Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Banyak Ruas Jalan Mudik di Jawa Tengah Gelap, Pemudik Diminta Waspada saat Melintas Malam Hari

Akhmad Safuan
10/3/2026 21:00
Banyak Ruas Jalan Mudik di Jawa Tengah Gelap, Pemudik Diminta Waspada saat Melintas Malam Hari
Kondisi ruas jalan di Kabupaten Batang masih gelap akibat minumnya penerangan jalan(MI/Akhmad Safuan)

PEMUDIK melintas di ruas jalan di Jawa Tengah pada malam hari diminta waspada dan hati-hati, karena masih ada  ribuan kilometer ruas jalan yang tidak ada penerangan jalan, sehingga cukup rawan keamanan dan keselamatan.

Pemantauan Media Indonesia Selasa (10/3) jelang arus mudik lebaran yang diperkirakan akan mulai berlangsung besok Rabu (11/3) jumlah kendaraan melintas baik di ruas Jalan Tol Trans Jawa, jalan nasional, provinsi maupun kabupaten/kota di Jawa Tengah mulai meningkat terutama angkutan barang.

Tidak hanya pagi hibggavsire, kepadatan arus kendaraan juga terasa pada malam hari hingga diperkirakan aisnvsemakin membesar ketika memasuki masa arus mudik lebaran berlangsung mulai H-10 lebaran, namun selain cuaca yang belum membaik para pemudik berkendaraan roda dua dan empat diminta waspada terhadap kondisi jalan.

Di sejumlah ruas jalan, perbaikan tambal sulam juga masih terus dikebut ubtuknmebgehar target selesai sebelum masa arus mudik berlangsung, pemudik juga diminta berhati-hati karena sebagian besar ruas jalan di Jawa Tengah masih minim penerangan jalan hingga kondisi jalan cukup gelap.

"Kondisi perlu diwaspadai terutama bagi pemudik yang melintas makan hari, karena banyak ruasbjalan yang masih gelap," ujar Suwardi,50, seorang pengemudi travel di Kota Semarang.

Hal serupa juga diungkapkan Sutrisno,48, penfemydivangkutan barang saat ditemui di Gringsing, Kabupaten Batang bahwa gelsonta kondisi jalan cukup membuat rawan keselamatan dan keamanan, terutama bagi pemudik menggunakan sepeda motor karena perbaikan hanya tambal sulam menjadikan ketinggian jalan tidak rata.

Hal itu juga dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah Arief Djatmiko bahwa hingga saat ini lebih dari 50 persen dari 2.440 kilometer jalan Provinsi di Jawa Tengah belum memiliki lampu penerangan jalan, sehingga kondisi cukup gelap pada malam hari hingga diperlukan kewaspadaan bagi pelintas.

"Berdasarkan pendataan dan perhitungan ada kekurangan 19 ribu lampu penerangan jalan, karena hingga saat ini baru terpasang 15 ribu lampu di Jalan Provinsi Jawa Tengah," ujar Arief Djatmiko.

Belum adanya penerangan di ribuan kilometer tersebut, ungkap Arief Djatmiko, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki, meskupun sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk penambahan lampu jalan, namun dalam praktiknya, anggaran tersebut sering kali harus disesuaikan dengan prioritas pembangunan lainnya.

Bahkan setiap tahunnya penambahan lampu penerangan jalan tersebut dianggarkan, menurut Arief Djatmiko, namun menjadi persoalan anggaran disesuaikan dengan skala prioritas sehingga sudah dinggarkan lalu bergeser ke prioritas yang lain. "Pada tahun 2025, Dishub Jawa Tengah hanya mampu memasang 100 unit lampudi  jalur Pemalang hingga Purbalingga," imbuhnya.

Sedangkan pada tahun 2026, demikian Arif Djatmiko, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menganggarkan pemasangan lampu jalan, tetapi jumlahnya belum signifikan hanya sekitar di 250 titik dengan setiap titinta menelan anggaran Rp20 juta. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya