawan, mengatakan, berdasarkan prakiraan yang dikeluarkan BMKG Semarang, ada potensi cuaca ekstrem hingga Senin (12/9).
"Untuk Jateng selatan, potensial terjadi di Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, hingga Purworejo. Karena itulah, kami mengimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana untuk waspada," jelas Rendi di Cilacap, Minggu (11/9).
Baca juga: Mayat di Kota Semarang Diduga Dibunuh sebelum Dimutilasi dan Dibakar
Menurut dia, potensi bencana yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi. Yakni banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan angin kencang.
"Ada proses pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah. Hal ini disebabkan adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Kalimantan. Sehingga ada perlambatan angin di wilayah Jateng serta adanya anomali suhu di Samudra Hindia sebelah selatan Jateng," jelasnya.
Sebelumnya, di Kota Purwokerto telah terjadi longsor yang menyebabkan robohnya tembok pembatas perumahan di Bantarsoka, Purwokerto Barat, dengan Sungai Bodas. Robohnya tembok tersebut dipicu adanya hujan deras yang mengguyur Kota Purwokerto pada Sabtu (10/9).
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Budi Nugroho, mengatakan, pihaknya bersama masyarakat dan unsur lainnya melaksanakan pembersihan puing-puing tembok yang longsor.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada, karena curah hujan tinggi diperkirakan masih bakal terjadi," katanya. (OL-16)
AKSI kolektif untuk menjaga lingkungan kembali menunjukkan dampak nyata melalui inisiatif Blibli Tiket Action.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memperkuat berbagai langkah antisipasi menyusul potensi munculnya siklon tropis di selatan Pulau Jawa.
Warga kehilangan akses terhadap makanan dan pendapatan harian akibat terputusnya aktivitas ekonomi.
TIM SAR kembali menemukan dua korban jiwa longsor Cilacap di hari keenam pencarian, Selasa, (18/11). Dengan begitu, berdasarkan data sementara hingga hari keenam operasi pencarian.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) kembali menemukan dua jenazah korban longsor Cilacap.
Di Cilacap tim Baznas membuka dapur air, memberikan layanan medis dasar, serta mendukung logistik kesehatan bagi tim SAR gabungan.
BENCANA angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (21/1/2026) sore. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved